Tips Bungy Jumping Bagi Pemula

Tips Bungy Jumping Bagi Pemula

Di dunia ini banyak sekali olahraga ekstrim dan menantang. Salah satu olahraga yang cukup mampu memompa adrenalin adalah bungy jumping atau terjun lenting. Awalnya, nama bungy adalah nama sebuah merek penghapus. Kata bungy jumping muncul pertama kali pada tahun 1930. Pada saat itu orang melakukan bungy jumping dengan menggunakan tali yang terbuat dari tanaman menjalar. Sekilas melakukan bungy jumping memang sangatlah mudah, hanya butuh mencari tempat tinggi lalu kita melompat dari sana. Namun ternyata olahraga yang berasal dari Selandia Baru ini tidaklah semudah itu. Banyak hal yang perlu diperhatikan agar tidak berakibat fatal.

Secara prinsip bermain bungy jumping dapat dilakukan dari tempat tinggi, biasanya beberapa ratus meter. Kemudian dengan satu ujung tali elastis dilekatkan pada badan atau pergelangan tali dan ujung tali lainnya diikat ke titik lompatan. Anda akan berisolasi naik turun sampai energi loncatan habis. Saat Anda melompat tali elastis akan melar dan mengambil energi loncatan dan Anda akan terlempar kembali saat tali memendek. Daerah di Indonesia banyak tempat yang dapat dilakukan untuk melakukan bungy jumping, tempat yang tinggi dan pemandangan indah menjadikan Anda harus segera mencoba melakukan olahraga ini. Jangan pernah mengaku sebagai petualang sebelum melakukan bungy jumping. Melakukan bungy jumping pertama kali harus memperhatikan banyak hal. Secara garis besar perlu perhatikan tahap persiapan dan tahap pelaksanaan.

Tahap Persiapan

  1. Mencari informasi tentang bungy jumping
    Alangkah bijaksananya jika Anda mencari informasi lengkap terlebih dahulu sebelum melakukan sesuatu, termasuk dalam melakukan bungy jumping. Adalah penting bagi Anda mengetahui bagaimana cara melakukan bungy jumping dengan aman, tempat yang aman untuk melakukan bungy jumping, penyelenggara bungy jumping yang bagus, dan lain sebagainya. Hal ini diperlukan untuk menghindari resiko terburuk selama melakukan bungy jumping.
  2. Mencari tempat dan lembaga penyelenggara yang legal profesional
    Setelah mencari refrensi mengenai bungy jumping langkah selanjutnya adalah mencari tempat dan penyelenggara bungy jumping. Bungy jumping dapat dilakukan di jembatan derek, peron pada bangunan, menara, balon udara, helikopter, atau kereta gantung.Mencari refrensi tentang keamanan dan legalitas penyelenggara merupakan hal penting. Anda perlu mengetahui lembaga tersebut sudah terferivikasi atau belum. Terdapat sebuah pedoman kode keamanan praktik bagi keselamatan operator yang perlu diketahui oleh Anda. BERSA (British Elastic Rope sports Associaton) begitu nama dari pedoman keamanan tersebut. Dalam BERSA mencakup tiga hal yaitu informasi keikutsertaan, redundansi, dan kompetensi. Informasi keikutsertaan meliputi pemahaman mengenai resiko yang terlibat. Redundansi merupakan komponen dalam sistem pengganti di tempat, sehngga jika salah satu komponen gagal seluruh sistem tidak akan gagal. Sedangkan kompetensi mencakup perlengkapan dan personil yang memiliki kualitas memadai serta memiliki kompetensi dalam menjalankan fungsinya masing-masing.Selain dengan memperhatikan tiga pedoman keamanan tersebut, Anda juga dapat memastikan lembaga penyelenggara dengan memberikan beberapa pertanyaan. Misalnya bertanya mengenai standar operasional, sejarah, peralatan, staf, dan lain sebagainya. Jawaban dari penyelenggara akan meyakinkan Anda bahwa mereka memahami apa yang akan dilakukan.
  3. Mempersiapkan diri
    Olahraga bungy jumping menuntut persiapan yang cukup agar berhasil dalam melakukannya. Persiapan yang perlu dilakukan antara lain adalan persiapan fisik dan mental. Sebagai olahraga yang membutuhkan kebugaran dan keberanian luar biasa maka dibutuhkan persiapan fisik dan juga mental.

