Connect with us

Berita Kalbar

Ini Pesan Sultan Pontianak kepada Walikota Pontianak

Published

on

Sultan Syarif Mahmud Alkadrie menghadiri peringatan hari ulang tahun kota Pontianak ke-247 yang dipusatkan di depan taman alun-alun Kapuas Pontianak (23/10/18).

Selain dihadiri Sultan Syarif Mahmud Alkadrie, acara tersebut juga dihadiri Gubernur Kalbar Sutarmidji.

Turut pula hadir Plt Walikota Pontianak Edi Rusdi Kamtono beserta seluruh masyarakat dari berbagai kalangan.

Mulai dari instansi pendidikan, ASN, hingga masyarakat umum,

Dalam acara tersebut, Sy. Mahmud Alkadrie menyampaikan harapannya terhadap Edi Rusdi Kamtono selaku Plt Walikota Pontianak.

Sy. Mahmud Alkadrie berharap siapapun Walikota Pontianak nantinya bisa menjadi pemimpin yang lebih baik lagi daripada pemimpin sebelumnya.

“karena setiap pergantian walikota itu sendiri harus ada perubahan, jangan sampai tidak ada perubahan, harus lebih baik lagi dari pada sebelumnya” jelas  Sy. Mahmud Alkadrie

Dalam acara peringatan yang juga diisi dengan penyelenggaraan tari Jepin massal, Sultan Sy. Mahmud Alkadrie juga berpesan kepada pemerintah kota Pontianak untuk  tidak melupakan tempat-tempat bersejarah di Pontianak.

Karena menurutnya, tanpa keberadaan tempat-tempat bersejarah di Pontianak, kota yang telah menginjak usia 247 tahun ini tak akan bisa menjadi seperti saat ini.

“jangan melupakan tempat-tempat bersejarah di Pontianak. Karena tanpa cikal bakal tempat bersejarah yang ada di Pontianak ini, Pontianak tidak akan bisa seperti sekarang ini.” Ungkap Sultan Sy. Mahmud Alkadrie.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kota Pontianak

Indeks Profesional ASN Pemkot Pontianak Mendapatkan Predikat Baik

Published

on

Indeks Profesional ASN Pemkot Pontianak Mendapatkan Predikat Baik
upacara secara terbatas Harjad Pontianak ke-249 sesuai protokol kesehatan di halaman Kantor Wali Kota Pontianak, Jumat (23/10/2020). - Foto - Pemkot Pontianak

Gencil News – Indeks Profesional ASN Pemkot Pontianak mendapatkan predikat baik dari hasil penilaian Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Indeks profesional ASN Pemkot Pontianak mendapatkan predikat baik dengan skor 8,6.

Penilaian tersebut meliputi empat indikator diantaranya kualifikasi, kompetensi, kinerja, dan disiplin. Wali Kota Pontianak Edi Kamtono berharap hasil penilaian tersebut harus dijadikan semangat untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Bagaimana kita terus bisa meningkatkan kualitas sehingga capaian target bisa kita raih dengan cepat, kuncinya adalah bisa memberikan kebahagiaan dan kesejahteraan bagi warga Kota Pontianak,” Ujar Edi Kamtono.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menekankan kepada seluruh jajaran Pemerintahan Kota (Pemkot) Pontianak terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini diharapkannya bisa menjadi pelajaran bagi semua untuk semakin tangguh.

“Meskipun pandemi ini belum juga berakhir, saya minta jajaran aparatur Pemkot Pontianak tidak kendor dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, tingkatkan kualitas pelayanan publik,” ujarnya di hadapan peserta upacara Harjad ke-249 Kota Pontianak.

Hari Jadi Kota Pontianak ke 249, Ini Saran Gubernur Kalbar

Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji menyampaikan harapannya kepada Kota Pontianak. Mantan Wali Kota Pontianak dua periode ini berharap Kota Pontianak semakin meningkatkan pelayanan kepada publik.

