Dikenai Sanksi Awal, Lion Air Mengaku Siap Terima Sanksi Apapun

Terkait peristiwa jatuhnya pesawat lion air JT610 pada 29 Oktober lalu, Kementrian Perhubungan memberikan sanksi awal pada mascapai berlogo singa tersebut pada sabtu, (30/10/18).

Sanksi tersebut berupa inspeksi dengan memeriksa 8 pesawat milik lion air yang akan dilakukan selama sepekan.

Menurut Budi Karya Sumadi, inspeksi tersebut merupakan salah satu bentuk sanksi awal karena pesawat yang diperiksa tidak akan mendapat izin terbang selama sepekan.

“Kita menginspeksi pesawat-pesawat itu untuk keperluan klarifikasi, apakah pesawat itu cukup baik atau tidak masalah. Itu bagian dari sanksi nama dan kesempatan menggunakannya. Nah dari klarifikasi ini akan kita sampaikan ke KNKT, dan KNKT akan berusaha cepat untuk menetapkan siapa yang akan menerimanya,” jelas Budi Karya Sumadi seperti dikutip dari Voaindonesia.com

Baca juga   13 tentara AS terluka dalam kecelakaan di Lituania

Menurut Budi, Komite Nasional Keselamatan Transportas (KNKT) sampai saat ini masih belum bisa memberikan sanksi final.

Namun menurutnya, sanksi final tersebut bisa dikenakan kepada siapa saja. Baik itu kru, maupun jajaran direksi.

Menanggapi sanksi awal tersebut, Managing Director Lion Air Group, Daniel Putut Kuncoro seperti dikutip dari Voaindonesia.com mengaku siap untuk segala sanksi yang akan diberikan.

Daniel mengaku, pihaknya pun telah memberikan segala informasi yang dibutuhkan mengenai pesawat yang mengalami insiden tersebut kepada KNKT.

Upaya melakukan koordinasi dengan pihak Boeing selaku produsen pesawat pun telah dilakukan. Rencananya, diskusi dan koordinasi tersebut akan dilakukan siang ini.

“Tim Boeing sedang dalam perjalanan dari Amerika ke sini. Besok akan duduk dengan kami, tentunya kami juga banyak pertanyaan kepada mereka. mengapa, ada apa, pesawat baru. Kami undang mereka datang ke sini, rencananya jam 1 siang sampai. Kami akan coba koordinasi dengan mereka,” jelas Daniel Putut seperti dikutip Gencil.news dari Voaindonesia.com.