Lima Orang Pelaku Mesum di Vonis Hukuman Cambuk

Lima orang yang dinilai melakukan perbuatan mesum dan melanggar hukum Islam di Aceh, divonis hukum cambuk awal pekan lalu.

“Nur Fadilah binti Basirun telah melakukan jamilah ihtilat, melanggar pasal 25 Qanun Aceh No.6/2014 dengan hukuman cambuk di depan umum dengan 23 kali cambuk. Berdasarkan surat hasil pemeriksaan kesehatan, terpidana dinyatakan sehat. Algojo siap? Dimulai dari 1, 2, 3 – dst sampai 23. Selesai.”

Nur Fadillah, staf salah satu hotel di Banda Aceh, tidak kuasa menahan tangis ketika menjalani hukuman cambuk di halaman Masjid Baitul Musyahadah, Banda Aceh, 29 Oktober lalu.

Reporter Radio Antero Banda Aceh, melaporkan Nur Fadillah dan manajer hotel Firman Syahputra divonis bersalah oleh Mahkamah Syariah Banda Aceh karena melakukan perbuatan ikhtilat atau bercumbu.

Keduanya digerebek warga Desa Ateuk Munjeng pada 13 September lalu karena diduga melakukan perbuatan mesum di kamar hotel tempat keduanya bekerja. Mereka sempat diarak keliling musholla dan dimandikan air comberan, sebelum diserahkan kepada polisi syariah.

Hukuman cambuk
Hukuman cambuk terhadap salah seorang dari lima orang yang diduga melakukan perbuatan asusila di Banda Aceh, 29 Oktober 2018. (Courtesy: Radio Antero Bd. Aceh).

Dalam sidang, yang dilakukan secara terpisah, Nur Fadilah divonis 24 hukuman cambuk, sementara Firman Syahputra divonis 30 hukuman cambuk; tetapi ketika hukuman dilaksanakan, masing-masing dikurangi dua cambukan karena sudah menjalani hukuman penjara selama dua bulan.

Baca juga   Wuihhh #RaisaMeetSutopo Jadi Trending Topik

Sanksi sosial dengan diarak keliling desa dan dimandikan air comberan, hingga dijatuhi hukuman cambuk juga dialami Siska (bukan nama sebenarnya, red.) beberapa waktu lalu. Ia juga sempat dimintai uang jika tidak ingin tuduhan terhadapnya diteruskan ke Mahkamah Syariah.

“Pertama dari rumah kami ditangkap dibawa ke meunasah, disiram air comberan sama warga. Lalu dijemput Polsek Lambaro, baru dilimpahkan ke WA (wilayatul hisbah atau polisi syariah, red).

Waktu warga sempat ajak damai dengan meminta uang satu juta dan dua ekor kambing, kami tidak setuju karena merasa tidak bersalah, jadi akhirnya kami dilimpahkan di WH. Di sana kami ditahan selama 15 hari,” tuturnya.

Dengan bantuan beberapa pengacara, Sinta berupaya mencari keadilan di Mahkamah Syariah, tetapi tidak membuahkan hasil. Hakim tetap menyatakan bahwa ia bersalah dan menjatuhkan vonis tujuh kali cambuk.

Aceh

Hakim Tinggi Mahkamah Syariah Aceh Zulkifli Yus mengatakan hakim mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan dan surat dakwaan jaksa.

“Ancaman hukuman itu berdasarkan surat dakwaan jaksa.Pertama jaksa membuat dakwaan dan pada akhir pemeriksaan di tingkat pertama, ia mengajukan tuntutan, misalnya terhadap orang yang melakukan pelecehan seksual terhadap anak adalah tazir 90 kali dalam Qanun.

Baca juga   FKUB Diminta Mensosialisasikan 9 Arahan Pemerintah

Tetapi bisa jadi dituntut oleh jaksa dengan 80 kali cambuk, atau 60 atau 45. Hakim melihat berdasarkan fakta yang ada di persidangan, dan berdasarkan berat ringan perbuatan yang dilakukan. Putusan nanti tergantung penilaian hakim, biasanya dijatuhi hukuman cambuk karena Qanun mengamanatkan hukuman cambuk,” ujar Zulkifli.

Seorang pria gay yang melakukan hubungan seksual sesama jenis menerima hukuman cambuk di Banda Aceh, 13 Juli 2018 lalu.
Seorang pria gay yang melakukan hubungan seksual sesama jenis menerima hukuman cambuk di Banda Aceh, 13 Juli 2018 lalu.

Walikota Banda Aceh Aminullah Usman mengatakan tidak akan memberi ruang sedikit pun kepada siapapun yang melanggar syariat Islam.

“Sebagaimana komitmen di kota Banda Aceh, kita akan memberi ruang sedikit pun terhadap mereka yang melanggar syariah.

Jadi setiap yang melanggar syariah dan ditangkap akan dihukum cambuk. Dan saya berharap pada masyarakat, karena kita ada di daerah yang melaksanakan hukum Islam, marilah kita saling bahu membahu memperkuat penegakkan syariah Islam.

Jangan coba-coba melanggar. Kita tidak ada persoalan dengan siapapun yang hadir kesini, asal tidak melanggar syariah Islam. Tetapi jika melanggar syariah Islam, pasti dihukum,” tandas Aminullah.

 

Portal Berita Online Harian Menyajikan Informasi Kalimantan Barat, Nasional,Internasional, Bisnis,Teknologi, Traveling,Budaya, Gaya hidup,Kesehatan, Kuliner, olahraga, Film, Musik, dibangun melalui inovasi dan teknologi terkini.