Iwan Setiawan Usulkan Penetapan UMK Pekerja Kapuas Hulu
Connect with us

Kabupaten Kapuas Hulu

Iwan Setiawan Usulkan Penetapan UMK Pekerja Kapuas Hulu

Published

on

Iwan Setiawan Usulkan Penetapan UMK Pekerja Kapuas Hulu
Rapat Pembahasan Upah Minimum Kabupaten Kapuas Hulu Tahun 2021

Gencil News – Kepala Dinas Tenaga Kerja Perindustrian dan Transmigrasi Kabupaten Kapuas Hulu, Iwan Setiawan menyatakan. Kalau pihaknya sudah membahas upah minimum kabupaten (UMK) khusus wilayah Kabupaten Kapuas Hulu pada tahun 2021.

“Jadi penetapan UMK merupakan sebuah upaya untuk mewujudkan penghasilan yang layak bagi pekerja. Tanpa mengabaikan produktifitas dari kemajuan perusahaan,” ujarnya kepada wartawan, Rabu 23 Desember 2020.

Iwan Setiawan menjelaskan, hasil kesepakatan besaran UMK pada tingkat Kabupaten untuk kemudian melakukan pengusulan kepada Gubernur Kalimantan Barat. Untuk ditetapkan melalui Surat Keputusan Gubernur kalimantan Barat. 

“Setelah adanya penetapan, seluruh perusahaan yang berada di Wilayah Kabupaten Kapuas Hulu hendaknya mentaati dan melaksanakannya semua peraturan pemerintah. Serta wajib membayar gaji tenaga sesuai dengan UMK tersebut,” ucapnya.

Terkait berapa besar UMK wilayah Kapuas Hulu, Iwan Setiawan menjelaskan, masih melakukan pengusulan dan akan kemudian akan disampaikan oleh Pemerintah Provinsi (Gubenur Kalbar).

“Nanti kalau Gubenur Kalbar sudah setuju, barulah kami sampaikan usulan besarnya UMK di Kapuas Hulu,” ungkapnya.


Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kabupaten Kapuas Hulu

Dinas Pendidikan Kapuas Hulu Sarankan Pakai Dana Bos Untuk Prokes

Published

on

By

Dinas Pendidikan Kapuas Hulu Sarankan Pakai Dana Bos Untuk Prokes
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kapuas Hulu Kalimantan Barat Petrus Kusnadi

Gencil News – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kapuas Hulu Kalimantan Barat Petrus Kusnadi mengatakan untuk persiapan pembelajaran tatap muka. Pihak sekolah bisa menggunakan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk belanja keperluan terkait Protokol kesehatan (Prokes).

Petrus Kusnadi, mengatakan pihak sekolah boleh menggunakan dana BOS untuk fasilitas prokes. Hal ini ia ungkapkan usai sosialisasi kesiapan kesiapan belajar tatap muka, di Putussibau Selatan wilayah Kapuas Hulu, Rabu (20/1/2021).

“Untuk kesiapan pembelajaran tatap muka tentu pihak sekolah wajib menerapkan Prokes. Dan sekolah bisa menggunakan dana BOS,” katanya

Petrus menjelaskan, ada beberapa hal yang ia sampaikan dalam kesiapan Dinas pendidikan melaksanakan tatap muka, apabila sudah memungkinkan.

Menurut dia, tentu juga harus mempersiapkan segala sesuatu sesuatu yang wajib pihak sekolah siapkan. Dalam memutus mata rantai COVID-19 dan kebijakan-kebijakan yang memungkinkan untuk diterapkan dalam proses belajar mengajar.

“Harapan kita semua, agar bisa segera menerapkan pembelajaran tatap muka,” ucap Petrus.

Berkaitan dengan penerapan Protokol kesehatan (Prokes), Petrus mengatakan sekolah wajib menyediakan tempat cuci tangan yang cukup. Kemudian masker bagi siswa dan guru, hand sanitizer, alat pengukur suhu.

” Semua itu bisa dibelanjakan melalui dana BOS sesuai kebutuhan sekolah,” kata Petrus.

Continue Reading

Kabupaten Kapuas Hulu

Pendapatan Pajak Samsat Putussibau Capai Rp32 Miliar Tahun 2020

Published

on

By

Pendapatan Pajak Samsat Putussibau Capai Rp32 Miliar Tahun 2020
Kasi Penetapan Pajak Samsat Putussibau, Husin Syahbandar Indra

Gencil News – Pada tahun 2020, Unit Pelaksana Teknis Pengelola Pendapatan Daerah (UPT PPD) wilayah Putussibau. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Kalimantan Barat telah merealisasikan pendapatan daerah dari sektor pajak kendaraan sebesar Rp 32 Miliar lebih.