“Saya harapkan kepada Wali Kota dan Wakil fokus pada perbanyak ruang publik dan meningkatkan kualitas pelayanan publik” pinta Gubernur.

Menurut Sutarmidji, apa yang telah dilakukan oleh Edi Kamtono dan Bahasan tepat pada jalurnya. Namun Gubernur juga mengingatkan bahwa masih ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan ditingkatkan.

RSUD Kota Pontianak harus ditingkatkan pelayanannya kepada masyarakat. Dan diharapkan mampu bersaing dengan RSUD Sudarso dan Rumah Sakit Swasta di Kalimantan Barat.

“Kepercayaan masyarakat Kota Pontianak terhadap RSUD Kota ini sudah cukup baik. Selain gedungnya yang bagus, kepercayaan pun meningkat. Dan ini yang harus ditingkatkan. Yang bisa dipertahankan silahkan, yang tidak bisa dipertahankan, untuk apa dipertahankan” ujar Sutarmijdi.

UKM juga mendapatkan perhatian dari Sutarmidji. Gubernur menyampaikan UKM di Kota Pontianak harus mendapatkan perhatian yang lebih dari Wali Kota. Perlu adanya pemanfaat gedung Dekranasda seperti kegiatan dan diskusi yang dilakukan oleh berbagai komunitas.

“UMKM harus terus dibina dan tingkatkan secara kontinu karena Kota Pontianak sudah punya pusat di Dekranasda. Harusnya UMKM dan Komunitas bisa berdiskusi disitu dan mengadakan kegiatan disitu tapi saya lihat kurang dimanfaatkan,” kata Gubernur.

Untuk fasilitas publik di Kota Pontianak, Gubernur Kalbar juga memberikan sarannya kepada Direktur PDAM yang baru terpiilih, agar meningkat pelayanan kepada publik, melakukan inovasi-inovasi dan meminimalisir keluhan dari pelanggan.

Dibidang pedidikan, Sutarmidji menyampaikan fasilitas pendidikan sekolah negeri harus mampu bersaing dengan sekolah swasta. Karena, selama ia menjabat sebagai Wali Kota, sekolah-sekolah swasta kerap mendominasi kejuaraan.

Persoalan air tergenang yang terjadi dijalan Ahmad yani, Gajah Mada dan di beberapa ruas jalan juga disorot Sutarmidji, untuk itu ia berharap agar Edi Kamtono dapat menyelesaikan persoalan ini.

“Kalau untuk jalan sudah dan masih bagus tinggal dijaga salurannya. Jadi tinggal Pak Edi memperlebar penampang jembatan Gajahmada untuk mengurangi banjir atau genangan air disekitar Jl A Yani,” ujarnya.

Pemprov Kalbar juga sudah meminta pembuatan trotoar saluran dari Pendopo yang terkadang banjir. “Nanti alur saluran tidak ke Parit Tokaya tapi ke Perdana supaya bisa terbagi air dari saluran Parit Tokaya,” jelas Gubernur.

Dan dihari jadi Kota Pontianak ke 249, Gubernur Kalimantan Barat H. Sutarmidji menyampaikan ucapan selamat dan disertai harapan semoga Kota Pontianak, semakin baik pembangunannya, pelayanannya kepada masyarakat.

Kemudian penerapan disiplin pegawai harus menjadi modal dasar karena tanpa disiplin, tidak akan mungkin adanya sebuah inovasi. Jika Kota Pontianak tidak berinovasi maka tidak akan bisa bersaing dengan daerah lain.

“Saya harap Wali Kota Pontianak bisa membuat inovasi lebih bagus, bersama DPRD saling bersinergi untuk menyelesaikan masalah,” pungkasnya.

Continue Reading

Kota Pontianak

Harjad Pontianak ke-249, Edi Minta Aparatur Tingkatkan Pelayanan Publik

Published

on

Harjad Pontianak ke-249, Edi Minta Aparatur Tingkatkan Pelayanan Publik
Harjad Pontianak ke-249, Edi Minta Aparatur Tingkatkan Pelayanan Publik - foto/data : pemkot pontianak

Gencil News – Momentum Hari Jadi (Harjad) ke-249 Kota Pontianak diperingati dengan menggelar upacara secara terbatas sesuai protokol kesehatan di halaman Kantor Wali Kota Pontianak, Jumat (23/10/2020).

