Festival Cap Goh Meh dan Tatung Singkawang ditetapkan sebagai WBTB
Connect with us

Berita Kalbar

Festival Cap Goh Meh dan Tatung Singkawang ditetapkan sebagai WBTB

Published

on

Festival Cap Goh Meh dan Tatung Singkawang ditetapkan sebagai WBTB

Gencil News- Festival Cap Goh Meh dan Tatung Singkawang ditetapkan sebagai WBTB oleh UNESCO. Festival Cap Gomeh dan Tatung di singkawang merupakan bagian dari Budaya yang berkembang dalam masyarakat singkawang dan diwariskan secara turun menurun dari generasi ke generasi berikutnya.

Pontianak (ANTARA) – Festival Cap Goh Meh dan Tatung Singkawang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Nasional 2020 bersama dengan 6 karya budaya asal Provinsi Kalimantan Barat, setelah melewati serangkaian prosedur administrasi dan proses penilaian secara daring oleh UNESCO.

“WBTB berdasarkan UNESCO Convention For The Safeguarding Of The Intangible Cultural Heritage 2003 berarti praktik, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan serta instrumen, objek, artefak dan ruang budaya yang terkait dengannya yang oleh masyarakat, kelompok dan dalam beberapa kasus, individu diakui sebagai bagian dari warisan budaya mereka,” kata Kepala Bidang Kebudayaan PAUD dan Dikmas Disdikbud Kota Singkawang, Rindar Prihartono, Jumat.

Menurutnya, WBTB ini ditransmisikan dari generasi ke generasi, terus-menerus diciptakan kembali oleh masyarakat dan kelompok sebagai tanggapan terhadap lingkungan mereka.

“Interaksi mereka dengan alam dan sejarah mereka dan memberi mereka rasa identitas dan kontiunitas, sehingga mendorong penghormatan terhadap keanekaragaman budaya dan kreativitas manusia,” ujarnya.

Sehingga, dari konvensi inilah kemudian lahir Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan yang pokok pikirannya merupakan upaya Bangsa Indonesia untuk meningkatkan ketahanan dan kontribusi budaya di tengah peradaban dunia melalui pelindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan kebudayaan.

“Dalam pemajuan kebudayaan tersebut terdapat 10 objek yang meliputi tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, permainan rakyat, olahraga tradisional, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa dan ritus,” katanya.

Kesemuanya ini merupakan representatif nafas kebudayaan Bangsa Indonesia yang keberadaannya harus dilindungi dan dilestarikan.

Rindar mengungkapkan, penetapan Festival Cap Go Meh dan Tatung Singkawang sebagai WBTB Nasional adalah merupakan kebanggaan daerah sekaligus pengakuan negara terhadap tradisi, ritus dan perayaan yang telah tumbuh dan berkembang di Kota Singkawang.

“Hal ini pula tentu menjadi label atau identitas Kota Singkawang sebagai daerah yang melahirkan tradisi ini,” jelasnya.

Menurutnya, banyak versi Cap Go Meh dan Tatung Singkawang merupakan tradisi dan perayaan yang berumur 100 tahun atau bahkan lebih

Tradisi ini bahkan sempat “terselubung” saat era Soeharto, dan mulai digelar kembali di era milenial saat Gus Dur menjadi Presiden.

“Usulan Cap Go Meh dan Tatung Singkawang sudah dimulai sejak Februari 2020 yang kemudian ditampung oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat untuk selanjutnya diteruskan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia untuk di seleksi,” tuturnya.

Pamong Budaya Ahli I Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang, Timur Triono mengatakan, usulan warisan budaya tak benda itu dilaksanakan setiap tahun.

“Dari kabupaten/kota harus melengkapi usulan diawal tahun antara Januari-Februari untuk diusulkan ke provinsi, kemudian dari provinsi ke pusat,” katanya.

Tahun ini, Pemkot Singkawang mengusulkan Cap Go Meh dan Tatung. Sebenarnya ada dua karya budaya di even ini, hanya saja pihaknya ingin budaya Cap Go Meh dan Tatung harus menyatu dan tidak bisa dipisahkan.

“Sehingga untuk Singkawang setiap CGM pasti ada Tatungnya sehingga mereka saling berkaitan,” ujarnya.

