Connect with us

Berita Kalbar

Daerah Hulu Kalbar Berikan Panorama Alam Yang Indah Dari Bukit Burang

Published

on

GENCIL.NEWS, SEKADAU – Pemuda Rirang Jati berjumlah 46 orang yang tergabung dalam kelompok pencinta alam melakukan perjalanan mendaki bukit burang dalam rangka mengisi akhir liburan sekaligus memperkenalkan wisata baru bukit burang yang mempunyai panorama alam yang sangat menakjubkan, Minggu (07/01).

Bukit Burang terletak di Dusun Rirang Jati, Desa Rirang Jati, Kecamatan Nanga Taman Kabupaten Sekadau. Perjalanan menuju Dusun Rirang Jati dapat ditempuh melalui jalur darat dengan menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat dari ibu kota Kabupaten Sekadau dengan waktu satu jam perjalanan.

Beralih dari kota kabupaten, perjalanan dari titik awal Dusun Rirang Jati menuju puncak bukit menghabiskan waktu dua jam dan hanya dapat dilakukan dengan berjalan kaki.

Jerry, pemuda asli Dusun Rirang Jati mengatakan bahwa sepanjang perjalanan mereka dapat melihat pemandangan alam yang hijau dari dataran tinggi dengan hamparan sawah luas dan hutan-hutan besar yang masih terjaga keasliannya.

Lebih lanjut pemuda yang baru saja menyelesaikan studinya di Sekolah Menengah Atas 1 Nanga Taman ini menuturkan perjalanan kali ini sangat seru karena bersamaan dengan musim durian.

“Jadi kami dapat berhenti sejenak dan mencari durian untuk dimakan bersama,” katanya

Sementara itu, Koordinator kelompok pemuda pencinta alam Rirang Jati, Elis Suhendra mengatakan bahwa kegiatan wisata alam ini selalu diadakan setiap tahunnya untuk mengisi waktu libur bersama dengan bermalam di puncak bukit.

Kunjungan tahun ini berbeda dengan sebelumnya, mereka ingin fokus untuk memperkenalkan lokasi wisata alam di desa yang murah meriah dengan pemandangan yang sangat memanjakan mata bari para wisatawan yang akan berkunjung.

Ketika ditanya mengenai tindak lanjut memperkenalkan tempat wisata ini, pemuda yang pernah mewakili Kalimantan Barat dalam Jambore Pemuda Indonesia 2017 di Sawahlunto ini mengatakan ke depannya dengan kegiatan wisata alam yang dilakukan ini, ia berharap semakin banyak para wisatawan yang akan berkunjung ke bukit burang untuk merasakan indahnya alam di sini.

“Dan semoga saja semua pihak, pemerintah atau dinas terkait dapat merespon positif melihat potensi wisata di Dusun kami ini,” harapnya.

Meskipun tergolong baru wisata Bukit Burang ini menyajikan hamparan alam yang luas dapat dilihat dari ketinggian serta udara yang sejuk di atas bukit membuat para wisatawan yang pernah berkunjung memilih bermalam di atas bukit untuk sekadar menikmati pemandangan sunrise dan sunset matahari diwaktu yang berbeda

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Kota Singkawang

Juru Bicara Gugus Tugas : 14 hari Singkawang Menjadi Zona Orange

Published

on

Juru Bicara Gugus Tugas
Juru Bicara Gugus Tugas : 14 hari Singkawang Menjadi Zona Orange - data mc singkawang

Gencil News – Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Singkawang, dr. Barita mengungkapkan hingga Senin (21/9/2020) tingkat resiko covid 19 di Kota Singkawang masih masuk dalam kategori “Zona Orange”.

Barita mengatakan kategori zona ini atas penilaian dari Bersatu Lawan Covid 19 (BLC) Gugus Tugas Covid 19 Nasional yang disampaikan pada tanggal 21 September 2020.

Selain Kota Singkawang, lanjut Barita, Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Sintang dan Kota Pontianak juga masuk dalam kategori zona orange.

Untuk zona kuning terdiri dari Kabupaten Sambas, Kabupaten Mempawah, Kabupaten Landak, Kabupaten Kapuas Hulu, Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Melawi.

“Zona kuning artinya dengan resiko rendah,” ujarnya.

Sedangkan Kabupaten Sanggau, Kabupaten Sekadau dan Kabupaten Kayong Utara masuk dalam kategori zona hijau, yang artinya zona tidak terdampak.

