Bupati Ketapang Serius Lawan Stunting

KETAPANG-Sebanyak 110 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Pontianak (UMP) tiba di Kecamatan Tumbang Titi Kabupaten Ketapang Provinsi Kalimantan Barat guna melakukan Praktikum Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Pontianak Bekerjasama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BkkbN) Kalimantan Barat.

Selama dua bulan mereka akan melakukan survey hasil perolehan stunting dari Kementrian Kesehatan yang menyatakan Kabupaten Ketapang mengalami kekurangan gizi di beberapa desa yang ada.

Bupati Ketapang, Martin Rantan mengaku upaya melawan tingkat stunting di beberapa kawasan di Ketapang menjadi perhatian pemerintah pusat termasuk BkkbN melalui mahasiswa UMP.

“Kami ucapkan banyak terima kasih atas upaya melawan dan menurunkan stunting di Ketapang,” ungkapnya saat menerima 110 Mahasiswa dan rombongan di Kantor Camat Tumbang Titi, Senin (12/3/2019).

Baca juga   2019, Target Cakupan Air Bersih di Pontianak 100%

Menurutnya Kabupaten Ketapang sangat serius melawan stunting khususnya di 10 desa dengan kawasan tertinggi.

“Upaya kami salah satunya dengan bersinergi dengan BkkbN melalui program datangnya mahasiswa ini,” katanya.

Kepala Perwakilan BkkbN Kalbar, Kusmana mengakui jika kerjasama yang dilakukan ini akan membawa perubahan terkait stunting yang tinggi di Kabupaten Ketapang.

“Kami percaya Bupati, termasuk seluruh mahasiswa UMP dan pihak terkait dapat melawan stunting,” jelasnya.

Camat Tumbang Titi, Alfius menghaturkan terima kasih atas penunjukan Kecamatan Tumbang Titi sebagai kawasan perhatian akan tingginya angka stunting di 10 desa yang ada.

“Terima kasih karena Kecamatan Tumbang Titi dijadikan sebagai tempat praktik kesehatan masyarakat mahasiswa,” katanya.

Kecamatan Tumbang Titi, dibeberapa desa seperti Desa Mahawa, Batu Tajam dan Serengkah Kanan menjadi salah satu desa dengan angka stanting tertinggi.

Baca juga   Sesalkan Ijin Sirkus Lumba-Lumba

“Sehingga masyarakat dapat dikurangi angka stanting dengan pemahaman dari mahasiswa UMP, selain membantu seluruh desa agar dapat menurunkan angka serta mengantisipasi gizi buruk,” paparnya.

Di Kecamatan Tumbang Titi, diakuinya masih terdapat gizi buruk yang tentu saja perlu uluran tangan pemerintah serta dukungan UMP dan BkkbN sehingga dapat berkoordinasi dengan pihak desa dan masyarakat.

“Harapan kami, seluruh desa dengan angka tertinggi dapat diturunkan bahkan dihilangkan,” (dpw)

 

Portal Berita Online Harian Menyajikan Informasi Kalimantan Barat, Nasional,Internasional, Bisnis,Teknologi, Traveling,Budaya, Gaya hidup,Kesehatan, Kuliner, olahraga, Film, Musik, dibangun melalui inovasi dan teknologi terkini.