Klinik Ekspor Dorong Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Di Perbatasan
Connect with us

Kabupaten Kapuas Hulu

Klinik Ekspor Dorong Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Di Perbatasan

Published

on

Klinik Ekspor Dorong Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Di Perbatasan
Adanya klinik ekspor ini atas kesepatan tokoh adat, tokoh masyarakat dan perwakilan Pemda Kapuas Hulu dan kecamatan setempat. Sepakat untuk mendorong pertumbuhan perekonomian melalui klinik ekspor ini yang bertujuan untuk mengatasi kendala regulasi mewujudkan realisasi ekspor. - Foto Istimewa

Gencil News – Klinik Ekspor diharapkan dapat dorong pertumbuhan ekonomi masyarkat perbatasan Indonesia-Malaysia. Klinik ekspor itu berada di Pusat Logistik Berikat PT Tribuana Tunggal Sakti Badau Kapuas Hulu.

Adanya klinik ekspor ini atas kesepatan tokoh adat, tokoh masyarakat dan perwakilan Pemda Kapuas Hulu dan kecamatan setempat. Sepakat untuk mendorong pertumbuhan perekonomian melalui klinik ekspor ini yang bertujuan untuk mengatasi kendala regulasi mewujudkan realisasi ekspor.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Barat, Azhar Rasyidi berharap klinik ekspor ini mampu membantu masyarakat usaha kecil menengah.

“Saya berharap dengan adanya klinik ekspor dapat menggerakkan perekonomian daerah perbatasan, terutama usaha kecil menengah,”ujarnya, Kamis (05/11/2020)

Menurutnya melalui klinik ini produk-produk masyarakat badau secara resmi akan di ekspor ke malaysia. Hal ini sebagai penggerak perekonomian masyarakat daerah perbatasan yang ingin mengembangkan usahanya.

Lokasi yang berbatasan dengan negara tetangga, klinik ekspor merupakan program yang tepat dalam menggerakan pertumbuhan ekonomi masyarakat kapuas hulu melalui pintu perbatasan.

Sementara itu, perwakilan PT Tribuana Tungga Sakti, Sudayat mengatakan siap memajukan perekonomian di perbatasan melalui program penggiatan ekspor dan program pemasukan barang keperluan masyarakat, termasuk sembako  dengan harga yg terjangkau untuk masyarakat perbatasan.

Ia menekankan agar tidak terjadi ekspor produk lokal perbatasan ke tempat lain. Menurutnya kini melalui klinik ekspor pengusaha dapat melakukan ekspor secara langsung ke negara lain.

“Sekarang kita bisa melakukan ekspor langsung ke luar negeri melalui klinik ekspor,” kata Sudayat.

Ia mengatakan bahwa saat ini Pusat Logistik Berikat (PLB)  PT Tribuana Tunggal Sakti  juga sebagai pendorong perekonomian di perbatasan.

Terbentuknya PLB ini tidak lain untuk menyediakan kebutuhan sehari-hari masyarakat sekitar perbatasan. Dan juga mengekspor barang secara langsung ke negara lain melalui pintu negara yaitu Nanga Badau.

Sudayat juga mengajak seluruh masyarakat Kapuas Hulu, pengiat eskpor dan pengusaha lainnya untuk memanfaatkan klinik ekspor dalam menumbuhkan perekonomian di masyarakat.

“Untuk masyarakat Badau kita bisa memanfaatkan klinik ekspor untuk mengembangkan usaha kita,”

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kabupaten Kapuas Hulu

Pembelajaran Tatap Muka Januari 2021, Disdikbud Tunggu Surat Resmi

Published

on

By

Pembelajaran Tatap Muka Januari 2021, Disdikbud Tunggu Surat Resmi
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kapuas Hulu Kalimantan Barat, Petrus Kusnadi

Gencil News – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tidak lama ini mengeluarkan kebijakan rencana pembelajaran tatap muka pada Januari 2021 mendatang. Kebijakan pembelajaran tatap muka ini memang ditunggu-tunggu oleh semua pihak baik sekolah maupun siswa.

Terkait kebijakan pembelajaran tatap muka tersebut. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kapuas Hulu Kalimantan Barat, Petrus Kusnadi mengatakan menyambut baik adanya kebijakan tersebut.

“Pada prinsipnya Kapuas Hulu siap memberlakukan belajar tatap muka pada Januari mendatang. Tetapi kebijakan tersebut harus mendapat dukungan dari berbagai pihak terutama dalam penanggulangan COVID-19,” ujarnya

Ia mengatakan terkait rencana pembelajaran tatap muka pada Januari 2021, Disdikbud Kapuas Hulu belum menerima surat resmi dari Kemendikbud. Hanya saja melalui siaran pers memang ada kebijakan bersama. Antara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Menteri Agama (Menang), Menteri Kesehatan (Menkes) dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

Menurut Petrus, dalam kebijakan tersebut tentu ada syarat-syarat yang harus terpenuhi. Terutama oleh satuan pendidikan yang akan melaksanakan belajar tatap muka.

“Kesiapan pihak sekolah dalam menerapkan protokol kesehatan tentu itu menjadi syarat. Karena bagaimana pun jika pandemi COVID-19 belum berakhir keselamatan peserta didik, guru dan orang tua serta lingkungan masyarakat tetap menjadi prioritas,” jelas Petrus.

Petrus mengatakan Disdikbud Kapuas Hulu tetap menunggu surat resmi dari Kemendikbud dalam penerapan belajar tatap muka pada Januari 2021 mendatang. Sebab hal tersebut menyangkut petunjuk teknis yang nantinya akan menyesuaikan kembali dengan kondisi daerah.

