Riset yang dilakukan Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) menunjukkan elektabilitas Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden 2019 masih kuat dibanding kandidat lain.

Pemilu 2019 akan istimewa karena pemilihan legislatif dan pemilihan presiden akan dilangsungkan secara bersamaan. Meskipun pesta demokrasi itu baru digelar sekitar 1,5 tahun lagi, Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) telah mengadakan survei nasional mengenai beragam kemungkinan dalam hajatan nasional itu.

Joko Widodo sebagai calon presiden dalam kampanye pilpres 2014, berlari di panggung setelah berpidato di depan pendukungnya di Gelora Bung Karno, 5 Juli 2014. (Foto:dok)

SMRC melakukan jajak pendapat atas 1.200 responden pada 7-13 Desember 2017, dengan metode wawancara tatap muka. Namun dari jumlah responden itu hanya 1.059 yang bisa diwawancarai. Responden mewakili semua segmen: penduduk desa dan kota, semua agama, lelaki dan perempuan, serta seluruh etnis, dengan tingkat kepercayan 95 persen.

Baca juga   RI Berpotensi Kembangkan IKM dengan Teknologi Digital

Direktur Eksekutif SMRC Djayadi Hanan mengatakan jajak pendapat terbaru SMRC ini menunjukkan 38,9 persen responden secara spontan menyatakan akan memilih Presiden Joko “Jokowi” Widodo kalau pemilihan dilangsungkan ketika wawancara dilakukan.

“Di Desember 2017, kami menanyakan top of mind tentang siapa yang akan dipilih sebagai presiden kalau pemilu presiden sekarang, 38,9 persen Pak Jokowi. Ini persis sama yang kami temukan September. Pak Prabowo menurun sedikit, dilanjutkan oleh SBY, Gatot Nurmantyo, Anies Baswedan,” kata Djayadi dalam jumpa pers di kantor SMRC, Selasa (2/1).