Secara keseluruhan, katanya, ada 23 karya budaya di seluruh Kalbar yang diusulkan ke pusat. Hanya saja ada 7 karya budaya yang lolos verifikasi, salah satunya Festival Cap Go Meh dan Tatung Singkawang.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Lintas Kalbar

Kebijakan Wajib Swab Bagi Penumpang Kapal Motor Diberlakukan

Published

on

By

Kebijakan Wajib Swab Bagi Penumpang Kapal Motor Diberlakukan
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson

Gencil News – Berdasarkan data, Kabupaten Kayong Utara mengirimkan jumlah sampel Swab dengan jumlah sedikit.

“Untuk minggu pertama dan kedua bulan Januari 2021. Kayong Utara hanya mengirimkan 22 sampel,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson kepada wartawan, Jumat 22 Januari 2021.

Harisson menegaskan, Satgas penangan Covid-19 Provinsi Kalimantan Barat bekerjasama dengan Satgas Kota Pontianak. Dan Kabupaten Kubu Raya akan melakukan uji swab atau rapid test antigen kepada sejumlah penumpang kapal motor. Dari beberapa daerah yang datang dari Kabupaten Kayong Utara menuju Pontianak dan Kubu Raya, mulai Jumat 22 Januari 2021.

“Penumpang ini adalah penumpang kapal motor dan long boat yang melayani rute Teluk Batang-Pontianak, Sukadana-Pontianak. Kemudian dusun-Pontianak, Teluk barang-Rasau Jata, Teluk Melano-Rasau Jaya, Durian Sebatang-Rasau Jaya dan Dusun-Rasau Jaya,” ungkapnya.

Ia menerangkan soal, uji secara acak kepada sejumlah penumpang. Karena hal ini menurutnya sangat efektif untuk membantu Satgas Kayong Utara dalam penanganan Covid-19.

“Maksud dari adanya uji swab ini adalah uji swab PCR dan uji swab antigen. Nanti akan kita lakukan secara acak. Kegiatan ini dimaksudkan dalam rangka membantu Satgas Kayong Utara yang selama ini kurang melakukan tracing dan testing. Terhadap warga di Kayong Utara,” tutupnya.

Continue Reading

Lintas Kalbar

Gubernur: “Kalau Dilihat Masyarakat Untuk Swab Saja Masih Malas”

Published

on

Gubernur: "Kalau Dilihat Masyarakat Untuk Swab Saja Masih Malas"
Sosialisasi Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di Kalimantan Barat secara virtual. Dalam kegiatan ini, turut dihadiri Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kalbar, Ir. Sukaliman, M.T., dan Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, dr. Harisson, M.Kes.

Gencil News – Gubernur Kalbar Sutarmidji dalam acara sosialiasi pelaksanaan Vaksinasi Covid-19, menyentil masyarakat yang masih ragu dengan adanya vaksin covid-19. Menurut Gubernur, keraguan yang timbul itu akibat masyarakat yang belum mendapatkan informasi yang benar.

“Kalau dilihat masyarakat Kalbar yang datang untuk swab saja masih malas, apalagi untuk melakukan vaksinasi. Saya berharap sosialisasi ini terus dilakukan karena pemerintah tidak mungkin ingin mencelakakan masyarakatnya. Semua ini dilakukan untuk kebaikan bersama,” ucap Gubernur.

Kemudian Gubernur menyampaikan soal pentingnya vaksin, dengan tujuan  melindungi masyarakat dari Covid-19 agar tetap produktif secara sosial dan ekonomi.

“Vaksinasi diperlukan untuk membuat masyarakat kita kuat atau kebal dan bisa menangkal keterjangkitan Virus Corona tersebut. Kalau masyarakat imunitasnya sudah kuat dan sudah punya antibody virus, maka pasti interaksi satu dengan yang lainnya akan lebih leluasa. Kalau lebih leluasa maka akan ada pertumbuhan atau perkembangan dari bidang ekonomi maupun sosial,” jelas Gubernur Kalbar.

Mantan Wali Kota Pontianak dua periode ini juga menjelaskan kepada seluruh tenaga yang berada pada garda depan untuk mempersiapkan diri mendapatkan vaksin.

