Kabupaten Bengkayang

Hujan Es di Bengkayang, BMKG Peringatkan Waspada Sampai April

Hujan Es di Bengkayang, BMKG Peringatkan Waspada Sampai April
Foto: BMKG Kalimantan Barat

Gencil News – Fenomena hujan es di Kalbar sudah 6 kali terjadi, terakhir hujan es terjadi di Samalantan, Bengkayang. Pada 26 Maret 2022 pada siang hari warga kabupaten Bengkayang dikejutkan dengan kejadian tersebut.

Berdasarkan rilis BMKG, hujan es sering terjadi pada siang hingga sore hari. Namun dapat juga terjadi pada malam hari, seperti yang terjadi di Kabupaten Sekadau tahun 2020.

Faktor kuat pemicu terjadinya hujan es adalah gaya angkat massa udara yang kuat akibat adanya pemanasan yang kuat sebelumnya, sehingga uap air dengan mudah naik ke atas menjadi awan cumulonimbus yang besar, menjulang tinggi dengan dasar awan yang rendah.

Kejadian hujan es sering disertai dengan angin kencang berdurasi singkat. Fenomena terjadinya hujan es dapat dianalisis dengan satelit dan radar cuaca. Pada satelit cuaca, fenomena hujan es ditandai dengan penurunan secara drastis suhu puncak awan.

Baca juga   Banjir di Kapuas Hulu Meluas ke 10 Kecamatan

Pada radar cuaca terlihat adanya nilai reflektifitas yang tinggi, lebih dari 50 dBz.

Potensi terjadi hujan di beberapa wilayah Kalbar dalam waktu dekat diprakirakan masih terjadi pada tanggal 27 – 28 Maret 2022, khususnya pada wilayah Kalbar bagian tengah hingga timur yaitu Landak, Sanggau, Sekadau, Sintang, Melawi dan Kapuas Hulu.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap potensi hujan serta petir dan angin kencang berdurasi singkat. Khususnya pada siang hingga sore hari masih perlu diwaspadai pada periode dan lokasi tersebut.

Sementara itu, wilayah Kalimantan Barat bagian pesisir barat masih rendah curah hujan yang terjadi. Kebakaran hutan dan lahan masih terjadi di beberapa wilayah.

Baca juga   Aksi Peduli Pendidikan Korem 121/Alambhana Wanawwai di Jagoi Babang

Beberapa titik panas masih terdeteksi yaitu: Sambas, Bengkayang, Mempawah, Kubu Raya dan Ketapang.

Diprakirakan potensi hujan rendah di wilayah Pesisir Barat Kalbar ini masih akan berlangsung setidaknya hingga tanggal 01 April 2022. Sehingga perlunya peningkatan kewaspadaan terhadap mudahnya terjadi kebakaran hutan dan lahan di beberapa wilayah Kalbar.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERPOPULER

To Top