Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menyampaikan perihal tentang Logistic-Base ketika diwawancarai VOA Minggu malam (7/10).

“Saya bawa kasus Palu menjadi model penanganan gempa dan pendanaannya bagaimana. Khan saya sudah pernah bilang sama kamu bagaimana kita sedang berpikir buat logistic-base di Medan, Bangka-Belitung, Surabaya, Makassar; yang gempanya kurang.

Kita siapkan pendanaannya. Karena kita hidup di ring of fire, jadi tentu gempa yang besar dapat saja terjadi. Nah, kita bawa gagasan ini ke IMF-WB Meeting agar menjadi suatu model, bagaimana kita meng-asuransi-kan hal ini sehingga negara-negara maju lain yang ingin membantu, dapat membantu. Ini menjadi suatu sistem yang baru yang akan kita bahas dalam pertemuan nanti.”

Lebih jauh Luhut, yang menjadi Ketua Panitia Nasional Penyelenggara Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018, mengatakan bahwa Indonesia sudah menyiapkan anggaran untuk skema ini, “tetapi jika semua kita handle sendiri khan berat juga ke depan nanti. Jadi kita ajak negara-negara maju ikut membantu kita.” Sebelumnya Luut menyebut angka 22 triliun dalam satu tahun untuk menanggulangi bencana, atau satu persen dari APBN tahun ini.

Baca juga   Prof Sarwidi Bikin Rumah Skalatis, Bangunan Tahan Gempa

Lagarde Ditemani Beberapa Pejabat Indonesia Datang ke Lombok

Senin pagi, Luhut bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani, Direktur Bank Indonesia Perry Warjiyo dan Direktur Eksekutif IMF Christine Lagarde datang ke Desa Guntur Macan di Lombok, salah satu desa terdampak gempa yang terparah pasca serangkaian gempa Juli-Agustus lalu. “Saya datang kesini untuk menunjukkan bahwa kami tidak melupakan Lombok. Bukan karena ada gempa di Sulawesi, kami jadi lupa. Presiden juga akan disini (Lombok.red) setelah dari Bali,” ujar Luhut ketika bertemu sejumlah korban gempa.

Lagarde dalam kesempatan itu mengatakan ia membawa sumbangan sebesar dua miliar rupiah dari para karyawan IMF, untuk korban gempa di Lombok dan Palu.

Direktur Eksekutif IMF Christine Lagarde sampaikan bantuan sumbangan dari staf IMF yang berjumlah 2 miliar dolar untuk korban gempa di Lombok dan Palu, ketika berkunjung ke Palu, Senin (8/10). ((Foto courtesy: Menko Kemaritiman)
Direktur Eksekutif IMF Christine Lagarde sampaikan bantuan sumbangan dari staf IMF yang berjumlah 2 miliar dolar untuk korban gempa di Lombok dan Palu, ketika berkunjung ke Palu, Senin (8/10). ((Foto courtesy: Menko Kemaritiman)

BNPB : Lombok dalam Masa Transisi Darurat ke Pemulihan

Baca juga   Sejumlah Pasal dalam Revisi KUHP Dinilai Mengancam Kebebasan Pers

Badan Nasional Penanggulangan dan Bencana BNPB telah menetapkan Lombok kini berada dalam masa transisi darurat ke pemulihan. Hingga 1 Oktober 2018, 564 orang meninggal dan 1.584 orang luka-luka akibat serangkaian gempa gempa di Lombok. Sementara jumlah rumah yang rusak mencapai 167.961 rumah.

Sementara di Palu dan Donggala, sedikitnya 1.948 orang meninggal dan 10.679 luka-luka akibat gempa dan tsunami 28 September lalu. [em]

Portal Berita Online Harian Menyajikan Informasi Kalimantan Barat, Nasional,Internasional, Bisnis,Teknologi, Traveling,Budaya, Gaya hidup,Kesehatan, Kuliner, olahraga, Film, Musik, dibangun melalui inovasi dan teknologi terkini.