Ini Makna Kemerdekaan Bagi Bupati Kubu Raya

GENCILNEWS – Bagi Bupati Kubu Raya Rusman Ali,  makna peringatan kemerdekaan adalah meningkatkan kerja agar rakyat mendapat manfaat yang sebesar-besarnya dari pembangunan. Ia pun meminta seluruh jajaran Pemkab Kubu Raya  bekerja sepenuh hati melayani masyarakat.

“Harus kita refleksikan ke dalam kehidupan sehari-hari, jika para pahlawan mengorbankan jiwa raga merebut kemerdekaan, tugas kita adalah membuat rakyat sejahtera,” kata Bupati Rusman Ali.

Momen hari kemerdekaan ini harus jadi semangat dalam mengisi pembangunan dengan terus meningkatkan kinerja, bahu membahu, bekerja keras, bekerja bersama dan bekerja tuntas demi masyarakat.

Sebagai kepala daerah, Rusman Ali  ingin kemiskinan terus berkurang, Pendidikan terus meningkat, peluang dan kesempatan terus terbuka bagi masyarakat untuk membangun ekonomi rumah tangga yang terus maju, untuk mendorong pembangunan.

Baca juga   Listrik Pintar Permudah Dapatkan Voucher dan Token Listrik Bagi Masyarakat

“Selama 4 tahun saya dan wakil bupati memimpin, sudah banyak hal kami capai. Lebih dari 40 penghargaan baik tingkat regional dan nasional yang kita raih. Berkat kerja keras kita semua, kemiskinan di Kabupaten Kubu Raya terus menurun, IPM kita terus naik, pertumbuhan ekonomi kita masih yang terbaik, angka pengangguran juga terus menurun,” katanya.

Makna kemerdekaan yang sesungguhnya adalah ketika rakyat merdeka dalam segala hal. Tidak hanya merdeka dari penjajahan, tapi juga bebas dalam seluruh aspek kehidupan.

 

“Seluruh aspek kehidupan harus dapat dinikmati rakyat, yakni ekonomi, sosial, keamanaman, ketahanan pangan, dan seluruh aspek kehidupan lainnya. Sebagaimana yang kita lakukan di Kubu Raya dengan membuka akses jalan-jalan poros, sebagai pendorong baagi pertumbuhan ekonomi masyarakat. Dengan membuka akses masyarakat untuk mobilisasi barang dan orang,” kata Bupati Rusman Ali.

Baca juga   Muda Mahendrawan Ingatkan Birokrat Fokus pada Pelayanan Masyarakat

Rusman Ali mengatakan, generasi sekarang memiliki tugas menjaga dan mengisi kemerdekaan dengan hal yang positif. “Tentunya harus diisi dengan tugas dan profesi masing-masing secara positif,” imbuhnya.

Rusman Ali mengatakan, tantangan terbesar bagi Bangsa Indonesia saat ini adalah intoleransi dalam kehidupan bermasyarakat. Perlu pemahaman sikap Bhineka Tunggal Ika sebagai langkah pencegahan.

“Sehingga, tidak ada lagi sekat suku, agama, dan ras. Semua perbedaan tersebut telah terangkum dalam kata Bhineka Tunggal Ika, yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Jayalah Indonesia,” pungkasnya.(dpw)

Penulis : Gencil News
Editor : Gencil News
Sumber : Gencil News