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menekankan kepada seluruh jajaran Pemerintahan Kota (Pemkot) Pontianak terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini diharapkannya bisa menjadi pelajaran bagi semua untuk semakin tangguh.

“Meskipun pandemi ini belum juga berakhir, saya minta jajaran aparatur Pemkot Pontianak tidak kendor dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, tingkatkan kualitas pelayanan publik,” ujarnya di hadapan peserta upacara Harjad ke-249 Kota Pontianak.

Ia menambahkan, berdasarkan hasil penilaian Badan Kepegawaian Nasional (BKN), untuk indeks profesional ASN Pemkot Pontianak mendapatkan predikat baik dengan skor 8,6. Penilaian tersebut meliputi empat indikator diantaranya kualifikasi, kompetensi, kinerja, dan disiplin.

Dirinya berharap hasil penilaian tersebut harus dijadikan semangat untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik. Saat ini masih perlu dilakukan peningkatan pelayanan meskipun dengan keterbatasan anggaran dan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Bagaimana kita terus bisa meningkatkan kualitas sehingga capaian target bisa kita raih dengan cepat, kuncinya adalah bisa memberikan kebahagiaan dan kesejahteraan bagi warga Kota Pontianak,” terangnya.

Sementara itu, masih kaitan dengan pandemi Covid-19, Edi menekankan agar upaya memberikan pemahaman, pengertian dan tindakan penegakkan protokol kesehatan terus dilakukan. Diakuinya, dampak pandemi Covid-19 sangat terasa pada seluruh kehidupan masyarakat Kota Pontianak. “Terutama sektor perekonomian, sosial dan budaya,” tuturnya.

Sejak diterapkannya relaksasi dengan adaptasi kebiasaan baru, ia memprediksi akan terjadi tambahan warga yang terkonfirmasi positif Covid-19. Hal ini disebabkan tingginya mobilitas masyarakat di dalam maupun antar kota yang tidak bisa terbendung.

“Warga Kota Pontianak kita minta untuk tetap menerapkan protokol kesehatan sehingga kasus positif Covid-19 ini tidak terjadi lonjakan,” pesan Edi.

Ia menyampaikan sektor pembangunan di Kota Pontianak hingga kini masih terus berlanjut. Seperti pembangunan rumah sakit di Kecamatan Pontianak Utara, pembangunan lanjutan Waterfront dari Kapuas Indah ke Senghie dan pembangunan sekolah terpadu di SMP 22 Purnama Agung VII.

“Alokasi untuk belanja penanganan pandemi Covid-19 masih bisa menjawab tantangan hingga Desember mendatang,” ungkapnya.

Kemudian, terkait permasalahan ketertiban umum dan kemacetan lalu lintas terus dilakukan upaya penyelesaian. Saat ini Pemkot Pontianak tengah melakukan upaya pembebasan lahan untuk pembangunan duplikasi Jembatan Kapuas I.

Edi berharap pembangunan fisik duplikasi Jembatan Kapuas I bisa dilakukan pada 2021 sebab konsep pembangunan memanfaatkan lahan yang ada dilingkungan. Jika duplikasi Jembatan Kapuas I selesai maka akan menjadi solusi kemacetan.

“Ini kita harapkan bantuan Gubernur untuk mendorong secara moril dan material, karena anggaran kurang lebih Rp300 miliar,” jelasnya.

Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji mengingatkan semua masyarakat agar senantiasa menerapkan protokol kesehatan supaya tidak tertular Covid-19. Sebab apabila lengah, maka bukan tidak mungkin bisa saja terpapar Covid-19. Oleh sebab itu, ia berpesan agar edukasi terkait pencegahan Covid-19 perlu dilakukan secara terus-menerus.

