TNI Miliki Cyber Antisipasi Hoax

TNI juga memiliki satuan cyber untuk mengantisipasi sebaran berita bohong atau hoaks. Asisten Inteldam XII/TPR Kolonel TNI Wulang mengakui akan hal itu.

“Karena berita yang benar atau tidak mempunyai tujuan, lazimnya, berita benar tujuannya positif, sementara itu berita tidak benar tujuannya negative.

Kami juga punya satuan untuk mengantisipasi berita bohong, dan itu sama seperti kepolisian,” ungkap Wulang dalam sela-sela diskusi saat Sarasehan bersama Hoax Crisis Center (HCC) Kalimantan Barat Bertema Hoaks dan Ujaran Kebencian Ancaman Keberagaman di Kalimantan Barat, baru-baru ini.

Menurutnya sebab pelaku bisa dikejar dan dikenakan sanksi pidana. “Teknologi sekarang sudah canggih sehingga pelaku bisa dikejar dan ditindak,” tegasnya.

Ia menilai setiap orang punya kekuatan untuk menangkal hoaks. Menurutnya kecanggihan teknologi pada gadget yang dipegang bisa menjadi kekuatan untuk menangkal hoaks.

“Gunakan gadget sebagai kekuatan karena setiap orang punya teman dimana-mana. Gunakan itu untuk menyadarkan teman-teman agar tidak menyebarkan hoaks,” tuturnya.

Rektor Universitas Tanjungpura, Prof Dr Thamrin Usman DEA  menilai seharusnya kecanggihan teknologi tidak dimanfaatkan untuk mengadu domba.

“Teknologi bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya dan bukan untuk adu domba. Guna IT untuk kemaslahatan ummat,” tegasnya.

Menurut Thamrin hoaks tersebar melalui aliran informasi. Konten hoaks dibuat dengan teknik hypnowriting. Cara menguliknya dengan mendesain narasi-narasi dan gambar-gambar yang sisisipi pesan subliminal (pesan tersembunyi).

Ketua HCC Kalbar Edho Sinaga mengatakan menyebutkan di Indonesia, sekitar 5-7 orang meninggal dunia karena hoaks.

“Kalbar diakui dunia dalam hal melawan hoaks. HCC Kalbar masyarakat Kalbar ikut berperan memerangi hoaks untuk menjaga keamanan dan kedamaian. Jadi mari rawat akal sehat kita, mari jaga bangsa dan negara ini dengan memerangi hoaks,” pungkasnya. (dpw)