Pose 1 jari Luhut dan Sri Mulyani Tuai Polemik

 

Beredar Video yang mengabadikan momen koreksi jari oleh Sri Mulyani menjadi viral dan menuai polemik. Dalam video yang disiarkan di program Kabar Petang TvOne, permintaan Sri Mulyani agar pose Christine Lagarde dan Jim Yong Kim terdengar jelas disebabkan microfon yang masih menyala.

Pose 1 jari Luhut dan Sri Mulyani Tuai Polemik

 

Kelima orang tersebut saling bergandengan tangan sambil melempar tawa. Namun polemik terus mencuat lantaran pose foto dengan satu jari dinilai sebuah kampanye untuk pasangan capres-cawapres nomor urut satu Joko Widodo dan Ma’aruf Amin.

Dilansir dari laman kumparan, Komisioner Bawaslu RI Ratna Dewi Pettalolo mengatakan, sosialisasi terkait aturan pemilu ke pejabat negara memang belum dilakukan.

Namun, setingkat pejabat negara seharusnya sudah memahami aturan dalam Undang-undang Pemilu.

“Ya saya kira Undang-undang (Pemilu) ini kan jelas sudah mengatur tentang itu dan banyak belajar dari pemilihan Kepala Daerah kemarin kan sebenarnya juga banyak Kepala Desa ya Bupati yang kemudian diproses,” kata Ratna saat dihubungi, Kamis (18/10).

Baca juga   Pasca Gempa, Pekerja Bantuan Asing Keluar

Menurutnya, dalam Undang-undang Pemilu tertulis aturan untuk pejabat negara tidak akan melakukan imbauan terkait kampanye yang menguntungkan salah satu calon.

Seperti pose jari yang menunjukkan paslon tertentu atau kampanye secara vulgar dengan memanfaatkan sejumlah fasilitas negara.

“Kalau diketentuan Undang-undang (Pemilu) kan pejabat negara itu kan tidak boleh melakukan ajakan himbauan yang mengarah kepada itu kegiatan kampanye dan tidak boleh melakukan tindakan yang menguntungkan dan merugikan pasangan calon,” kata Ratna.

Luhut dan Sri Mulyani dilaporkan ke Bawaslu karena diduga melanggar aturan kampanye. Menurut Timses Prabowo-Sandi, Luhut mengarahkan Direktur IMF Christine Lagarde dan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim mengacungkan salam satu jari dalam penutupan pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia di Bali, Senin malam (15/10).

Seperti dikutip Tribunnews.com, Luhut menjelaskan bahwa pose satu jarinya itu ia maksudkan untuk menjelaskan kepada pimpinan IMF bahwa Indonesia itu satu.

Baca juga   Sri Mulyani Menjawab Kritik Tentang Utang Pemerintah

Karena sebelumnya, Luhut mengaku telah mengatakan kepada Christine Lagarde mengenai simbol kesatuan Indonesia itu.

“Oo, itu sih, kan saya bilang Indonesia nomor satu. Kan dia yang bilang, jadi saya bilang begini (sambil menunjukkan pose satu jari),” ujar Luhut.

Sedangkan untuk tawa yang terdengar usai pose foto tersebut, Luhut mengatakan, kejadian itu berlangsung karena adanya perbedaan persepsi soal pengertian dua jari dari satu jari.

Usai menjelaskan kepada Christine Lagarde, Luhut dan yang lainnya pun malah tertawa. “Dia bilang victory. Victory different, hahah makanya kami ketawa lepas,” sambungnya.(gnr)

 

Portal Berita Online Harian Menyajikan Informasi Kalimantan Barat, Nasional,Internasional, Bisnis,Teknologi, Traveling,Budaya, Gaya hidup,Kesehatan, Kuliner, olahraga, Film, Musik, dibangun melalui inovasi dan teknologi terkini.