Ribuan Pekerja Google di seluruh Dunia Mogok Kerja

Foto google
Sejumlah karyawan Google memadati Harry Bridges Plaza di depan Ferry Building dalam sebuah pemogokan hari Kamis, 1 November 2018, di San Fransisco (foto: AP Photo/Eric Risberg)

Ribuan karyawan Google di seluruh dunia meninggalkan pekerjaan mereka sebentar, pada hari Kamis untuk memprotes apa yang mereka katakan kesalahan raksasa teknologi itu dalam menangani tuduhan pelanggaran seksual terhadap para eksekutif.

Dari Tokyo, Singapura, London sampai San Francisco, para insinyur yang dibayar mahal dan pekerja lainnya mogok sekitar satu jam.

Yang mencerminkan meningkatnya frustrasi era #MeToo di kalangan perempuan atas perilaku dominasi dan perilaku buruk lainnya di Silicon Valley yang sarat laki-laki.

Sekitar 1.000 pekerja Google di San Francisco memadati plaza di depan Gedung Ferry bersejarah di kota itu, meneriakkan, “Hak-hak perempuan adalah hak-hak pekerja!” Para pekerja juga keluar dari markas perusahaan itu di Mountain View, California

Baca juga   Google Pastikan Kontrak dengan Pentagon Berakhir

“Meskipun secara pribadi saya tidak dilecehkan, saya melihat teman-teman terluka dan karir mereka dihancurkan oleh ini, tidak hanya di Google tetapi di mana-mana, segala bentuk perusahaan teknologi.” kata karyawan Google J.J. Wanda.

Demonstrasi tersebut mencerminkan sentimen di antara sekitar 94.000 karyawan Google dan perusahaan induknya Alphabet Inc. bahwa perusahaan itu tidak memenuhi cita-cita profesinya, seperti yang dinyatakan dalam slogan “Jangan jahat” dan pesan yang lebih baru dalam kode etik perusahaan: “Lakukan hal yang benar.”

Demonstrasi itu dilancarkan seminggu setelah The New York Times merinci dugaan pelanggaran seksual mengenai pencipta perangkat lunak Google Android, Andy Rubin.

Surat kabar itu mengatakan Rubin mendapat paket pesangon senilai $ 90 juta pada tahun 2014 setelah Google menyimpulkan bahwa tuduhan itu bisa dipercaya. Rubin membantah tuduhan itu. [my]