Presiden Amerika Donald Trump mengisyaratkan kesediaan untuk berkompromi dalam beberapa isu imigrasi

Presiden Amerika Donald Trump mengisyaratkan kesediaan untuk berkompromi  dalam beberapa isu imigrasi

GENCIL.NEWS – Presiden Amerika Donald Trump telah mengisyaratkan kesediaan untuk berkompromi  dalam beberapa isu imigrasi sehingga ia bisa merampungkan RUU imigrasi.  Trump hari Selasa (9/1) bertemu dengan anggota Kongres dari kedua partai untuk membahas isu keamanan perbatasan, perlindungan imigran berusia muda yang tidak memiliki status resmi di Amerika, migrasi berantai dan program lotere visa.

Zlatica Hoke melaporkan, setelah serangkaian pertemuan pertama tentang imigrasi, kedua pihak menyampaikan harapan bahwa mereka bisa mencapai kesepakatan.

Pertemuan itu dipusatkan pada bagaimana menangani sekitar 800 ribu imigran berusia muda yang tidak memiliki status legal di Amerika.  Mereka tidak dideportasi karena dilindungi oleh program yang dikenal sebagai DACA “Deferred Action for Childhood Arrivals” atau “Penangguhan Tindakan terhadap Anak-Anak Imigran Ilegal,” hingga Trump mengakhiri program itu tahun lalu.  Hari Senin lalu (8/1) Trump juga mengakhiri “Temporary Protective Status” atau “Status Perlindungan Sementara” bagi (200,000 ?) imigran asal El Salvador.  Trump juga ingin mengakhiri program lotere visa, yang memperbolehkan pemohon yang terpilih secara acak untuk bermigrasi ke Amerika.  Tetapi hari Selasa, Trump mengisyaratkan bahwa ia bersedia berkompromi agar bisa mendapat RUU imigrasi permanen.

Apa yang disebut Trump dan banyak warga Amerika lainnya   sebagai “migrasi berantai”, bagi warga lain dianggap sebagai menyatukan kembali imigran dengan anggota keluarga yang tertinggal.  Faksi Demokrat telah menentang diakhirinya DACA, tetapi setelah pertemuan hari Selasa mengatakan masih ada kesempatan untuk berkompromi.

Trump mengatakan ia ingin memulai pembangunan tembok di perbatasan selatan Amerika untuk memenuhi salah satu janji utama kampanyenya.  Proyek itu sekarang merupakan bagian dari perundingan yang lebih luas tentang keamanan perbatasan Amerika.  (em/ii)

GENCIL.NEWS AUDIO