“Apalagi Kota Pontianak dengan penduduk yang ramai, interaksi pasti lebih sering,” sebutnya.

Ia berharap Wali Kota Pontianak bisa memperhatikan penerapan protokol kesehatan di wilayahnya. Sebagai kota jasa dan perdagangan, Pontianak diharapkan tidak menjadi zona merah. Sebab jika hal itu terjadi, maka akan berdampak pada terhentinya kegiatan jasa dan perdagangan.

“Kegiatan pendidikan, ekonomi terhenti sementara, orang tidak berani datang berarti hotel tidak berpenghuni, restoran tidak ada yang beli, makanya harus dijaga,” pesan Sutarmidji.

Dirinya juga meminta Pemkot Pontianak untuk tetap menjaga pelaksanaan kompetensi dan disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN). Penempatan seseorang pada jabatan menurutnya harus sesuai dengan latar belakang pendidikan dan alur jabatan yang pernah diemban.

Kemudian penerapan disiplin pegawai harus menjadi modal dasar karena tanpa disiplin, tidak akan mungkin adanya sebuah inovasi. Jika Kota Pontianak tidak berinovasi maka tidak akan bisa bersaing dengan daerah lain.

“Saya harap Wali Kota Pontianak bisa membuat inovasi lebih bagus, bersama DPRD saling bersinergi untuk menyelesaikan masalah,” pungkasnya.

Continue Reading

Kota Pontianak

Targetkan Pendapatan Daerah Tahun 2021 Rp 1,77 triliun

Published

on

Targetkan Pendapatan Daerah Tahun 2021 Rp 1,77 triliun

Gencil News – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak menargetkan pendapatan daerah pada tahun 2021 sebesar Rp1,77 triliun. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyebut, dibandingkan dengan APBD Perubahan tahun 2020 senilai Rp1,62 triliun, tahun 2021 terjadi peningkatan.

“Peningkatannya sebesar Rp152,09 miliar atau naik 8,59 persen,” ujarnya usai menyampaikan nota keuangan rancangan APBD tahun anggaran 2021 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota, Jumat (23/10/2020).

Kemudian, lanjutnya, total belanja daerah tahun 2021 adalah sebesar Rp1,84 triliun. Jumlah itu meningkat sebesar Rp55,15 miliar atau naik 3 persen dibandingkan APBD Perubahan tahun 2020 sebesar Rp1,78 triliun.

“Secara umum volume rancangan APBD Kota Pontianak 2021 adalah sebesar Rp1,87 triliun, atau naik sekitar 3,48 persen dibandingkan volume perubahan APBD tahun 2020 senilai Rp1,80 triliun,” ungkapnya.

Selain itu, penerimaan pembiayaan juga ditargetkan sebesar Rp99,11 miliar. Target itu terdiri dari sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya yang diproyeksi senilai Rp99,06 miliar dan penerimaan kembali pemberian pinjaman sebesar Rp50 juta.

“Sedangkan dari sisi pengeluaran pembiayaan yakni berupa penyertaan modal investasi pemerintah daerah yang dianggarkan sebesar Rp30 miliar,” terang Edi.

Lebih lanjut dikatakannya, dalam struktur RAPBD Kota Pontianak tahun 2021 terdapat beberapa penyesuaian yang mempengaruhi besaran volume RAPBD.

Penyesuai itu diantaranya penyesuan terhadap penerimaan dana transfer (TKDD) tahun 2021 yakni dana DAU, DAK, serta DBH baik dari sisi pendapatan maupun belanja. “Berdasarkan hasil rekonsiliasi Pemkot Pontianak denga Kementerian Keuangan RI,” katanya.

Selain itu, kata Edi, adanya penyesuaian terhadap pendapatan dan belanja dana BOSNAS, penyesuaian terhadap pendapatan dan belanja BLUD. “Ada pula penyesuaian terhadap besaran iuran BPJS,” imbuhnya.

Continue Reading

TRENDING