Survey McKinsey : Pasar E-Commerce Indonesia Akan Tumbuh Pada Tahun 2020

McKinsey memproyeksikan pasar e-commerce Indonesia tahun 2022 akan tumbuh menjadi US$ 55 miliar- US$65 miliar atau setara Rp 808 triliun – Rp 955 triliun.

Laporan berjudul, “Kepulauan digital: Bagaimana perdagangan online mendorong perkembangan ekonomi Indonesia,

” menyimpulkan bahwa dukungan pemerintah, sejumlah besar konsumen muda, digital cerdas dan peningkatan partisipasi oleh usaha mikro, kecil dan menengah dalam e-commerce akan mendorong digital ekonomi dan meningkatkan penjualan online selama lima tahun ke depan.

“Kami pikir akan ada pertumbuhan leapfrog untuk penjualan e-commerce Indonesia di tahun-tahun mendatang, yang didorong oleh jumlah pengguna internet,” kata presiden direktur McKinsey Indonesia Philia Wibowo kepada wartawan di Jakarta

Menurut Asosiasi Penyedia Layanan Internet Indonesia (APJII), ada 143 juta pengguna internet di negara itu tahun lalu, dengan sekitar 44 persen dari mereka menggunakan perangkat seluler untuk online.

McKinsey mencatat bahwa e-tailing, atau bisnis yang dilakukan secara online melalui perusahaan e-commerce seperti Blibli, Tokopedia, Bukalapak dan Lazada, kemungkinan akan berjumlah $ 40 miliar pada tahun 2020, sementara transaksi pada platform media sosial, termasuk Facebook, Instagram, Line, WhatsApp dan Blackberry Messenger, dapat mencapai apa pun antara $ 15 miliar dan $ 25 miliar.

Total penjualan e-commerce di Indonesia mencapai sekitar $ 8 miliar tahun lalu, dengan $ 5 miliar dari e-tailing.

McKinsey juga mencatat bahwa 83 persen pengguna internet diperkirakan akan melakukan pembelian online pada tahun 2020, dibandingkan dengan 74 persen saat ini.

Konsultasi bisnis mewawancarai 60 ahli, mulai dari kepala eksekutif perusahaan publik, pemilik usaha kecil dan menengah, pemilik startup, mantan menteri hingga kepala lembaga pemerintah, di seluruh nusantara.

Perusahaan juga mensurvei hampir 3.500 orang, termasuk 700 pedagang online, 500 pedagang offline, 2.000 pembeli online, dan 250 dropshippers.

“Kami melakukan penelitian ini karena kami melihat bahwa jarang ada survei di luar sana yang menawarkan laporan komprehensif tentang e-commerce. Sektor khusus ini memiliki dampak nyata pada ekonomi negara,” kata Philia.

Indonesia sendiri menjadi salah satu negara dengan pengguna media sosial paling banyak di dunia seperti Facebook, Instagram, Line, Twitter, dan YouTube. Kemudian, pada saat yang sama Indonesia memiliki ekosistem digital yang berkembang mulai dari e-commerce, ride hailing, distribusi media, hingga layanan keuangan.

Sejumlah startup Indonesia bidang teknologi yang bernilai miliaran dolar di Asia Tenggara yakni seperti Bukalapak, Go-Jek, Tokopedia, dan Traveloka, juga akan mendorong perkembangan pasar e-commerce.

Penetrasi e-commerce saat ini berada di angka 74% dan akan meningkat menjadi 83% pada tahun 2022. Secara paralel, pengeluaran individu rata-rata juga akan meningkat dari US$ 260 per tahun menjadi US$ 620 dollar karena kepercayaan konsumen yang meningkat terhadap ekosistem serta lebih banyak UMKM yang go online. (gnr)