Connect with us

Kabupaten Kayong Utara

Tak Memakai Masker, 58 Warga Langsung Dirapid Tes

Published

on

Tak Memakai Masker, 58 Warga Langsung Dirapid Tes

Gencil News – Bupati Kayong Utara Citra Duani dan Ketua DPRD bersama Polres Kayong Utara menggelar pencanangan wajib memakai masker untuk wilayah Kabupaten Kayong Utara pada hari Kamis (10/9). Pemakaian masker ditempat umum ini, untuk menanggulangi penyebaran virus COVID 19 di Kabupaten Kayong Utara.

“hari ini secara serentak di 6 Kecamatan kita kampanyekan wajib memakai masker ditempat umum, dan saya akan membuat sangsi tegas jika melanggarnya” ujar Citra saat di temui dibundaran tugu Durian sambil membagikan Masker kepada pengguna Jalan.

Bupati melanjutkan, Kampanye penggunaan masker dan pembagian 2000 masker disejumlah titik oleh tim gabungan TNI dan Polri ini untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan ditengah pendemi covid yang belum berakhir. Sebanyak 58 warga yang kedapatan tidak menggunakan masker lansung dirapid tes dengan hasil non reaktif.

” penggunaan masker ini Untuk menjaga diri sendiri, keluarga, teman, kerabat dan orang – orang disekitar kita dari penularanan virus Corona” terangnya.

Kembali mewabahnya Virus Corona di sejumlah Kabupaten/kota di Kalbar, bupati Citra memperketat pintu-pintu masuk di Kabupaten. Hal ini dilakukannya untuk mempertahankan zona hijau Kabupaten Kayong Utara dari Covid 19.

“rutin kita lakukan repit tes. Berberapa hari ini kita telah melakukan repid di sejumlah titik, termasuk di Kecamatan dan hasilnya semua non reaktif. Kemudian untuk pintu pintu masuk Kabupaten akan kita awasi secara ketat dan kita data secara terperinci” ujarnya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Kabupaten Kayong Utara

Korban Banjir Pulau Maya Terima Bantuan

Published

on

Korban Banjir Pulau Maya Terima Bantuan

Gencil News – Bupati Kayong Utara, Citra Duani bersama unsur Forkompinda meninjau lansung masyarakat terdampak banjir di Kecamatan Pulau Maya, Kamis (24/9/2020).

Banjir yang melanda beberapa Desa ini akibat curah hujan tinggi dan air pasang, membuat 109 rumah warga tergenang. Bahkan ada warga yang terpaksa mengungsi karena rumah mereka terendam.

Akibat banjir ini, padi warga yang baru di tanam juga banyak yang mati. Tiga desa yang terdampak parah yakni, Desa Satai Lestari, Desa Kamboja dan Desa Tanjung Satai.

Bupati sempat berdialog dengan masyarakat mengenai kondisi mereka. “Sudah empat hari air belom surut pak,” ujar Amat salah seorang warga kepada Bupati.

Dalam kesempatan itu, bupati juga menyerahkan bantuan dari Pemkab Kayong Utara dan Polres Kayong Utara.


Bantuan yang diberikan berupa sembako, makanan bayi, alat masak dan perlengkapan tidur. ” Saya turut prihatin atas musibah ini, pemkab akan secara maksimal membantu masyarakat,” tutur Bupati kepada masyarakat yang hadir menerima bantuan.

Selain bantuan untuk penanggulan banjir, Pemkab Kayong Utara juga memberikan bantuan paska banjir. Salah satunya yakni bantuan bibit padi untuk masyarakat menanam kembali.

Faktor lain yang membuat air lama surut adalah, pintu air yang ada sangat kecil. Bupati bersama Kapolres AKBP Bambang SW, LO Dandim Mayor Budi dan Bung Tomo anggota DPRD Daerah Pemilihan Pulau Maya dan Karimata serta OPD terkait juga meninjau muara air dan pintu air yang menjadi pintu masuk air laut yang berada di Parit Limau Manis.

Continue Reading

Kabupaten Kayong Utara

Warga Matan Dambakan Pembangunan Jalan Dan Jaringan Listrik

Published

on

Warga Matan Dambakan Pembangunan Jalan Dan Jaringan Listrik

Gencil News – Warga Desa Matan Jaya kecamatan Simpang Hilir berharap agar jalan dan jaringan listrik negara (PLN) di desanya dapat dibangun dan diusulkan oleh pemerintah daerah.

Pasalnya, hingga saat ini, 2 jenis kebutuhan warga desa itu belum ada. Sehingga, desa Matan Jaya dikatagorikan sebagai desa berkembang.

“Kami betul-betul sangat berharap agar jalan dan listrik dapatlah kiranya diwujudkan oleh pemerintah daerah” harap Sopian (45) warga Desa Matan, rabu (23/9) siang.

