Pengajuan Perda Pelestarian Budaya Sebagai Payung Hukum Budaya Lokal Di Kayong Utara

GENCIL.NEWS, KAYONG UTARA – Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara pada tahun 2018 mengusulkan adanya Perda Pelestarian Budaya, agar bisa menjadi payung hukum untuk memberdayakan nilai budaya lokal.

Beberapa waktu lalu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara, Romi Wijaya dan Kabag Hukum, Molyadi, bertemu dengan kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta. Pertemuan mereka ini, untuk membahas dan mempelajari bagaimana Kota Yogyakarta dalam mengelola keberagaman dan pelestarian Budaya.

Menurut Dwi Hana, Kasubag Perencanaan Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, saat ini mereka memiliki 650 kelompok kesenian dan 157 benda cagar budaya.

“Untuk bangunan ada 658 yang masuk ke dalam Cagar Budaya dan ada 5 kawasan cagar budaya,”jelasnya mewakili kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta.

Baca juga   Mengenal Lebih Dekat dengan Masyarakat Dayak

Untuk melindungi dan mempertahankan kawasan cagar budaya, Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta bekerjasama dengan Dinas PU mengeluarkan rekomendasi pasak atau model bangunan.

“Setiap yang mengajukan IMB, wajib mendapatkan rekomendasi dari Dinas Kebudayaan untuk model bangunan sesuai kawasan yang akan dibangun,” lanjutnya.

Romi Wijaya menjelaskan, Fungsi Kebudayaan kini berada di Dinas Pendidikan, Sehingga adanya usulan pembuatan Perda Pelestarian Budaya sangat penting melihat semakin pesatnya perkembangan fisik di daerah yang telah menghasilkan banyak kemajuan dalam kehidupan masyarakat, harus turut diimbangi dengan perhatian kita terhadap pelestarian bangunan atau lingkungan bersejarah.

“Dan setelah ada Perda Pelestarian Budaya ini nanti, akan baik untuk kepentingan pemberdayaan budaya lokal di Kayong Utara,”ujarnya, Rabu (13/12)

Baca juga   7 Negara yang Paling Murah untuk Travelling

Ia menuturkan hal ini merupakan salah satu upaya memberikan perlindungan dan pengelolaan pelestarian budaya suatu daerah membentuk regulasi daerah berupa Perda.

“Pelestarian cagar budaya tidak sebatas melakukan perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, namun diarahkan juga pada strategis pembangunan kebudayaan demi kepentingan masa kini dan masa akan datang,”jelas Romi Wijaya.

Saat ini Dinas Pendidikan Kayong Utara diakuinya, telah melakukan pendataan terhadap kelompok seni, bangunan bersejarah dan para pelaku kesenian itu sendiri.

“Kita juga akan membentuk Dewan Kesenian dan Budaya,”tambahnya.

 

 

Portal Berita Online Harian Menyajikan Informasi Kalimantan Barat, Nasional,Internasional, Bisnis,Teknologi, Traveling,Budaya, Gaya hidup,Kesehatan, Kuliner, olahraga, Film, Musik, dibangun melalui inovasi dan teknologi terkini.