Connect with us

Kabupaten Kayong Utara

Gugus Tugas Covid 19 KKU Rapid Test Pemandu Karaoke di Pulau Datok

Published

on

Gugus Tugas Covid 19 KKU Rapid Test Pemandu Karaoke di Pulau Datok
Gugus Tugas Covid 19 KKU Rapid Test Pemandu Karaoke di Pulau Datok - foto Pemkab KKU

Gencil News – Tim Gugus Tugas Covid 19 Kabupaten Kayong Utara, Rabu (26/8) sekitar pukul 20.30 WIB melakukan Rapid Tes terhadap pemandu karaoke di kawasan Pantai Pulau Datok.

Sekitar 20 petugas Gugus Tugas Covid yang terdiri dari Dinas Kesehatan, BPBD, Polri, TNI dan Pol PP menyasar lokasi Kafe Pantai Ujung yang berada di Pantai Pulau Datok Sukadana.

Setelah melakukan rapat kecil, Tim Gugus Tugas Covid dengan mengunakan motor lansung menuju lokasi yang telah ditentukan.

Rapid Tes mendadak ini dilakukan petugas untuk menyisir kemungkinan adanya orang tanpa gejala di Kabupaten Kayong Utara.

Dalam kegiatan ini, 25 pemandu karaoke yang berada di beberapa kafe di Pantai Pulau Datok Sukadana dikumpulkan dan diberikan penjelasan mengenai kegiatan yang sedang dilaksanakan. Mereka sempat kaget karena mengira petugas melakukan razia di tempat mereka.

Ketika dilakukan pemeriksaan identitas juga ditemukan pemandu karaoke yang berasal dari Pulau Natuna, Jawa Barat, Sintang dan Ketapang.

Satu persatu mereka didata petugas dan dilakukan rapid tes. “Hasilnya Non Reaktif semua,” jelas Zulfi salah seorang anggota Tim Gugus Tugas Covid yang berasal dari dinas kesehatan yang melakukan Rapid Tes.

Kegiatan serupa menurutnya akan dilakukan dibeberapa tempat berbeda.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Kabupaten Kayong Utara

Warga Matan Dambakan Pembangunan Jalan Dan Jaringan Listrik

Published

on

Warga Matan Dambakan Pembangunan Jalan Dan Jaringan Listrik

Gencil News – Warga Desa Matan Jaya kecamatan Simpang Hilir berharap agar jalan dan jaringan listrik negara (PLN) di desanya dapat dibangun dan diusulkan oleh pemerintah daerah.

Pasalnya, hingga saat ini, 2 jenis kebutuhan warga desa itu belum ada. Sehingga, desa Matan Jaya dikatagorikan sebagai desa berkembang.

“Kami betul-betul sangat berharap agar jalan dan listrik dapatlah kiranya diwujudkan oleh pemerintah daerah” harap Sopian (45) warga Desa Matan, rabu (23/9) siang.

Disebutkan lelaki yang kerap disapa Abu ini, jalan yang dimaksud adalah jalan penghubung antara desa Matan Jaya ke desa Batu Barat Kecamatan Simpang Hilir. Sebab jika jalan itu dapat terwujud, maka sangat berdampak bagi warga desa Matan Jaya terutama membuka daerah dari keterisolasian wilayah.

“Selama ini, jika kami mau ke Sukadana (ibukota kabupaten) waktu tempuh kami bisa 4-5 jam karena memutar dan melewati jalan kebun sawit. Jika jalan itu terbuka, maka bisa dilalui dengan 2 jam” kata dia.

Sementara jaringan listrik yang ada di desa Matan Jaya, masih mengandalkan mesin diesel swadaya masyarakat dibantu dana desa (DD).

Kondisi itu dibenarkan oleh Iwan Gunawan sebagai sekretaris desa (Sekdes) Matan Jaya. Bahkan Iwan menjelaskan, mereka sudah berulangkali meminta kepada Pemkab dan DPRD secara lisan dan tertulis.

“Bukan tanpa upaya guna mengatasi persoalan ini. Rasanya sudah banyak surat yang kami buat dan usulkan ke Pemkab. Bahkan tiap ada kesempatan, kami sering ungkapkan hal ini” cetus Iwan.

Sekdes itu menguraikan, desanya memiliki 3 Dusun dengan total 12 Rukun Tetangga (RT). Sedangkan populasi penduduk, tercatat di angka 3.905 jiwa terbagi dalam 1.133 Kepala Keluarga (KK). Dari jumlah jiwa itu, kebanyakan berprofesi sebagai buruh kebun dan tambang.

Dari potensi desa, Iwan menyebutkan, Matan Jaya adalah desa dimana terdapat perusahaan tambang dan kebun sawit. Sehingga, aktivitas hilir mudik kendaraan milik perusahaan adalah pemandangan lumrah bagi warga setempat.

