Janji kampanye Prabowo untuk menghentikan impor memicu perdebatan

Janji kampanye Prabowo untuk menghentikan impor memicu perdebatan
Janji kampanye Prabowo untuk menghentikan impor memicu perdebatan

Janji calon presiden Prabowo Subianto untuk menghentikan impor bahan bakar dan makanan jika ia terpilih tahun depan telah memicu perdebatan dan kritik, terutama dari kubu incumbent Joko “Jokowi” Widodo.

Mengatasi sekelompok ulama yang telah berkumpul pada hari Senin untuk menyatakan dukungan mereka kepada ketua Partai Gerindra, Prabowo berkata,

“Saya berjanji di sini bahwa, jika saya terpilih sebagai presiden berikutnya , saya akan menjadikan Indonesia sebagai negara yang mandiri dalam hal energi dan makanan. Kami tidak akan mengimpor apa pun, ”laporan kompas.com.

Dia lebih lanjut mencatat bahwa, seandainya Indonesia menghentikan impor bahan bakar, negara tidak perlu mengirim US $ 30 miliar per tahun ke luar negeri untuk membayar sumber energi.

Dia mengatakan Indonesia memiliki sumber daya yang cukup untuk memenuhi kebutuhan publik.

Ketua PPP Romahurmuziy mencerca janji kampanye Prabowo, mengatakan tidak ada negara di dunia yang bisa bertahan tanpa membeli barang dari negara lain.

Baca juga   Ekslusif : Wawancara dengan Wapres Jusuf Kalla

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa Indonesia perlu mengimpor barang untuk mendukung industrinya, sehingga negara itu juga bisa mengekspor barang.

“[Pernyataan Prabowo] dipertanyakan. Itu adalah kebohongan langsung kepada orang-orang, ”katanya. “Saya pikir kandidat hanya harus menyampaikan janji-janji yang realistis, terukur dan dapat dibuktikan,” tambahnya, seperti dikutip oleh kompas.com.

Juru bicara kampanye Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengambil akun Twitternya @dahnilanzar untuk membenarkan pernyataan kontroversial Prabowo.

Dalam serangkaian tweet, Dahnil mengatakan Prabowo, jika terpilih, akan bertujuan untuk memastikan bahwa proses impor di negara itu akan bebas dari praktik penipuan, termasuk memanipulasi statistik untuk membenarkan impor.

“[Manipulasi seperti itu] menciptakan situasi kelangkaan buatan [untuk membenarkan impor] dengan mengorbankan petani lokal,” kata Dahnil.

Dia menambahkan bahwa Prabowo berjanji akan mengindustrialkan pertanian lokal untuk mencapai ketahanan pangan dan memberdayakan petani lokal.

Baca juga   Rumah Aspirasi Ruang Interaksi Publik Untuk Masyarakat

Menanggapi pernyataan Prabowo, Kepala Badan Statistik Indonesia Suhariyanto mengatakan bahwa negara tersebut harus bertujuan untuk keberlanjutan dan memprioritaskan bahan-bahan lokal atas bahan-bahan impor.

“Negara sudah memiliki peraturan tentang material lokal. Kita harus meningkatkan [pelaksanaan], ”katanya, seperti dikutip oleh kantor berita Antara.

Menurut Suhariyanto, Indonesia membukukan ekspor sebesar $ 46,99 miliar pada kuartal ketiga, naik 8,33 persen dari periode yang sama tahun lalu dan 7,84 persen lebih tinggi dari pada kuartal kedua.

Namun, negara itu juga memesan impor lebih tinggi, sebesar $ 49,72 miliar pada kuartal ketiga, atau peningkatan 10,25 persen dari periode yang sama tahun lalu.

“Kami melihat defisit pada bulan Juli dan Agustus tetapi surplus pada bulan Agustus,” kata Suhariyanto.

Portal Berita Online Harian Menyajikan Informasi Kalimantan Barat, Nasional,Internasional, Bisnis,Teknologi, Traveling,Budaya, Gaya hidup,Kesehatan, Kuliner, olahraga, Film, Musik, dibangun melalui inovasi dan teknologi terkini.