Jelang Pemilu, Pluralisme di Kelola Secara Bijak

GENCILNEWS – Keluarga alumni SMA Kolese De Britto Yogyakarta, Kamis (26/7), menyerukan agar semua pihak terus menjaga keberagaman dan mendorong pemerintah memiliki politik pendidikan yang mempromosikan keberagaman.

SMA Kolese De Britto selama ini dikenal sebagai sekolah yang menjaga keberagaman dalam pendidikan.

Tony Prasetiantono, presiden Alumni De Britto, mengatakan merajut keberagaman menjadi merupakan cara mengelola kemajuan bangsa.

“Menjadi pekerjaan rumah pemerintah mendatang, siapapun presiDennya harus memiliki kompetensi dan latar belakang yang meyakinkan dalam hal mengawal keberagaman,” kata Tony.

“Mengawal keberagaman juga akan merajut potensi bangsa yang membutuhkan satu sama lain. Tidak mungkin bangsa ini dibangun oleh hanya satu kekuatan atau kelompok,” ujarnya menambahkan.

Alissa Wahid dari Wahid Institute menyebutkan, mengelola keberagaman Dengan baik mutlak dilakukan di Indonesia mengingat potensi ancaman termasuk aksi-aksi teroris .

“Risiko terorisme itu jelas seperti yang terjadi di Surabaya. Risiko terorisme itu karena dia menimbulkan phobia, kebencian dan permusuhan. Tetapi yang tidak kalah penting tentang keberagaman ini yaitu soal menjaga agar kebersamaan itu menjadi nilai hidup sebagai bangsa. ,” kata Alissa.

Prof. Syafii Maarif, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah menegaskan, salah satu upaya menjaga keberagaman adalah Dengan mengurangi ketimpangan kesejahteraan di masyarakat.

“Sila kelima Pancasila harus segera diwujudkan, ketimpangan sosial harus bisa segera diatasi, ” kata Prof. Syafii.

Seminar tentang keberagaman juga menampilkan Prof. Mahfud MD yang berbicara tentang aspek hukum, dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Prof. Bambang Brodjonegoro yang mendorong agar seluruh komponen bangsa senantiasa menjaga modal sosial di masyarakat melalui aktivitas bersama .

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Muhajir Effendy mengapresiasi praktek keberagaman yang dikembangkan SMA De Britto yang sesuai Dengan rencana pendidikan Indonesia ke Depan yaitu melalui sistem zonasi dan menghargai keunikan setiap siswa di sekolah.

“Keberagaman yang dikembangan Kolese De Britto itu sebenarnya merupakan bagian dari rencana strategis (pemerintah)dalam reformasi pendidikan. Anak harus dihargai keunikannya dan keistimewaanya. Pada dasarnya setiap anak punya keistimewaan, guru yang cerdas pasti bisa menggali keistimewaan yang terpendam itu. Dan itu tugas sekolah”, kata Menteri Pendidikan Muhajir menambahkan.