Pengusaha Harapkan ada Fitur Baru di Sistem OSS

Dengan kemajuan teknologi saat ini seharusnya pemerintah dapat melayani masyarakat lebih praktis, efesien dan cepat. Pelayanan kepada masyarakat yang cepat merupakan kunci keberhasilan dari tata kelola pemerintahan.

Terlebih bagi para pengusaha – mereka membutuhkan pelayanan cepat seperti perolehan izin usaha maupun perubahan izin usaha.


Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution resmi meluncurkan sistem perizinan terintegrasi secara elektronik online
courtesy liputan6.com

Beruntungnya, Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian telah membuat terobosan yakni dengan menerapkan pelayanan perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik atau Online Single Submission (OSS).

Diketahui, OSS tersebut terlebih dahulu akan menerbitkan NPWP setelah itu barulah melalui sistem OSS akan menerbitkan Nomor Induk Berusaha (NIB) berupa 13 digit angka acak yang diberi pengaman dan disertai dengan tanda tangan elektronik.

Sejauh ini sistem OSS tersebut tidak ada masalah bahkan dapt membantu para pengusaha untuk mendapatkan izin usaha secara cepat dengan dikeluarkannya BIN melalui OSS tersebut.

Namun, fitur yang ada di sistem OSS tersebut belum sepenuhnya tersedia sehingga pengerjaannya pun harus kembali manual. Dalam memproses dokumen perubahan misalnya pemohon harus mengajukan lewat email dan menunggu email balasan dari admin sistem OSS untuk proses selanjutnya.

Pemohon yang hendak mengganti perubahan struktur perusahaan kesulitan untuk mengajukannya. Hal ini disebabkan belum adanya “fitur perubahan dokumen” di sistem OSS tersebut.

Jalan keluarnya adalah pemohon harus mengirimkan permohonan pergantian struktur melalui email namun setelah mengirimkan melalui email, balasan dari admin OSS belum ada respon.

Salah seorang pengusaha yang tidak mau disebutkan namanya merasakan “kelambanan respon” admin sistem tersebut. “Padahal saya sudah kirim email ke OSS namun selama dua minggu ini belum ada balasan juga,” katanya.

Menurutnya, permasalahan yang dihadapinya saat ini adalah pihaknya akan mengubah struktur yang ada di perusahaannya. Namun, saat hendak mengubahnya melalui sistem OSS tersebut tidak terdapat fitur perubahan.

“Saya disarankan untuk mengirimkan melalui email dan saya sudah email namun belum ada balasan sampai sekarang,” ujarnya.

Dia berharap di sistem OSS tersebut nantinya sudah ada fitur yang diperlukan para pemohon seperti fitur perubahan. “Sehingga tidak manual lagi, kan sistem dari pusat sudah bagus, tersistem dan terintegrasi,” pungkasnya.