Disdikbud Kalbar Terbaik I Manajemen BOS Tingkat SMA 2018
Connect with us

Berita Kalbar

Disdikbud Kalbar Terbaik I Manajemen BOS Tingkat SMA 2018

Published

on

“Kita mengucapkan terima kasih

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Barat berhasil meraih prestasi terbaik I Kategori Kinerja Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Sekolah Menengah Atas (SMA) Tahun 2018 tingkat Nasional.

Penghargaan diberikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Kepala Bidang Pengembangan Sekolah Menengah Atas (PSMA) dan Pendidikan Khusus Disdikbud Kalimantan Barat, Judan SPd MPd mengatakan, prestasi ini didapat berkat manajemen BOS Provinsi yang selalu semangat bekerja, terutama dalam penyuksesan penyaluran dan pengembalian kelebihan dana BOS.

Menurutnya, poin-point yang menjadi dasar penilaian Kemendikbud diantaranya ketepatan penyaluran, ketepatan pelaporan dan penanganan kasus-kasus penyalahgunaan dana BOS.

“Tentu ini semua bisa terjadi karena kerjasama dari sekolah, kerjasama dari MKKS dan kerjasama dari setiap tim manajemen BOS. Dan kita bersukur sekali atas prestasi ini,” kata Judan, Sabtu (14/12) di Pontianak.

Ia menuturkan, prestasi yang diraih Disdikbud Kalbar saat ini tak terlepas dari Peran Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar yang selalu menjadi pembimbing dalam pelaksanaan tugas-tugas khususnya pengelolaan dana BOS.


Kami ucapkan terima kasih kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar selaku penanggung jawab kesuluruhan yang selalu menjadi pembimbing pelaksanaan tugas, khususnya pengelolaan dana BOS,” ujarnya.

Ditambahkan dia, prestasi tersebut dipastikannya menjadi pemacu Disdikbud Kalbar hingga jajaran Kabupaten/Kota agar terus meningkatkan dan mempertahankan kinerja dalam pengelolaan dana BOS dimasa berikutnya.

“Semoga Prestasi ini bisa dipertahankan. Karenanya saya harap semua Sekolah terus meningkatkan kinerja, agar BOS betul-betul bermanfaat bagi sekolah, serta meningkatkan prestasi pendidikan anak di Kalbar,” pungkasnya

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kota Pontianak

Bukit Rel Akan Jadi Destinasi Wisata Baru Di Pontianak

Published

on

By

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono bersama anggota Rumah Komunitas Pontianak (Rumpon) jelajahi Bukit Rel

Gencil News – Menjejakkan kaki ke Bukit Rel di Kelurahan Batu Layang Kecamatan Pontianak Utara, seperti mematahkan ingatan soal Kota Pontianak: hingar bingar, tanah datar dan permukaan 0,1-1,5 meter di atas permukaan laut. Tempat ini cocok untuk mendaki, merasakan sejuk pohon-pohon tinggi.

Bukit Rel memiliki ketinggian kurang lebih 40 meter. Dulunya, ada dua bukit. Bekas kerukan batu dan tanah Belanda ketika membangun kota. Hingga kini, tinggal satu bukit berdiri dengan sisa-sisa peninggalan seperti rel dan reruntuhan bekas bangunan pemecah batu.

Di puncak, juga terdapat pantak atau lokasi ritual adat Dayak. Keberagaman juga tampak lantaran kawasan itu dihuni berbagai suku. Cocok untuk pengembangan wisata berbasis alam dan budaya.

Lokasinya cukup mudah dijangkau. Dari pusat kota, berjarak 30 menit ke jalan utama yakni Jalan Panca Bakti, samping Kantor Lurah Batu Layang. Dari tepi jalan besar, masuk tiga kilometer ke dalam.

Dengan bersepeda, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono bersama anggota Rumah Komunitas Pontianak (Rumpon) menuju Bukit Rel yang memiliki nilai histori bagi kota berjuluk Khatulistiwa ini.

Rumpon yang menggagas kegiatan bersepeda ini mengambil tema bertajuk ‘Bersih Wisata Bukit Rel’. Dalam rangka kolaborasi penggiat komunitas bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak. 

Edi menyambut baik gagasan menjadikan Bukit Rel sebagai kawasan wisata baru di Pontianak. Dengan potensi Bukit Rel ini Edi menilai sebagai destinasi alternatif yang bisa masyarakat kunjungi. Tahun ini juga, Pemkot Pontianak akan memulai pembangunan jembatan termasuk jalan menuju Bukit Rel.

Perbaikan Pembangunan Bukit Rel

“Kita akan mulai untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitasnya. Mungkin dalam dua tahun akan rampung,” ujarnya saat berada di atas Bukit Rel, Sabtu (16/1/2021).

Ia menambahkan, Pemkot Pontianak akan menjadikan kawasan Bukit Rel dengan lingkungan yang tetap asri beserta hutan lindungnya sehingga masyarakat sekitar bisa memanfaatkan potensi yang ada untuk kesejahteraan.

Tak kalah pentingnya bagaimana menjaga lingkungan untuk kelestarian alam bagi anak cucu ke depan.

