Gerindra: Tak Adil Jika Hanya Menilai Dari Video 2 Menitan

Seorang warga Jakarta yang berasal dari Boyolali, Jawa Tengah, melaporkan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto ke Polda Metro Jaya karena dinilai telah merendahkan martabat warga kota penghasil susu itu.

“Kami merasa tersinggung dengan ucapan Pak Prabowo, bahwa masyarakat Boyolali, kalau masuk mal atau hotel itu diusir. Karena tampangnya, tampang Boyolali. Sekalipun kesannya itu menyinggung orang miskin, ya jangan begitu. Karena masyarakat Boyolali atau Jawa kan sensitif,” jelas Dakun, warga Boyolali yang kini menetap di Jakarta, usai melapor di PKT Polda Metro Jaya, Jumat (2/11) malam.

Dakun mengatakan tidak hadir secara langsung saat Prabowo pidato. Ia baru mengetahui pidato tersebut dari sebuah akun di YouTube dengan durasi video sekitar dua menit pada Jumat (2/11) siang. Ia juga mengingatkan Prabowo tentang keberadaan tokoh-tokoh dan pahlawan nasional kelahiran Boyolali, antara lain Profesor Soeharso.

Belum ada tanggapan dari kubu Prabowo terkait pelaporan ini. Namun, akun resmi Gerindra menulis tidak adil jika isi pidato Prabowo dinilai dari video berdurasi dua menit tersebut.

Baca juga   Rakyat Papua Dapat 10 Persen Saham Freeport

“Dirangkum dan dicermati isi 80 menit pidato itu. Tidak adil menilai isi 80 menit pidato hanya dari rangkuman satu atau dua menit video saja,” tulis akun Partai Gerindra.

Sementara wakil ketua tim kampanye Jokowi, Abdul Kadir Karding, menilai pernyataan itu sepatutnya tidak disampaikan Prabowo.

“Idiom soal kaya-miskin, penghinaan, dipakai dalam berkampanye dan itu bisa dianggap sebagai kampanye yang mengarah kepada unsur-unsur yang sifatnya rasial atau rasis.

Pola-pola kampanye ini sudah jelas meniru kampanye-kampanye seperti yang dilakukan Trump dan tidak perlu dilakukan.

Saya kira sebagai pemimpin ada banyak kata dan kalimat yang baik, yang memberi optimisme, kegairahan.. tidak selalu mengkotak-kotakkan orang berdasarkan suku, agama, daerah dan sebagainya,” jelasnya.

Petikan Pidato Prabowo di Boyolali

Berikut petikan pidato Prabowo, yang disampaikan ketika meresmikan Posko Badan Pemenangan Prabowo-Sandiaga Uno di Boyolali, yang ketika itu juga dihadiri oleh Ketua Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan dan mantan Pangkostrad yang juga mantan gubernur Jawa Tengah Letjen. Purn. Bibit Waluyo.

Baca juga   Prabowo Diusung Gerindra Maju Pilpres 2019

“Ekonomi kita tidak di tangan bangsa kita sendiri. Saya memberi usia saya untuk bangsa ini. Saya memberi jiwa saya dan raga saya untuk bangsa ini.

Tapi begitu saya lihat keliling Jakarta, saya melihat gedung-gedung mewah. Gedung-gedung menjulang tinggi. Hotel-hotel mewah.

Sebut saja hotel mana, di dunia yang paling mahal, ada di Jakarta. Ada Ritz Carlton, ada apa itu, Waldorf Astoria, namanya saja kalian nggak bisa sebut. Ada Saint Regis, dan macam-macam itu semua.

Tapi saya yakin kalian tidak pernah masuk hotel-hotel tersebut. Betul?Kalian kalau masuk, mungkin kalian diusir. Karena tampang kalian tidak tampang orang kaya, tampang-tampang kalian ya tampang Boyolali ini. Betul?” [Ab/em]

Penulis yang menyukai musik hingar bingar , jazz dan classic, gemar traveling, mencintai hidup, menghargai perbedaan, gak suka ribet, dan menyukai green tea.