GENCILNEWS -Kasus Joke Bomb Frantinus Nirigi yang terjadi di Pesawat Lion Air pada Mei 2018 lalu dan sempat membuat viral warga media sosial kembali mencuat.

Kali ini, pihak Frans, mahasiswa Untan asal Papua itu mengajukan pra peradilan di Pengadilan Negeri Pontianak.

Meski telah terjadual untuk melakukan sidang perdana pada Jumat pagi, sidang akhirnya ditunda karena pihak terdakwa dalam hal ini Kementrian Perhubungan dan Polresta Pontianak tidak hadir.

Sidang perdana Pra Peradilan ini dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Rudi Kendarto dan ditunda hingga Jumat depan.

“Kita saksikan bersama bahwa pihak yang digugat tidak hadir dalam sidang pra peradilan ini sehingga sidang kita tunda hingga Jumat depan,” ungkapnya kepada wartawan, Jumat (3/8/2018)

Ketidakhadiran pihak tergugat diakuinya sesuai dari hasil yang diterima Panitera, bahwa keduanya baik termohon maupun pemohon Praperadilan sudah menerima surat panggilan tersebut namun tidak hadir.

Baca juga   Kacamata Pintar Bantu Penyandang Tuna Rungu Nikmati Teater

“Untuk itu majelis memberikan kesempatan untuk melakukan penundaan, dan kita tidak membacakan gugatan permohonan Praperadilan, namun pemohon akan membacakan setelah sidang pada Jumat mendatang,” tegasnya.

Hakim Rudi Kendarto mengakui sebelum jadual sidang ditetapkan pihaknya telah melakukan panggilan terhadap terdakwa yaitu Kementrian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan Kapolresta Pontianak Kota.

“Alasan tidak hadir karena kedua pihak masih berkoordinasi dengan pimpinannya di instansi masing masing sesuai mekanisnye yang ada pada birokrasi pemerintahan,” tuturnya.

Namun, ia kembali menjelaskan jika sidang selanjutnya kedua pihak tetap tidak hadir, proses hukum akan tetap berjalan.

“Tidak bisa ditunda karena yang namanya pra ini kan mestinya tujuh hari sudah diputuskan perkaranya,” katanya lagi.

Baca juga   Festival Meriam Karbit 2017 Kota Pontianak, Terlaksana Meriah

Perwakilan pemohon pada sidang Pra Peradilan melalui Kuasa Hukum Franstinus Nirigi, Andel SH menjelaskan pihak Frans melakukan upaya Pra Peradilan ini dikarenakan pihaknya menilai penangkapan Franstinus Nirigi tidak sah.

“Dan tidak memiliki kekuatan hukum karena penerapan pasalnya adalah penerapan pasal khusus,” jelasnya.

Andel menambahkan pihaknya akan tetap menunggu hingga Jumat depan untuk menyampaikan materi maupun bukti ke Majelis Hakim.

Karena hal tersebut diatur dalam undang-undang khusus, bukan undang-undang umum. Yaitu peristiwa yang terjadi dalam pesawat Lion Air itu masuk dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang penerbangan.

“Berarti ini kan salah prosedur untuk melakukan penahanan,” pungkasnya.(dpw)

Portal Berita Online Harian Menyajikan Informasi Kalimantan Barat, Nasional,Internasional, Bisnis,Teknologi, Traveling,Budaya, Gaya hidup,Kesehatan, Kuliner, olahraga, Film, Musik, dibangun melalui inovasi dan teknologi terkini.