Disamping itu, desanya juga adalah desa dengan nilai historis yang panjang, sebab, di desanya terdapat situs sejarah kerajaan Simpang beserta ulama penyebar agama Islam.

Dengan kondisi itu, Iwan berharap agar pembangunan di desanya bisa menjadi prioritas daerah sebab, desanya pun diketahui sebagai sumber penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kayong Utara.

“Rasanya wajarlah kalo kami berharap kondisi kami ini bisa dituntaskan” kata Iwan Gunawan.

Continue Reading

Kabupaten Kayong Utara

Tinjau Proyek Irigasi, Citra Duani Tekankan PUPR Tuntaskan Dengan Baik

Published

on

Tinjau Proyek Irigasi, Citra Duani Tekankan PUPR Tuntaskan Dengan Baik

Gencil News – Bupati Citra Duani pada hari rabu (23/9), melakukan inspeksi atau pemeriksaan pada proyek strategis dan menjadi prioritas daerah yang ditargetkan rampung bulan Desember tahun ini.

Salah satu proyek yang dikunjungi Kepala Daerah Kabupaten Kayong Utara (KKU) itu adalah proyek irigasi saluran pertanian yang berada di desa Matan Jaya kecamatan Simpang Hilir.

Inspeksi yang dilakukan kepala Daerah Kabupaten Betuah (julukan Kayong Utara) untuk memastikan berjalanya tiap program yang menjadi komitmenya ketika terpilih menjadi kepala daerah bersama pasanganya Effendi Achmad.

Sebelumnya, dihari senin (21/9) lalu, Citra Duani juga melakukan kegiatan serupa di dusun Tanjung Belimbing desa Pangkalan Buton Kecamatan Sukadana.

Kehadiran Bupati di desa Matan Jaya bersama pejabat dinas PUPR, seperti, Ir. Suratmin, Kasi Pengairan, Syarif M Riduansyah, ketua Kadin KKU, Baharuddin dan Jumadi dari bagian Humpro serta sejumlah ASN dilingkungan Pemkab KKU di sambut camat Simpang Hilir, Kamaruddin, Pejabat Kades, Syarif Mulyana, Sekdes Iwan Gunawan, tokoh masyarakat dan pemuda setempat.

Dihadapan mereka, Citra Duani menjelaskan, proyek yang didatanginya ini diharapkan dapat berdampak meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama masyarakat yang berprofesi sebagai petani.

“Kami hadir kesini untuk memastikan agar kegiatan ini dapat dikerjakan sesuai dengan perencanaan dan bermanfaat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa ini utamanya dan berguna bagi usaha masyarakat yang bekerja sebagai petani” kata Bupati.

Momentum itu juga digunakan Bupati untuk memberi sejumlah pesan pada masyarakat setempat agar membantu pelaksanaan pengerjaan proyek irigasi tersebut.

Selanjutnya, dia juga menekankan pentingnya usaha pertanian bagi kehidupan manusia. Katanya, tanpa warga yang berprofesi sebagai petani, maka manusia akan sulit memenuhi kebutuhan dasarnya.

“Karena sektor pertanian saye anggap sangat penting. Jangan anggap sepele petani, karena kalo dak ade petani kita mau makan ape. Banggelah jadi petani, anak dan menantu petani. Dan semoga saye harap kedepan ade anak dari desa ini yang jadi petani sukses dan sejahtera” harap Bupati.

Untuk diketahui, tahun anggaran 2020 Dinas PUPR Kayong Utara melalui APBD murni mendapat alokasi sekitar 80 Milyar sebagai belanja modal untuk pembiayaan proyek air bersih, proyek irigasi pertanian dan beberapa proyek infrasruktur jalan yang menjadi kewenangan kabupaten dan sudah dianggarkan dalam APBD.

Terungkap pula, kesengajaan Citra Duani melakukan aktivitas gotong royong bersama masyarakat dan forkopimda sebagai bentuk tanggung jawab daerah dan menarik perhatian pemerintah provinsi dan pusat agar memberi porsi lebih untuk membangun infrastruktur KKU.

“Atas itulah agar masyarakat memahami dan jangan membuat gaduh yang merugikan proses pembangunan daerah” pungkas Bupati.

Continue Reading

Kabupaten Kayong Utara

Pemkab Kayong Utara Terima Dokumen Pendukung Pemekaran KKU

Published

on

Pemkab Kayong Utara Terima Dokumen Pendukung Pemekaran KKU
Wabup Effendi Terima Dokumen Pendukung Pemekaran KKU - foto/data Pemkab KKu

Gencil News – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kayong Utara menerima penyerahan Dokumen Pendukung Pembentukan Kabupaten Kayong Utara dari Mantan Anggota DPRD Kabupaten Ketapang Dapil Ketapang 2 (Kecamatan Sukadana, Simpang Hilir, Teluk Batang dan Pulau Maya Karimata)
Abdul Karim, SH.