Memang jika kita lihat belajar dengan dalam jaringan (daring). Selama masa pandemi menjadi keluhan, karena kendala berbagai faktor terutama jaringan internet.

“tidak semua siswa punya fasilitas untuk mengikuti proses pembelajaran daring. Salah satu contoh terkait handphone android dan tidak semua daerah di Kapuas Hulu ada jaringan internet,” katanya

Ia berharap pandemi COVID-19 segera berakhir dan mengajak semua pihak untuk mematuhi protokol kesehatan. Agar mempercepat pemutusan mata rantai sebaran COVID-19 di Kapuas Hulu, sehingga aktivitas belajar sekolah bisa kembali normal.

Continue Reading

Kabupaten Kapuas Hulu

Pemkab Kapuas Hulu Bangkitkan Perekonomi an Pengrajin Saat Pandemi

Published

on

By

Pemkab Kapuas Hulu Bangkitkan Perekonomi an Pengrajin Saat Pandemi

Gencil News – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas Hulu selalu berupaya bangkitkan perekonomian pengrajin yang terdampak Covid-19. Dalam hal ini Pemkab adakan pelatihan diversifikasi kain tenun pada pengerajin wilayah Putussibau Kabupaten Kapuas Hulu. Kamis 19 November 2020, Aula Hotel Merpati Putussibau.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Hulu, Mohd Zaini membuka langsung kegiatan tersebut. Dinas Tenaga Kerja Perindustrian dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kapuas Hulu menjadi pelaksana kegiatan ini.

Sementara Anggota DPD RI dapil Kalbar asal Kapuas Hulu, Erlinawati, merupakan istri Bupati Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir turut menghadiri. Kehadiran para petinggi Pemkab Kapuas Hulu merupakan bentuk dukungan kepada peserta pelatihan.

” Pada masa pandemi Covid-19 ini saya berharap ekonomi para pelaku industri kecil dan menengah (IKM) Kapuas Hulu bisa kembali bergairah,” ujar Sekda Kapuas Hulu

Ia juga berpesan kepada pelaku IKM bidang fashion untuk dapat meningkatkan kreatifitasnya. Dimana masyarakat ingin veriasi dari produk fashion sebanyak mungkin. sehingga pembeli lebih banyak dalam menentukan pilihan.

“Adanya pelatihan seperti inimerupakan dalam bentuk pembinaan secara  berkelanjutan, sesuai dengan perundang-undangan nomor 3 tentang tahun 2014, tentang perindustrian,” terangnya

Sehingga pelatihan ini untuk bangkitkan kemampuan para pelaku industri kecil dan menengah, yang berkompeten dalam bidang industri.

Sekda membeberkan bahwa, pada tahun 2021 Pemkab Kapuas Hulu akan adakan pusat promosi kerajinan tenun.

“Maka dari itu, saya berpesan kepada pelaku IKM bidang industri, agar lebih serius mengikuti pelatihan seperti ini,” ungkapnya.

Continue Reading

Kabupaten Kapuas Hulu

Puskesmas Embaloh Hulu Lakukan Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular

Published

on

Puskesmas Embaloh Hulu Lakukan Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular
Kegiatan dilaksanakan oleh beberapa orang Nakes Puskesmas Embaloh Hulu, diantaranya Victoria Ira Dira, A.Md.Kep, Lusiana, A.Md.Kep, Ns. Alsiena, S.Kep, Ns. Felisia Ines Iswani, S.Kep, Lusiana Cici, A.Md.Kep dan Maria Rosalina, A.Md.Keb. - Foto Dok Puskesmas Embaloh Hulu

Gencil News – Puskesmas Embaloh Hulu Kabupaten Kapuas Hulu terus meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di wilayah kerjanya. Puskesmas Embaloh Hulu lakukan deteksi dini terhadap Penyakit Tidak Menular kepada masyarakat.

Tes skrining berlangsung pada 3 November 2020 2020 kepada warga Banua Ujung Kecamatan Embaloh Hulu.

Kepala Puskesmas Embaloh Hulu Lapianus, S.Gz mengatakan kegiatan tersebut sebagai upaya pencegahan dan pengendalian faktor resiko PTM (Penyakit Tidak Menular).

“Seperti penyakit hipertensi, diabetes melitus, kanker dan lain sebagainya berbasis peran serta masyarakat secara terpadu, rutin, periodik,” kata Kepala Puskesmas.

“Kemudian kami lakukan penimbangan dan pengukuran tinggi badan, pengukuran lingkar perut, pengukuran tekanan darah, pemeriksaan mata dan telinga serta sadanis, kemudian pengukuran kadar gula darah serta konseling dan edukasi.

“Sebanyak 52 orang menjalani tes skrining, 16 orang masyarakat memiliki lingkar perut melebihi batas normal. 3 orangnya memiliki tekanan darah tinggi. Serta 0 orang lainnya memiliki gangguan penglihatan. Sasaran kegiatan yakni masyarakat usia 15-59 tahun yang belum pernah ikut Posbindu 2020,” jelas Kepala Puskesmas.

Kegiatan skrining PTM yang berlangsung di Desa Banua Ujung. Mulai pukul 07.00 WIB sampai dengan selesai. Dengan kegiatan meliputi kunjungan dari rumah-rumah, kemudian masyarakat membawa KTP dan BPJS sebagai persyaratan.

Continue Reading

TRENDING