DPRD Optimis Kebijakan Pusat Mampu Tekan Polusi Udara

Gencil.News – Pontianak Setelah Pemerintah Kota Pontianak mendukung kebijakan pusat tentang kendaraan bermotor listrik, kini giliran DPRD Kota Pontianak mendukung kebijakan tersebut.

Seperti diungkapkan Ketua DPRD Kota Pontianak Sataruddin, SH yang mendukung kebijakan ramah lingkungan dan energi.

“Kita sangat mendukung karena ini akan baik bagi lingkungan Pontianak dan sekitarnya. Kita ketahui bersama tingkat kendaraan bermotor rata-rata menggunakan bensin yang menyebabkan polusi udara massif,” katanya.

Kebijakan ini kata Ketua DPC PDIP Kota Pontianak  sangat membantu pemerintah daerah yang berusaha mengendalikan tingkat pencemaran udara. Namun, karena kebijakan pemerintah tentang kendaraan bermotor yang ada dengan kredit murah membuat pemerintah daerah terkesan tidak berdaya.

“Pusat tidak membantasi kendaraan yang harus dijual untuk kredit berapa, hingga akhirnya masyarakat dengan bebas-bebasnya kredit motor, bahkan satu rumah bisa empat kendaraan. Akibatnya, jumlah kendaraan setiap tahun meningkat begitu jga polusi udara akibat kendaraan bermotor yang menggunakan bensin makin banyak. Ini kan dilema bagi kita, nah jika pusat mebaut regulasi untuk kenadraan bermotor listrik kita optimis penecamnarna lingkungan bisa ditekan,” ujarnya.

Baca juga   Hasil Lembaga Survey Quick Count, Cornelis: “Hasil Survey Kejahatan Kemanusiaan”

Sebelumnya juga, Wakil Walikota Pontianak, Edi Kamtono mendukung rencana pemerintah tersebut.

“Pada prinsifnya kami mendukung program kendaraan bermotor dengan energi listrik maupun energi surya yang lebih ramah lingkungan,” katanya, belum lama ini.

Ia menjelaskan, apapun yang akan dilakukan oleh pemerintah dalam menjaga lingkungan agar tidak tercemar, salah satunya dengan program kendaraan bermotor dari energi listrik, maka Pemkot Pontianak akan mendukungnya.

“Apalagi kalau kendaraan tersebut nantinya, selain ramah lingkungan, juga harganya murah dan aman bagi si pemakai,” ujar Edi.

Menurut dia, dari segi infrastruktur jalan dan lainnya, Pemkot Pontianak tergolong siap dalam mendukung rencana penerapan kendaraan bermotor energi listrik tersebut.

“Asalkan, kendaraan bermotor tersebut, nantinya aman bagi sipengendara maupun pengguna lalu lintas lainnya, maka kami mendukung rencana tersebut,” ujarnya.

Baca juga   Bus Kota London Gunakan Bahan Bakar dari Ampas Kopi

Sebelumnya pemerintah telah menjalankan program Kendaraan Bermotor Hemat Bahan Bakar dan Harga Terjangkau (KBH2) atau “low cost and green car” (LCGC).

Saat ini pemerintah sendiri sedang menyelesaikan skema insentif untuk program kendaraan emisi rendah (low carbon emission vehicle/LCEV).

Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengungkapkan bahwa pelaku industri otomotif di Indonesia hendaknya terus melakukan inovasi dalam pengembangan teknologi kendaraan yang hemat energi dan ramah lingkungan. Langkah ini adalah komitmen pemerintah untuk menurunkan kadar emisi hingga 29 persen pada 2030 mendatang. (all)

Portal Berita Online Harian Menyajikan Informasi Kalimantan Barat, Nasional,Internasional, Bisnis,Teknologi, Traveling,Budaya, Gaya hidup,Kesehatan, Kuliner, olahraga, Film, Musik, dibangun melalui inovasi dan teknologi terkini.