Jerman memenangkan persaingan untuk menjadi tuan rumah turnamen Piala
Eropa 2024, menyingkirkan Turki. Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA)
memilih Jerman karena dianggap sebagai pilihan aman daripada Turki.

“Kami akan melakukan yang terbaik untuk memenuhi harapan kami,” kata
Reinhard Grindel, presiden Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB), setelah
pengumuman pemenang di markas UEFA di Swiss, seperti dikutip kantor
berita AFP.

Kondisi politik, kesatuan nasional, dan penghormatan pada hak-hak
asasi manusia di Turki, menjadi tema-tema utama yang diusung dalam
kampanye untuk menjadi tuan rumah gelaran bergensi sepak bola Eropa.

Namun, akhirnya Jerman tetap unggul.

Baca juga   ASEAN Sepakat Dorong Pembangunan Berkelanjutan

Dalam pemungutan suara kemarin, Jerman, yang sudah jadi favorit,
menang telak. Jerman mengantongi 12 suara anggota komite eksekutif UEFA,
empat suara untuk Turki, dan satu abstain.

UEFA menganggap Jerman lebih siap karena sudah memiliki kelengkapan
untuk menjamin kesuksesan turnamen tersebut, mulai dari stadion, hingga
infrastruktur, dan hotel.

Jerman menjadi tuan rumah Piala Dunia pada 2006, tapi belum pernah
menjadi tuan rumah Piala Eropa sebagai satu negara kesatuan. Jerman
Barat menggelar turnamen ini pada 1988, sebelum Tembok Berlin
diruntuhkan. [ft]