    1. Persiapan Fisik
      Bungy jumping tidak diperkenankan bagi Anda yang mengalami sakit jantung, tekanan darah tinggi, epilepsi, pusing, dan kecelakaan pada tulang terutama leher, tulang belakang atau kaki. Perlu diketahui, perlengkapan bungy jumping banyak yang harus melekat pada tubuh kita. Beberapa perlengkapan yang diikat pada pergelangan kaki dapat memperburuk kondisi pergelangan kaki yang sedang mengalami cidera. Cidera pada leher dan punggung belakang akan mempersulit Anda dalam melakukan bungy jumping karena tekanan yang tercipta pada anggota tubuh. Tentunya hal ini akan semakin membahayakan. Jadi, memeriksakan kondisi tubuh Anda terlebih dahulu ke dokter menjadi langkah awal yang baik.Selain pemeriksaan terhadap kesehatan, syarat yang tidak boleh dilupakan adalah tentang umur. Usia minimal pelompat adalah 14 tahun ada pula yang berpendapat minimal 16 tahun. Pada beberapa kasus apabila pelompat berumur dibawah 18 tahun harus ada wali yang mendampingi. Berat dan tinggi badan juga perlu diukur terlebih dahulu. Berat dan tinggi badan diperlukan untuk memastikan bahwa perlengkapan yang akan digunakan sesuai dengan kondisi tubuh. Berat badan yang melebihi batas tidak diperbolehkan melakukan bungy jumping.
    2. Persiapan Mental
      Bungy jumping menjadi salah satu olahraga yang menguji mental kita. Bagi Anda yang takut ketinggian tidak disarankan melakukan olahraga ini. Selalu berpikiran positif menjadi salah satu faktor keberhasilan melakukan bungy jumping. Agar mental lebih siap dapat memilih bagaimana cara melompat yang diinginkan. Secara umum terdapat 5 (lima) cara melompat.

      • Swallow Dive
        Beberapa orang berpendapat ini adalah cara terbaik yang dapat dipilih dalam melompat. Caranya dengan mengambil lompatan dari peron dengan lengan membentang lebar dan menjulang seperti burung menuju ke bawah. Posisi harus lurus menghadap kebawah dan mendarat dengan mulus.
      • Lompat Railing
        Lompatan yang dilakkan dengan terjun bebas ke belakang. Lompatan ini serupa dengan layang-layang.
      • Bad Drop
        Merupakan sebuah lompatan dengan posisi menggantung terbalik di tepi peron sebelum melompat terjatuh.
      • Elevator
        Melompat secara elevator maksudnya menjaruhkan kaki pertama kali, tetapi Anda perlu mempertimbangkan untuk memilih jenis lompat ini apalagi bagi yang baru pertama kali melakukan bungy jumping. Cara melompat elevatir sangat berbahaya dan dapat melukai kaki.
      • Tandem
        Cara tandem dilakukan oleh dua orang pada saat bersamaan
        Sekedar tips untuk yang pertama kali melakukan bungee jumping, tidak usah memilih gaya melompat yang fantastis pilihlah gaya melompat yang paling aman.
  4. Pahami perlengkapan
    Perlengkapan yang dibutuhkan dalam melakukan bungy jumpiing adalah perlengkapan badan dan pergelangan kaki. Perlengkapan pada badan memungkinkan untuk bergerak dengan mudah dan berputas sepenuhnya atau berbalik dengan mudah. Perlengkapan pada pergelangan kaki melekat pada kedua pergelangan kaki. Perlengkapan pergelangan kaki harus punya perlengkapan pengganti, biasanya perlengkapan duduk yang digunakan pada saat panjat tebing seperti biasa.

Tahap Pelaksanaan

  1. Mengecek pemasangan alat
    Sebelum Anda meloncat pastikan Anda mengecek bahwa peralatan telah terpasang dengan benar. Pemasangan alat yang kurang tepat dapat membahayakan diri Anda.
  2. Berpakaian dengan benar
    Dalam melakukan bungy jumping pilihlah pakaian yang nyaman. Gunakan celana yang tidak terlalu ketat dan tidak terlalu longgar, pastikan baju masuk ke dalam celana. Pakailah sepatu beralas tara dan sesuai dengan ukuran kaki jangan menggunakan sepatu yang menutupi pergelangan kaki karena dapat mengganggu sambungan pada perlengkapan pergelangan kaki. Jangan menggunakan sepatu high hils dan juga rok. Bagi Anda yang memiliki rambut panjang perlu mengikat rambut Anda hal ini dilakukan supaya rambut tidak tersangkut atau memukul wajah Anda.
  3. Hindari pemikiran buruk
    Saat sudah di pinggir dan siap melompat terkadang bagi orang yang baru pertama kali melakukan bungy jumping akan merasa cemas. Hindari semua pkiran buruk, karen hal tersebut dapat menjadi penghalang untuk Anda melakukan lompatan. Konsentrasi dan yakin bahwa Anda dapat melakukan lompatan dengan baik.
  4. Lakukan instruksi dengan baik
    Melakukan lompatan merupakan gong dari pelaksanaan bungy jumping. Perhatikan instruksi dari instruktur. Melompatlah ketika instruktur sudah berteriak “lompat”. Melompat dengan arah agak jauh dari tempat melompat akan membantu Anda menghindari terbelitnya tali pada tunuh. Pilihlah posisi tubuh tengkurap, kendalikan diri agar stabil dan tidak perlu membawa barang-barang yang dapat mengganggu lompatan.

Demikian tips bagi Anda yang pertama kali bungy jumpiing. Semoga bermanfaat.