Disdikbud Kapuas Hulu Monitoring Proses Belajar Tatap Muka
Connect with us

Kabupaten Kapuas Hulu

Disdikbud Kapuas Hulu Monitoring Proses Belajar Tatap Muka

Published

on

Disdikbud Kapuas Hulu Monitoring Proses Belajar Tatap Muka
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kapuas Hulu Petrus Kusnadi

Gencil News – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kapuas Hulu Kalimantan Barat terus melalukan monitoring atau pemantauan. Terhadap pelaksanaan sekolah tatap muka dalam menerapkan protokol kesehatan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kapuas Hulu Petrus Kusnadi mengatakan bahwa pihaknya terus mengecek proses pembelajaran tatap muka.

” Dari sejumlah sekolah yang kami datangi proses pembelajaran tatap muka di sekolah sebagian besar. Telah menerapkan protokol kesehatan,” kata Petrus Kusnadi, Selasa (16/02/2021)

Dalam upaya mencegah adanya klaster pendidikan saat berlangsungnya proses belajar tatap muka. Dinas pendidikan terus meminta laporan dari koordinator pendidikan (jordik) di masing-masing kecamatan terkait pelaksanaan protokol kesehatan.

Menurut dia, sesuai arahan Gubernur Kalbar bahwa setiap daerah status zona kuning diperbolehkan tatap muka. Tetapi keselamatan peserta didik di utamakan.

” Pembelajaran tatap muka kita laksanakan tetap harus memperhatikan keselamatan peserta didik, karena itu paling utama,” kata Petrus.

Dia menegaskan apabila dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka ada yang terkonfirmasi COVID-19 di satuan pendidikan. Maka proses tatap muka di hentikan.

” Kami akan langsung hentikan sekolah tatap muka apabila ada yang terkonfirmasi. Oleh karena itu satuan pendidikan harus tegas dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, harus benar-benar di laksanakan,” tegas Petrus.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kabupaten Kapuas Hulu

Pesan Gubernur Kepada Bupati Kapuas Hulu, Siapkan Lahan 2 Hektar

Published

on

Pesan Gubernur Kepada Bupati Kapuas Hulu, Siapkan Lahan 2 Hektar

Gencil News – Gubernur Kalbar Sutarmidji menyampaikan pesan kepada Bupati Kapuas Hulu yang baru Fransiskus Diaan soal pendidikan di Kalbar. Gubernur Kalbar pun minta kepada Bupati Kapuas Hulu untuk menyiapkan lahan seluas dua hektar, untuk pembangunan sekolah di Kabupaten yang berada ditimur Kalbar itu.

“Kemarin saya sempat berbicara dengan pak Fransiskus, kita akan meningkatkan pendidikan di Kapuas Hulu. Sehingga saya bilang, siapkan saja lahan , kalau ada dua hektar di daerah yang ramai penduduknya dan strategis. Nanti Pemprov akan bangun SMA atau SMK yang bagus dan daya tampung yang besar.” jelas Sutarmidji.

Menurut Gubernur dengan daya tampung yang besar, tentunya ini nantinya akan berpengaruh pada IPM.

“Dari segi IPM kita ini yang paling rendah Se-Kalimantan. Tapi dari sisi PDRB kita unggul, dulu kita paling bawah, tapi sekarang PDRB nomor dua di Kalimantan” jelas Midji.

“Kalau ekonomi sudah bisa kita tingkat di nomor dua Kalimantan, maka untuk urusan pendidikan kita bisa, kesehatan kita bisa”

“Kalau angka kesehatan itu baik, makan IPM kita akan baik.” pungkas Gubernur

Continue Reading

Kabupaten Kapuas Hulu

Usut Pembakaran Mobil KPH Sampai Tuntas, Dugaan Sengaja Dibakar

Published

on

By

Usut Pembakaran Mobil KPH Sampai Tuntas, Dugaan Sengaja Dibakar
Istimewa : Pembakaran Mobil KPH Dikapuas Hulu akan di usut sampai tuntas

Gencil News – Kasus pembakaran mobil KPH di Kapuas Hulu menyita banyak perhatian masyarakat dan pemerintah. Dalam hal ini Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kalimantan Barat Adi Yani yang menginginkan kasus ini tuntas secara hukum.

Adi Yani memaparkan bahwa kasus ini kini masuk dalam tahap pengumpulan bukti-bukti dan saksi saat kejadian.