Keberhasilan sektor pajak tersebut sebagai upaya memaksimalkan pendapatan daerah melalui sektor pajak. 

Kasi Penetapan Pajak Samsat Putussibau, Husin Syahbandar Indra menjelaskan, Samsat Putussibau berhasil merealisasikan penerimaan daerah. Sebesar 96,19% dari target yang telah menetapkan tahun anggaran 2020. 

Targetnya berjumlah Rp.33.313.094.851 dan dapat terealisasikan sebesar Rp.32.045.110.250.

“Realisasi tersebut cukup signifikan, hal ini menandakan partisipasi masyarakat dalam pembayaran pajak kendaraan bermotor sangat baik,” katanya

Dari jenis penerimaan daerah, kata Husin salahsatunya adalah Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tercapai 105,56%. Lalu ada juga Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) yang tercapai 93,78%.

“Realisasi tersebut tinggi karena partisipasi masyarakat juga tinggi di tahun 2020,” katanya.

Husin menuturkan bahwa perolehan pajak tersebut belum optimal, sebab itu harus terus diupayakan semaksimal mungkin di tahun 2021.

Salah satu upaya untuk memaksimalkan penerimaan daerah kedepannya adalah melalui kegiatan sistem jemput bola. Ke daerah yang belum terjangkau pelayanan gerai samsat. Lokasi diluar grai pelayanan akan coba dijangkau dengan menggunakan Samsat Keliling.

“Kami selaku petugas akan terus memaksimalkan penerimaan, melalui sistem jemput bola,” katanya.

Kedepannya Husin mengharapkan, masyarakat selalu aktif dalam pembayaran pajak dan dapat membayar tepat pada waktu. Kemudian untuk masyarakat sekitar kecamatan Hulu Gurung, Silat Hilir, Semitau dan Badau dapat membayar pajak di gerai pelayanan Samsat yang sudah tersedia.

“Saya harap masyarakat selalu aktif dan tepat pada waktunya dalam membayar pajak,” tuntas Husin

Continue Reading

Kabupaten Kapuas Hulu

Tenaga Kesehatan Di Putussibau Tidak Semua Bisa Divaksin

Published

on

By

Tenaga Kesehatan Di Putussibau Tidak Semua Bisa Divaksin
Istimewa : Foto ini diambil sebelum pandemi Covid-19

Gencil News – Direktur RSUD dr Achmad Diponegoro Putussibau dr Poltak Sianturi menyatakan, untuk tenaga kesehatan rumah sakit Putussibau. Berjumlah ada 422 orang dan siap untuk dilakukan vaksinasi Sinovac untuk menangkal virus Corona.

“Hanya saja dari 422 orang tenaga kesehatan rumah sakit Putussibau, tidak semua bisa melakukan vaksinasi. Karena ada yang tidak memenuhi syarat untuk dilakukan vaksin,” ujarnya kepada awak media, Rabu 13 Januari 2021.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Putussibau Utara, Desi menyatakan ada 76 tenaga kesehatan. Yang bertugas di Puskesmas, Polisdes, Pustu dan Poskesdes.

“Dari tenaga kesehatan yang sudah mendapatkan SMS untuk divaksinasi, sampai saat ini tidak ada penolakan terhadap pelaksanaan vaksinasi,” ujarnya.

Hanya saja kata Desi untuk tenaga kesehatan di Puskesmas Putussibau Utara ada beberapa yang tidak memenuhi kriteria. Sehingga tidak menerima SMS untuk divaksin.

“Jika nanti sudah terjadwal pelaksanaan imunisasi akan mengkaji kembali bagi calon penerima vaksin,” ungkapnya.

Kepala Puskesmas Putussibau Selatan, dr. Dasmiati Olfah menyatakan, untuk wilayahnya sendiri ada 79 tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesmas, Pustu, Polindes dan Poskesdes.

“Siap gak siap ya harus siap untuk divaksin,” ujarnya.

Hanya saja kata Olfah dari 79 tenaga kesehatan yang ada jika melihat dari syarat penerima vaksin. Banyak yang tidak memenuhi syarat salahsatunya, Karena adanya penyakit yang tenaga kesehatan derita seperti hipertensi dan lainnya.

“Jadi ada beberapa saja yang bisa divaksinasi,” ungkapnya.

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kapuas Hulu Ade Hermanto menyatakan. Secara keseluruhan total tenaga kesehatan yang sudah masuk data untuk vaksinasi sebanyak 1.833.

“Untuk kuota vaksin yang didistribusikan di Kapuas Hulu tahap pertama ini sebanyak 420 vial,” ungkapnya.

Continue Reading

TRENDING