Continue Reading

Kota Singkawang

Wali Kota Singkawang Sambangi Langsung Korban Angin Puting Beliung

Published

on

By

Gencil News Wali Kota Singkawang Sambangi rumah korban terdampak bencana angin puting beliung yang menghabiskan 17 rumah di RT. 05 dan 1 rumah di RT. 03 Kelurahan Pangmilang, kecamatan singkawang selatan.

angin kencang pada minggu (20/09/2020) dikelurahan pangmilang mengakibatkan kerusakan sejumlah rumah warga. Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie tanggapi kejadian tersebut dengan menyambangi langsung satu persatu rumah warga korban angin puting beliung.

ia didampingi oleh BPBD, Camat, Lurah dan RT 5 Kelurahan Pangmilang, Kecamatan Singkawang Selatan. wali kota singkawang juga meminta jajarannya untuk mendata warga yang terkena musibah sekaligus kerusakan yang di alami.

“Saya juga sudah menginstruksikan kepada Lurah Pangmilang untuk mendata rumah-rumah, warga yang mengalami kerusakan sehingga bisa mengetahui kerugian-kerugian apa saja yang dialami masyarakat setempat.”ujarnya

selain menyambangi langsung korban angin puting beliung, wali kota singkawang juga berikan sejumlah bantuan berupa beras, mi instan, minyak goreng dan pakaian kepada korban.

Anggota DPRD Singkawang, Muhammadin mengapresiasi Wali Kota Singkawang yang tekah sigap dan cepat datang ke lokasi bencana angin puting beliung. yang tentunya sudah dinanti oleh warganya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Singkawang melaporkan ada 6 unit rumah warga mengalami rusak berat akibat angin puting beliung yang terjadi pada pukul 13.30 WIB. Selain itu, 11 unit rumah mengalami rusak ringan. sementara 1 warga mengalami luka.

Dikutip dari laman bnpb.go.id, Senin (21/9), kronologi kejadian ini yang dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang. Wilayah ini memiliki potensi bahaya cuaca ekstrem dengan tingkat sedang hingga tinggi. Di sisi lain, wilayah ini juga teridentifikasi pada tingkat sedang hingga tinggi untuk bahaya banjir.

Masyarakat diimbau selalu waspada terhadap potensi bahaya hidrometeorologi seperti angin kencang atau angin puting beliung, banjir, banjir bandang dan tanah longsor. Angin puting beliung biasanya terjadi saat pergantian musim, dari musim hujan ke musim kemarau atau sebaliknya.

BMKG juga terus memantau potensi hujan dan kemungkinan bencana alam lainnya akibat cuaca yang cukup ekstrem akhir-akhir ini. dalam dua hari ke depan, 22 – 23 September 2020, wilayah Kalimantan Barat merupakan salah satu wilayah yang berpotensi hujan lebat yang disetai kilat dan angin kencang. Pada 22 September 2020, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk beberapa wilayah berkondisi tersebut.

Continue Reading

Lintas Kalbar

Mekanisme Pembagian Manfaat Untuk Implementasi REDD+

Published

on

Mekanisme Pembagian Manfaat Untuk Implementasi REDD+

 Gencil News – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Barat, A.L. Leysandri, menghadiri Focus Group Discussion Penyusunan Pedoman Benefit Sharing Mechanism (BSM) / Mekanisme Pembagian Manfaat untuk Implementasi REDD+ secara virtual.

Acara ini dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kalimantan Barat didampingi oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kalbar, Adi Yani.

Dalam sambutannya Sekda Kalbar mengatakan Indonesia telah menetapkan Nationally Determined Contribution (NDC), salah satu skema utama program pengurangan emisi yaitu adalah Skema REDD+ (Reducing Emission From Deforestation and Forest Degradation).

Sekda Kalbar juga mengatakan Program REDD+ memiliki protensi untuk memberikan manfaat program dalam bentuk karbon dan non karbon.

“Program REDD+ dapat menghasilkan manfaat nonkarbon yang dapat berupa manfaat ekonomi langsung, manfaat ekologis, hidrologis dan jasa lingkungan lainnya,” Ujar Sekda Kalbar di Ruang Audio Visual Kantor Gubernur Kalbar, Senin (21/09/2020).

Dalam sambutannya A.L Leysandri, menjelaskan bentuk nyata manfaat non karbon dalam skema REDD+ ini.

“Bentuk nyata dari manfaat non karbon adalah pemanfaatan hasil hutan, ekowisata, jasa penyerbukan, sumber genetika dan bahan baku obat-obatan, pencegahan erosi/longsor dan banjir, pengaturan iklim,” jelas A.L. Leysandri.

Sekda Kalbar juga menegaskan Provinsi Kalbar berkomitmen mendukung upaya pencapaian target penurunan emisi yang telah ditetapkan oleh Pemerintah.

“Kalimantan Barat telah membentuk POKJA REDD+ yang memiliki tugas dan fungsi untuk membantu Pemprov Kalbar dalam mengkoordinasikan upaya-upaya penurunan emisi dari sektor berbasis lahan,” tegas Sekda Kalbar.

Continue Reading

TRENDING