” Kami berharap persoalan itu tetap harus proses secara aturan berlaku. Saat ini petugas sedang mengumpulkan bukti-bukti dan saksi dalam proses penanganannya di Kapuas Hulu,” kata Adi Yani,

Adi menyatakan, kasus ini menjadi sorotan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) termasuk juga oleh Gubernur Kalimantan Barat.

Ia menjelaskan kasus ini sudah mendapat arahan dari Kementerian LHK dan Gubernur Kalimantan Barat. Agar memproses kasus tersebut sesuai aturan berlaku.

” Kita semua inginkan kasus tersebut di proses sampai tuntas karena aturan seperti itu. Demikian juga arahan langsung Gubernur dan Dirjen Gakkum Kementerian LHK. Sekarang mereka di lapangan terus bekerja untuk mengumpulkan barang bukti dan saksi serta sudah dilakukan pemanggilan terhadap saksi-saksi,” jelasnya

Sementara Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) wilayah Kapuas Hulu Utara Mardiansyah menyatakan. Sampai saat ini kasus dugaan ilegal logging dan terbakarnya mobil dinas milik KPH Kapuas Hulu Utara belum ada perkembangan.

” Kami inginkan kasus itu tuntas ada kepastian hukum, kalau mobil itu di bakar, pelakunya jelas, motifnya jelas. Kalau pun terbakar, sebabnya juga harus jelas, begitu juga untuk ilegal logging pelaku nya juga harus jelas,” pinta Mardiansyah.

Menurutnya, KPH menemukan adanya keterlibatan oknum aparat pada kasus ini berdasarkan keterangan sejumlah saksi.

Dugaan Sengaja Dibakar

” Terkait terbakarnya mobil dinas di sekitar lokasi ilegal logging kami menduga itu sengaja di bakar. Makanya kami ingin adanya kejelasan dalam persoalan tersebut,” kata Mardiansyah.

Sementara itu, Kepala Satuan Reskrim Polres Kapuas Hulu AKP Rando menjelaskan penanganan dugaan ilegal logging. Dan terbakarnya mobil dinas petugas kehutanan itu masih tahap penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan sejumlah saksi, termasuk barang bukti.

“Untuk saat ini kami sudah mengamankan 406 batang kayu olahan jenis balok dan mengumpulkan keterangan saksi. Serta berkoordinasi dengan POM terkait dugaan keterlibatan oknum aparat,” jelas Rando.

Continue Reading

Kabupaten Kapuas Hulu

Mobil KPH Dibakar, Diduga Ada Oknum Aparat Yang Terlibat Kasus Ini

Published

on

By

Mobil KPH Dibakar, Diduga Ada Oknum Aparat Yang Terlibat Kasus Ini
Mobil KPH Kapuas Hulu dibakar

Gencil News – Oknum aparat diduga terlibat pembakaran mobil Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Putussibau Utara Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Dugaan itu menguat karena ada aparat yang datang ke lokasi.

Saat kejadian, oknum aparat itu mencegah kedatangan para petugas KPH yang hendak menertibkan aktivitas pembalakan liar atau illegal logging.

“Kami sempat cek-cok dengan oknum aparat yang datang ke lokasi tumpukan kayu yang siap angkut,” kata Kasi Perlindungan dan pemberdayaan Masyarakat KPH Putussibau Utara, Beri Hutasoit,” Minggu (14/2/2021).

Ia menjelaskan bahwa oknum aparat berinisial D itu datang ke lokasi setelah para pekerja menghubunginya saat pembalakan liar di lokasi. Namun saat datang ke lokasi, ia mengaku sebagai pembeli dan meminta agar petugas KPH tak menyita kayu tersebut.

“Kami sempat bersitegang dengan inisial D itu. Kami coba berikan pemahaman dan menghindari agar tidak terjadi konflik,” ujarnya.

Setelah bersitegang, oknum tersebut yang sudah membawa truk bersedia meninggalkan lokasi dan tidak jadi mengangkut kayu. Tim petugas KPH telah melaporkan kasus pembakaran mobil tersebut ke Polres Kapuas Hulu untuk selanjutnya masuk tahap penyelidikan.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Kapuas Hulu AKP Rando menyatakan masih terus mendalami kasus tersebut. Pihaknya telah meminta keterangan saksi-saksi di lokasi

“Kami meminta keterangan warga sekitar lokasi, termasuk dari pihak KPH untuk mencari terduga pelaku,” tuturnya.

Continue Reading

Advertisement

KORAN GENCIL NEWS

TRENDING