Dokumen Pendukung Perjuangan tersebut diterima oleh Wakil Bupati Kayong Utara H. Effendi Ahmad, S.Pd.I yang juga sebagai salah satu anggota Panitia Pemekaran serta didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Kayong Utara Dra. Hj. Hilaria Yusnani di Kantor Bupati Kayong Utara, pada Selasa (22/9/2020).

Pada kesempatan ini, Wabup Effendi mengucapkan terimakasih kepada Mantan Ketua Sementara DPRD KKU yg pertama (Abdul Karim) yang telah menyerahkan Dokumen Pendukung dalam memperjuangkan pemekaran Kabupaten Kayong Utara berupa Dokumen Pemekaran Kecamatan Seponti dan sebuah Sepeda Motor tua yg digunakan Abdul Karim mengurusi Pemekaran Kecamatan Seponti.

“Saya atas nama Pemerintah Daerah Kayong Utara mengucapkan terimakasih kepada seluruh anggota Panitia Persiapan Pemekaran Kabupaten Kayong Utara dan Pelaku sejarah dalam hal ini Mantan Anggota DPRD Kabupaten Ketapang yang telah menghimpun Dokumen pendukung sejarah perjuangan pemekaran Kabupaten Kayong Utara dan pada hari ini diserahkan ke Pemerintah Daerah Kayong Utara,” ucap Wabup yang juga mantan Wakil Ketua Sementara DPRD KKU yang pertama.

Wabup Effendi juga mengapresiasi atas perjuangan para P3KKU dalam menuntaskan pemekaran Kabupaten Kayong Utara yang pada masa itu sempat terhenti karena ada beberapa kendala, dari mulai tidak memenuhi syarat hingga banyaknya kritikan dari berbagai pihak, namun dengan semangat, kegigihan dan kerja keras para P3KKU akhirnya berhasil memekarkan Kayong Utara menjadi Kabupaten dengan didukung oleh Bapak Oesman Sapta Odang (OSO).

Kemudian Wabup Effendi menjelaskan Dokumen yang diterimanya tersebut juga merupakan sebagai bentuk mengenang perjuangan anggota DPRD Kabupaten Ketapang Dapil Ketapang 2 15 tahun silam.

“Kenapa Dokumen ini disampaikan pada tanggal 22 September sekarang, karena PANSUS DPRD Kabupaten Ketapang terhadap pemekaran Kecamatan Seponti dilaporkan pada tanggal 22 September tahun 2005 sehingga ini juga dijadikan mementum untuk mengenang 15 tahun yang lalu perjuangan kawan-kawan anggota DPRD Kabupaten Ketapang Dapil Ketapang 2,” ujar Effendi.

Dengan terbentuknya Kecamatan Seponti maka syarat 5 kecamatan untuk sebuah Kabupaten terpenuhi ungkap mantan anggota DPRD KKU 2 periode tesebut.

Selanjutnya, Salah satu mantan anggota DPRD Kabupaten Ketapang Dapil Ketapang 2 Abdul Karim berharap Dokumen yang diserahkannya ke Pemerintah Daerah Kayong Utara tersebut dapat dijadikan motivasi para generasi yang akan datang agar mereka tidak melupakan sejarah.

“Tujuan kami menyusun dan menyerahkan Dokumen Pendukung Pemekaran Kabupaten Kayong Utara ke Pemda ini adalah untuk memberikan motivasi kepada generasi selanjutnya agar mereka tidak melupakan sejarah perjuangan para pendahulunya,” ungkap Abdul Karim.

Kemudian Abdul Karim menceritakan sejarah singkat tentang perjuangannya bersama dengan enam orang rekannya di Anggota DPRD Kabupaten Ketapang Dapil Ketapang 2 yaitu Hasan, SH, MBA, Nazadolah, SH, Ruslan Hamzah, H. Firdaus, Hasilah, S.Pd dan Alhusaini Akbar.

Pada saat pemekaran Kayong Utara mendapatkan banyak hambatan yaitu salah satunya undang-undang sebelumnya mengatakan bahwa untuk membentuk sebuah Kabupaten itu cukup dengan tiga Kecamatan saja, namun dengan undang-undang yang baru setelah Pemilu 2004 maka untuk membentuk Kabupaten itu minimal lima Kecamatan.

Sedangkan Kayong Utara pada saat itu hanya ada Empat Kecamatan saja yaitu Kecamatan Sukadana, Simpang Hilir, Teluk Batang dan Pulau Maya Karimata, untuk melengkapkan syarat itu mereka yang berada di DPRD Kabupaten Ketapang.

Bersepakat untuk menginisiasi pemekaran Kecamatan yang berada di Dapil Ketapang 2 tersebut dan pada saat itu yang memungkinkan untuk dimekarkan adalah Kecamatan Teluk Batang yang akhirnya dibagi menjadi dua Kecamatan yaitu Kecamatan Teluk Batang dan Seponti, Tuturnya.

Continue Reading

TRENDING