Lapakmuslimah, Hanya dengan Facebook Omsetnya Rp 200 Juta Sebulan

Lapakmuslimah, Hanya dengan Facebook Omsetnya Rp 200 Juta Sebulan

GENCIL NEWS – Membangun bisnis di era digital saat ini gampang-gampang susah, ditambah lagi banyak bermunculan para pebisnis “new comer’ yang mencoba merambah dunia online sehingga ceruk pasar makin sempit. Jika tidak dibarengi dengan strategi marketing yang kreatif dan mumpuni, kemungkinan suksesnya makin kecil.

Namun, peluang bisnis online masih terbuka lebar bagi Anda yang mau menjajalnya. Bagi kaum hawa (ibu-ibu), bisnis online dinilai pas dan digandrungi saat ini, sebab tidak harus pulang pergi menerobos macetnya jalanan ibu kota. Di samping itu, mereka bisa mengatur waktu dengan leluasa. Dapat duit tapi tidak mengurangi perannya sebagai ibu dan istri di rumah.

Hal itu telah dibuktikan oleh Gellis Firdha Auliana, ibu rumah tangga yang tinggal di Kubu Raya Kalimantan Barat dengan mendirikan Lapakmuslimah.com. Bisnis onlinenya ini hanya dijalankanya di rumah dengan dibantu oleh suaminya – yang tidak disangka-sangka bisa sukses padahal terbilang baru, berjalan setahun.

Sesuai namanya, Lapakmuslimah.com banyak menjual produk-produk muslimah seperti hijab, khimar, gamis, baju renang muslimah, celana dalaman gamis, jas hujan muslimah, mainan anak sampai jual pulsa dan token listrik. Diakui Gellis, penamaan “lapak” ini sengaja dilabelinnya karena dia ingin konsumen mengingatnya sebagai produk yang terjangkau namun dari segi kualitas dapat bersaing.

Sebelum mendirikan Lapakmuslimah, Ibu satu anak ini pernah menjajal bisnis catering dan kue lapis, namun bisnis tersebut terlalu menyita waktunya hingga akhirnya dia memutuskan masuk ke bisnis fashion muslimah. “Fashion muslimah walaupun banyak yang menekuni tapi pembelinya selalu banyak,” ujarnya.

Keputusanya tersebut terbukti, setelah menekuni bisnis yang didirikannya pada tahun 2016 hingga sekarang menuai sukses. Menariknya, produk-produk yang dijual di Lapakmuslimah bukanlah produk buatannya melainkan membelinya dari Jakarta.

Selain ada di online, Lapakmuslimah juga mempunyai toko fisik. Diakui Gellis, toko ini disediakan bagi konsumen yang ingin membeli langsung karena masih khawatir dengan transaksi online. Di samping itu, berfungsi sebagai display produk-produk yang dijualnya.

Menurut wanita berusia 23 tahun ini, strategi marketing yang dilakukan pertama kali untuk Lapakmuslimah hanya melalui BBM dan akun Facebook pribadinya. Caranya, dengan memanfaatkan friend list BBM dengan selalu meng-update status minimal lima kali dalam sehari.

Diakui Gellis, saat menggunakan BBM dan akun Facebook pribadi, ia tidak melulu berjualan – yang dilakukanya adalah melakukan sharing terlebih dahulu baru kemudian berjualan. Menurutnya, BBM maupun akun Facebook pribadi lebih bagus untuk berjualan karena trust konsumen sudah terbangun terlebih dahulu.

“Kalau BBM lebih intim, mereka merasa dekat dengan kita sehingga tingkat kepercayaannya makin kuat, konversi ke penjualannya akan lebih gampang,” katanya.

Hasilnya pun terasa, omset yang didapat melalui channel BBM saat itu bisa Rp 200 ribu per hari. “Yang pasti sehari bisa Rp 200 ribu,” ungkapnya.

Saat ini, strategi yang dilakukanya adalah dengan tiga cara, open reseller dan open marketer. Bedanya, reseller Lapakmuslimah berbayar kemudian akan dibimbing terlebih dahulu olehnya sedangkan marketer tidak ada bimbingan sama sekali, karena mereka hanya membantu mempromosikan saja lalu mendapatkan komisi. Terakhir, Gellis menggunakan Facebook Ads.

Masih menurut wanita yang pernah berprofesi jadi guru ini, ia melakukan Facebook Ads pada awal Januari 2017 lalu dan hasilnya signifikan. Omsetnya naik terus. Awal menggunakan Facebook Ads sempat boncos alias tidak menghasilkan. Namun, selanjutnya malah kebanjiran order. Diakuinya, dengan budget Rp 200 ribu, dia bisa menghasilkan Rp 10 juta dalam waktu seminggu.

Uniknya lagi, pembeli Lapakmuslimah malah dari Jakarta padahal produknya diambil dari Jakarta. Selain Jakarta, pembeli berasal dari Surabaya, Cilacap, Cirebon dan masyarakat Kota Pontianak itu sendiri. Diakuinya, setelah melakukan Facebook Ads omsetnya kini sudah mencapai Rp 200 juta dalam sebulan.

Menurutnya, prinsip berjualan di dunia online adalah membangun trust terlebih dahulu dengan cara sharing-sharing terlebih dahulu, tidak langsung jualan. Membangun trust bisa melalui akun Facebook pribadi lalu diarahkan ke Fan Page. Hal yang penting lagi adalah penyajian gambar dan copy writingnya harus bagus. Karenanya, pebisnis online harus bisa memotret dan mengolah kalimat yang menjual.

Strategi berjualan di Facebook

Facebook merupakan channel digital yang sudah terbukti hasilnya dalam menjual berbagai produk. Namun, diperlukan strategi/teknik mumpuni agar langkah tersebut membuahkan hasil. Dalam melakukan strategi jualan melalui saluran Facebook, Gellis memberikan tips, antara lain; pertama, jangan pernah berhenti promosi, apapun produknya selalu lakukan promosi. “TIdak ada penjualan tanpa promosi,” katanya.

Kedua, sering-sering berbagi, misalnya memberikan ebook gratis dan artikel bisnis cara meningkatkan omset, sehingga konsumen akan aware terhadap kita. Ketiga, lihat peluang dan momen. Misalnya saja ada momen Ramadhan maka sebaiknya juallah yang sedang nge-hit seperti kurma. “Kita jual apa yang kita makan,” ungkapnya semangat. Keempat, kalau berbagi jangan tanggung-tanggung artinya banyak sedekah.

Gellis pun memberikan pesan kepada para pebisnis online pemula, jangan takut untuk melakukan langkah pertama dan jangan pernah berhenti belajar walaupun sudah sukses. Sehingga ilmu yang dimiliki pebisnis akan terus terupgrade. Tidak dipungkiri, yang membedakan kesuksesan seseorang dalam berbisnis, disebabkan ilmu yang dimilikinya yang selalu terupgrade seperti ilmu tentang Facebook Ads, ilmu copy writing, dan lain sebagainya.

“Jangan ragu untuk investasi ke atas (otak) artinya banyak belajar dan jangan fokus pada hambatan tapi lihatlah peluang, ujar Gellis menutup obrolan. 

………………..

Artikel ini telah dimuat dan diterbitkan di Majalah Kawasan, PONTIANAKINFO edisi Juli 2017. Ditulis seperti naskah aslinya tidak ada penambahan maupun pengurangan.