“Saya yakin kawasan ini menjadi potensi wisata, termasuk wisata religi yang ada di Bukit Rel,” kata Edi.

Juliansyah, Ketua Rumpon mengatakan, tidak sedikit masyarakat yang belum mengetahui keberadaan Bukit Rel ini. Oleh sebab itu, melalui kegiatan funbike ini, ia berharap Bukit Rel mulai terkenal bagi kalangan masyarakat.

Bukit Rel Destinasi Wisata Baru

“Tujuan kita melaksanakan kegiatan ini untuk membantu memperkenalkan Bukit Rel sebagai destinasi wisata baru di Pontianak,” tuturnya.

Selaku penggiat komunitas, Juliansyah mengapresiasi kepedulian Pemkot Pontianak untuk mengembangkan kawasan Bukit Rel sebagai tempat wisata baru di Pontianak. Selain itu, ada juga komunitas sepeda yang berencana membuat trek sepeda di kawasan ini.

“Mudah-mudahan penggiat komunitas dan masyarakat sekitar Bukit Rel saling bersinergi dan bahu membahu untuk membuka kawasan wisata di Bukit Rel ini,” ucapnya

Continue Reading

Kota Pontianak

Sebanyak 102 Tenaga Kesehatan Di Pontianak Sudah Disuntik Vaksin

Published

on

By

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Sidiq Handanu

Gencil News – Jumlah tenaga kesehatan (nakes) Kota Pontianak yang terdaftar untuk menjalani vaksinasi Covid-19 tercatat sebanyak 134 orang. Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Sidiq Handanu menerangkan, jumlah tersebut berdasarkan laporan per tanggal 14 Januari 2021.

“Dari jumlah tersebut, yang hadir sebanyak 132 orang dan yang memenuhi kriteria untuk divaksin sebanyak 102 orang nakes,” jelasnya, Sabtu (16/1/2021).

Sementara itu, sebanyak 18 orang lainnya terpaksa harus menunda penyuntikan vaksinnya terlebih dahulu. Dan 12 orang tidak memenuhi kriteria untuk divaksin. Khusus ke-18 nakes yang tertunda vaksinasinya, harus melakukan registrasi ulang kembali.

“Kalau kontra indikasinya belum tertangani, berarti yang bersangkutan belum bisa melakukan suntik vaksin,” terang Sidiq.

Ia melanjutkan, ke-12 orang nakes yang tidak layak imunisasi vaksin karena memiliki penyakit komorbid. Hal itu teridentifikasi saat nakes menjalani proses screening sebelum menjalani vaksin.

“Jumlah fasilitas kesehatan yang sebelumnya sebanyak 36 faskes, ditambah lagi satu faskes sehingga total keseluruhan berjumlah 37 faskes,” tutupnya

Continue Reading

Kota Singkawang

Wali Kota Singkawang Terima Penghargaan Nominasi Kebudayaan PWI

Published

on

By

Wali Kota Singkawang Terima Penghargaan Nominasi Kebudayaan PWI
Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie dapat penghargaan dari PWI

Gencil News – Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie masuk 10 besar nominasi penerima anugerah kebudayaan. Dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI0 Pusat tahun 2021.

Tjhai Chui Mie mempresentasikan Proposal Kebudayaan Kota Singkawang kepada panitia dan dewan juri PWI Pusat. Yang mana dalam rangka Anugerah Kebudayaan 2021 secara virtual melalui video conference. Jumat (15/01/2021), Ruang TCM Kantor Wali Kota Singkawang.

Ia berharap, dengan masuknya Singkawang sebagai nominasi maka memberikan angin segar bagi promosi Singkawang ke seluruh Nusantara.

“Tentu kita sudah melakukan yang terbaik dan semoga bisa menjadi penerima anugerah kebudayaan ini,” harapnya.

Ia juga menginginkan dengan adanya kegiatan ini, dapat membangun kesadaran masyarakat sekaligus meningkatkan motivasi generasi muda. Untuk lebih peduli terhadap pengembangan kebudayaan Indonesia, khususnya budaya yang ada di Kota Singkawang.

“Dan untuk seluruh masyarakat Kota Singkawang, mohon doa dan dukungannya agar kota kita dapat meraih penghargaan ini,” ujarnya.

Video conference turut dihadiri Sekretaris Daerah, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Selain itu ada juga Kepala Dinas Kesehatan dan KB, Kepala Dinas Kominfo, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga.

Kemudian Inspektur Kota Singkawang dan Kabid Kebudayaan dengan memakai pakaian adat daerah.

Sementara itu, sepuluh kepala daerah calon penerima anugerah kebudayaan tahun 2021 adalah, Wali Kota Singkawang Kalbar, Bupati Majalengka Jawa Barat, Bupati Banggai Sulawesi Tenggara, Wali Kota Bogor Jawa Barat dan Wali Kota Parepare Sulawesi Selatan.

“Kemudian, Wali Kota Semarang Jawa Tengah, Bupati Sumedang Jawa Barat, Wali Kota Denpasar Bali, Wali Kota Mojokerto Jawa Timur dan Wali Kota Tegal (Jawa Tengah),” pungkasnya

Continue Reading

TRENDING