Ke Putussibau Jangan Lupa Mampir ke Pasar Lokal

Ke Putussibau Jangan Lupa Mampir ke Pasar Lokal
Ke Putussibau Jangan Lupa Mampir ke Pasar Lokal

Ke Putussibau Jangan Lupa Mampir ke Pasar Lokal – Di Putussibau Beragam macam produk lokal yang bisa dijumpai di pasar lokal Kota Putussibau yang sudah ada sebelum pasar pagi terbakar beberapa saat yang lalu.

Mulai dari buah-buahan lokal, yang ditawarkan kepada konsumen pada saat musim panen telah tiba. Seperti buah empakan, kelengkeng, rambutan, langsat uma, ubi tahun, dan lain-lain.

Di pasar ini pula masyarakat Putussibau, dan sekitarnya melakukan transaksi jual beli, tawar menawar harga. Bersosialisasi, bertemu dalam keragaman suku, dan agama.

Sayurannya pun punya beragam, hingga punya banyak pilihan, misalnya saja ketika hari ini bosan makan genjer, dihari esok bisa membeli sayuran jenis lainnya. Seperti umbut, pakuk midin (sayur pakis), genjer, kulat basi (jamur) ataupun sayuran yang dihaluskan seperti daun ubi tumbuk (daun singkong).

Selain sayur dan buah, jenis ikannyapun bervariasi, seperti ikan toman, ikan seladang, ikan pepat, ikan seluang yang bisa diolah menjadi aneka resep yang tentunya menggoda selera.

Misalnya, ikan toman masak lamboi (ikan yang dimasak dengan tempoyak), sambal ikan, hingga diolah menjadi kuliner khas Kabupaten Kapuas Hulu yang sudah dikenal hingga ke manca negara, yaitu kerupuk basah.

Baca juga   Norsan : Kapuas Hulu Harus Lakukan Pemerataan di Berbagai sektor

Kerupuk basahpun tak hanya bisa dijumpai dipasar lokal Putussibau, tapi di sepanjang jalan, kios tepi jalan, di area wisata kota Putussibau, di warung minuman, kedai makanan, bahkan di teras rumah wargapun dapat dijumpai di dalam dandang besar, dan disajikan hangat, sebelumnya dipotong-potong sesuai selera, lalu disiram dengan saos kacang yang gurih dan pedas.

Tak hanya ikan, telur ikan biawan juga bisa diperoleh di pasar lokal. Cara memasaknya bisa dengan cara digoreng, disambal, atau dicampur dengan sayuran berkuah kuning. Selain itu, konsumen lokal ataupun pendatang, bisa menjumpai makanan khas lainnya di pasar lokal. Seperti, Peja, salai, dan ruset, yang nikmat dimakan dengan sepiring nasi putih hangat.

Peja adalah semacam ikan di pekasam. Cara memasaknya digoreng. Ruset adalah ikan dan beras yang sudah dikacau. Sedangkan salai lebih dikenal dalam bahasa Indonesia yaitu ikan asap. Ikan sungai yang diasap. Cara makannya bervariasi, misalnya dicocol dengan irisan cabe rawit kecap (cabe kecap), dimasak ke dalam sayur yang berkuah, atau disambal.

Tak hanya beragam jenis makanan, di pasar lokal juga bisa menjadi tempat mencari buah tangan (oleh-oleh) kepada sanak keluarga di luar kota (luar Kabupaen Kapuas Hulu), kenalan, relasi, dan sahabat.

Baca juga   Kodim 1011/Klk Dapatkan Hibah Bangunan Dari Kabupaten Kapuas

Seperti madu hutan pohon tinggi Kapuas Hulu, ataupun yang paling populer di Kalimantan Barat, madu danau sentarum, serta kerupuk ikan sungai Kapuas. Beragam kerajinan tangan hasil alampun bisa sahabat KIM jumpai di pasar lokal, seperti anyaman tikar rotan, ragak (keranjang), tempat bumbu dari rotan, dan daun kelapa.

Para pedagang datangpun tak hanya menetap di kota Putussibau kota, tapi juga dari desa di sekitarnya membawa hasil alam, bahkan ada pula yang sejak subuh naik speed boat untuk membawa dagangannya ke pasar (melewati Daerah Aliran Sungai/ DAS), atau ke pasar lokal Putussibau untuk belanja barang dagangan, misalnya beras, melewati DAS.

Ada juga yang membawa hasil hutan, seperti kulat basi. Sejak subuh salah satu pedagang kulat basi ini mengaku ke hutan Desa Nanga Sambus untuk berburu kulat basi. Tak hanya hasil alam bumi Uncak Kapuas, di pasar lokal juga dapat dijumpai toko kelontong, toko pakaian, toko baju, sembako, dan toko elektronik. (Ria).

Penulis : KJ
Editor : Gencil News
Sumber : Hms Kapuas Hulu