“Saya berharap tenaga kesehatan harus mempersiapkan diri karena nakes merupakan tulang punggung untuk merawat yang terpapar virus. Setelah itu TNI/Polri karena bagian penegakan dalam mendisiplinkan masyarakat,” pungkasnya.

Continue Reading

Kabupaten Kubu Raya

GAIA Bumi Raya Mall Mampu Serap 2.500 Tenaga Kerja

Published

on

By

GAIA Bumi Raya Mall Mampu Serap 2.500 Tenaga Kerja
Peresmian GAIA Bumi Raya City Mall

Gencil News – Gubernur Kalbar Sutarmidji meminta pihak manajemen GAIA Bumi Raya City Mall yang terletak di Kabupaten Kubu Raya. Untuk dapat menyerap banyak tenaga kerja lokal sebagai upaya membantu pemerintah dalam menekan angka pengangguran.

“Saya merasa bangga karena meski di tengah pandemi, masih ada investor yang mau membuka mall. Ini menunjukkan bahwa Kalbar mampu tetap mempertahankan iklim investasi. Meski di tengah pandemi,” kata Sutarmidji saat meresmikan GAIA Bumi Raya City Mall yang terletak di Kabupaten Kubu Raya. Kamis, (21/1/2021)

Sutarmidji menyatakan, mall baru tersebut dapat menampung tenaga kerja lebih dari 2.500 orang. Dan daerah akan mendapat pengaruh yang besar dari sisi ekonomi. Masyarakat akan mendapatkan peluang baru dan daerah tentu mendapat kontribusi dari investasi yang ada.

“Saya mengapresiasi kepada investor yang membangun mall ini karena mall ini menjadi alternatif baru bagi masyarakat. Untuk belanja dan berekreasi bersama keluarga selain kota Pontianak,” tuturnya.

Ia menambahkan, pada kawasan mall ini juga akan segera membuka apartemen dan perumahan yang sudah mulai di bangun.

“Kalau saya jadi pak bupati, saya akan memberikan diskon sampai 75 persen untuk pengurusan IMB. Karena walau kita diskon, setelah bangunan jadi, banyak pendapatan yang bisa pemerintag daerah peroleh. Ketika apartemen dan perumahannya laku, maka akan ada biaya BPHTB sebesar 5 persen yang pemda dapat. Belum lagi setiap tahun ada PBB, pajak air bersih dan pendapatan lainnya,” katanya.

Bupati Kubu Raya Sambut Baik GAIA Bumi Raya City Mall

Sementara itu, Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan menyambut baik adanya GAIA Bumi Raya City mall tersebut di daerahnya.

“Tentu keberadaan mall di Kubu Raya ini bisa menyerap banyak tenaga kerja dan kita harapkan pihak manajemen mall bisa menyerap tenaga kerja lokal. Sekaligus memberdayakan anak muda, karena dari informasi yang kita dapat dari pihak manajemen mall. Mereka akan menekankan konsep pemberdayaan ekonomi kreatif dan UMKM,” tuturnya.

Muda menyatakan, pihaknya akan memberikan peluang kepada semua investor yang ada untuk berinvestasi di kabupaten itu.

“Untuk proses perizinan, kita sudah menerapkan sistem OSS sehingga lebih transparan dan cepat. Untuk itu, investor tidak perlu ragu untuk berinvestasi di Kubu Raya,” kata Muda.

Sementara itu, Direktur Utama PT. Bumi Raya Ritel Indonesia Tan Ying Mei mengatakan di masa pandemi dan kondisi perekonomian yang belum stabil. Perlu adanya upaya-upaya untuk menggerakkan dan membangkitkan perekonomian Indonesia.

“Keberadaan GAIA Bumi Raya City diharapkan mampu menjadi lokomotif pergerakan ekonomi di Kalimantan Barat,” kata dia.

Ia menjelaskan mall ini memiliki desain yang modern futuristik, fasilitas lengkap. Dipadukan dengan area taman yang asri dan air terjun yang indah.

“Dengan fasilitas lengkap tersebut menjadikan GAIA Bumi Raya City sebagai tempat berbelanja dan berekreasi yang tepat bagi seluruh keluarga. Serta berbisnis bagi masyarakat Kubu Raya, Kalbar dan masyarakat luas lainnya,” katanya.

Continue Reading

TRENDING