GENCILNEWS – Ketua Forum Komunikasi Tradisi Meriam Karbit Seni dan Budaya Pontianak, Fajriudin Anshary menjelaskan, ratusan meriam tersebut tersebar di 49 titik. Meriam-meriam itu terbagi menjadi dua sisi, yakni di sepanjang pinggir Sungai Kapuas wilayah Pontianak Timur sebanyak 181 meriam dan tepian wilayah Pontianak Selatan-Tenggara 114 meriam.

“Festival Meriam Karbit ini menjadi agenda tahunan sebagai upaya untuk mempertahankan nilai-nilai kebudayaan dan historis berdirinya Kota Pontianak,” sebutnya.

Ditambahkannya, nilai kebudayaan peninggalan Kesultanan Pontianak ini harus terus dikembangkan, dipelihara dan dilestarikan. Peran pemuda dalam hal ini besar lantaran mereka generasi penerus yang akan melanjutkan kepemimpinan. Pemuda yang tak kenal budayanya, bisa saja kehilangan dasar dalam mengambil keputusan di masa yang akan datang.

Baca juga   Kepala BKD Pontianak Inginkan Bedah RAPBD Pontianak 2018 Jadi Contoh Di Kalbar

“Sekaligus sebagai filterisasi dalam membentengi diri dalam perubahan yang begitu global,” cetus Fajriudin.

Permainan meriam karbit memiliki sejarah yang erat kaitannya dengan Sultan Syarif Abdurachman Alkadri semasa membangun wilayah kesultanannya.

Kala itu, tradisi membunyikan meriam karbit digunakan untuk menakut-nakuti para perompak, binatang buas yang bersembunyi di hutan belantara, serta konon menurut salah satu legenda yang diyakini oleh masyarakat Pontianak, bunyi meriam juga digunakan untuk mengusir hantu kuntilanak yang dianggap sebagai penghambat dalam proses pembangunan Masjid Jami’ beserta Istana Kadriah.

Meriam karbit merupakan permainan tradisional dan budaya masyarakat di Kota Pontianak, terbuat dari sebatang pohon kayu dengan panjang antara 4 – 7 meter dan berdiameter 40 – 100 centimeter.

Baca juga   Wow Ulos Mendapat Pujian di Pertemuan IMF

Sebagai bahan bakarnya menggunakan karbit. Ketika sudah mencapai titik didih dalam waktu beberapa menit, maka meriam karbit siap disulut.

Hasil sulutan itu menghasilkan bunyi dentuman yang menakjubkan bahkan pada radius 2 – 10 kilometer. Dalam jarak tidak begitu jauh, suara dari meriam karbit terasa getarannya di rumah-rumah sekitarnya. Menyulut meriam karbit merupakan sensasi tersendiri bagi siapa saja yang tertarik merasakan dentumannya. (all)

Portal Berita Online Harian Menyajikan Informasi Kalimantan Barat, Nasional,Internasional, Bisnis,Teknologi, Traveling,Budaya, Gaya hidup,Kesehatan, Kuliner, olahraga, Film, Musik, dibangun melalui inovasi dan teknologi terkini.