Menpora Harap Timnas U-16 Bersiap Menatap Piala Dunia U-17

GENCILNEWS Sebanyak 24 pemain dan ofisial timnas sepakbola Indonesia U-16 pukul 17.15 WIB (15/3) sore tiba di Pintu Kedatangan Internasional Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Datang dengan menyandang predikat juara Turnamen Jenesys, langsungĀ  disambut dengan pengalungan bunga oleh Menpora Imam Nahrawi.
Timnas U-16 Garuda Asia berhasil menjadi juara pada turnamen Jenesys di Jepang usai mengalahkan timnas U-16 Vietnam pada partai final dengan skor tipis 1-0 yang dihelat di Stadion Kirishima Yamazakura Miyazaki Prefectural Comprehensive Sport Park, Senin (12/3) lalu.
Menpora menyampaikan rasa bangga, senang dan terima kasih kepada para pelatih, atlet timnas U-16 dan PSSI. Ia menilai bangsa Indonesia seharusnya tidak kekurangan talenta muda dari Sabang hingga Merauke ada ratusan ribu anak muda. “Semoga dengan menjadi juara pada turnamen ini kita justru harus bersiap diri menyongsong Piala AFC 2018 Malaysia setelah itu kita songsong cita-cita lebih tinggi ke Piala Dunia U-17,” ujar Menpora.
Ia berharap kemenangan timnas U-16 menjadi inspirasi nasional agar semangat kerjasama antara pemerintah, swasta dan PSSI yang telah menyelenggarakan liga dapat disatukan. “Liga yang telah di buat antara pemerintah, swasta dan PSSI tidak boleh berjalan sendiri-sendiri harus ada koordinasi lebih baik sehingga talenta muda betul-betul produktif sehingga akan mampu menghasilkan timnas yang berlapis,” lanjutnya.
Pelatih Timnas U-16 Fakhri Husaini ucapkan terima kasih kepada Menpora, PSSI dan klub-klub dimana para atlet U-16 bernaung dan PPLP Sepakbola Ragunan. “Ke depan kami berharap dapat masuk di empat besar AFC September mendatang,” ujar Fakhri.
Menurutnya bangsa Indonesia yang besar ini seharusnya mampu membuat timnas U-16 lebih dari satu tim. “Kita bangsa yang besar dengan pengelolaan yang baik seharusnya kita bisa membuat timnas U-16 lebih dari satu bahkan bisa tiga empat dan lima timnas U-16, saya harap ada kerjasama lebih baik lagi antara pemerintah, PSSI dan swasta, karena dengan 17 pemain yang ada kami sudah mampu mewakili kompetisi yang dibuat oleh PSSI,” lanjutnya.
Sementara Sekjen PSSI Ratu Tisha yang turut hadir memastikan beberapa hal terkait skema pembinaan usia muda antara lini amatir dan profesional tidak akan lagi putus. “Kami tidak hanya menjaga anak-anaknya saja tetapi semua masyarakat yang sedang berkompetisi di tingkat Turnamen Soeratin U-13, U-14, hingga ke U-17 harus memiliki jenjang kompetisi yang maksimal dan tertata,” katanya.
Turut hadir Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta, Kapus PPITKON Edi Nurinda, Kabiro Humas dan Hukum Amar Ahmad, dan Kabag Humas Agus Lesmana