Disebutkan lelaki yang kerap disapa Abu ini, jalan yang dimaksud adalah jalan penghubung antara desa Matan Jaya ke desa Batu Barat Kecamatan Simpang Hilir. Sebab jika jalan itu dapat terwujud, maka sangat berdampak bagi warga desa Matan Jaya terutama membuka daerah dari keterisolasian wilayah.

“Selama ini, jika kami mau ke Sukadana (ibukota kabupaten) waktu tempuh kami bisa 4-5 jam karena memutar dan melewati jalan kebun sawit. Jika jalan itu terbuka, maka bisa dilalui dengan 2 jam” kata dia.

Sementara jaringan listrik yang ada di desa Matan Jaya, masih mengandalkan mesin diesel swadaya masyarakat dibantu dana desa (DD).

Kondisi itu dibenarkan oleh Iwan Gunawan sebagai sekretaris desa (Sekdes) Matan Jaya. Bahkan Iwan menjelaskan, mereka sudah berulangkali meminta kepada Pemkab dan DPRD secara lisan dan tertulis.

“Bukan tanpa upaya guna mengatasi persoalan ini. Rasanya sudah banyak surat yang kami buat dan usulkan ke Pemkab. Bahkan tiap ada kesempatan, kami sering ungkapkan hal ini” cetus Iwan.

Sekdes itu menguraikan, desanya memiliki 3 Dusun dengan total 12 Rukun Tetangga (RT). Sedangkan populasi penduduk, tercatat di angka 3.905 jiwa terbagi dalam 1.133 Kepala Keluarga (KK). Dari jumlah jiwa itu, kebanyakan berprofesi sebagai buruh kebun dan tambang.

Dari potensi desa, Iwan menyebutkan, Matan Jaya adalah desa dimana terdapat perusahaan tambang dan kebun sawit. Sehingga, aktivitas hilir mudik kendaraan milik perusahaan adalah pemandangan lumrah bagi warga setempat.

Disamping itu, desanya juga adalah desa dengan nilai historis yang panjang, sebab, di desanya terdapat situs sejarah kerajaan Simpang beserta ulama penyebar agama Islam.

Dengan kondisi itu, Iwan berharap agar pembangunan di desanya bisa menjadi prioritas daerah sebab, desanya pun diketahui sebagai sumber penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kayong Utara.

“Rasanya wajarlah kalo kami berharap kondisi kami ini bisa dituntaskan” kata Iwan Gunawan.

Continue Reading

Kabupaten Kayong Utara

Tinjau Proyek Irigasi, Citra Duani Tekankan PUPR Tuntaskan Dengan Baik

Published

on

Tinjau Proyek Irigasi, Citra Duani Tekankan PUPR Tuntaskan Dengan Baik

Gencil News – Bupati Citra Duani pada hari rabu (23/9), melakukan inspeksi atau pemeriksaan pada proyek strategis dan menjadi prioritas daerah yang ditargetkan rampung bulan Desember tahun ini.

Salah satu proyek yang dikunjungi Kepala Daerah Kabupaten Kayong Utara (KKU) itu adalah proyek irigasi saluran pertanian yang berada di desa Matan Jaya kecamatan Simpang Hilir.

Inspeksi yang dilakukan kepala Daerah Kabupaten Betuah (julukan Kayong Utara) untuk memastikan berjalanya tiap program yang menjadi komitmenya ketika terpilih menjadi kepala daerah bersama pasanganya Effendi Achmad.

Sebelumnya, dihari senin (21/9) lalu, Citra Duani juga melakukan kegiatan serupa di dusun Tanjung Belimbing desa Pangkalan Buton Kecamatan Sukadana.

Kehadiran Bupati di desa Matan Jaya bersama pejabat dinas PUPR, seperti, Ir. Suratmin, Kasi Pengairan, Syarif M Riduansyah, ketua Kadin KKU, Baharuddin dan Jumadi dari bagian Humpro serta sejumlah ASN dilingkungan Pemkab KKU di sambut camat Simpang Hilir, Kamaruddin, Pejabat Kades, Syarif Mulyana, Sekdes Iwan Gunawan, tokoh masyarakat dan pemuda setempat.

Dihadapan mereka, Citra Duani menjelaskan, proyek yang didatanginya ini diharapkan dapat berdampak meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama masyarakat yang berprofesi sebagai petani.

“Kami hadir kesini untuk memastikan agar kegiatan ini dapat dikerjakan sesuai dengan perencanaan dan bermanfaat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa ini utamanya dan berguna bagi usaha masyarakat yang bekerja sebagai petani” kata Bupati.

Momentum itu juga digunakan Bupati untuk memberi sejumlah pesan pada masyarakat setempat agar membantu pelaksanaan pengerjaan proyek irigasi tersebut.

Selanjutnya, dia juga menekankan pentingnya usaha pertanian bagi kehidupan manusia. Katanya, tanpa warga yang berprofesi sebagai petani, maka manusia akan sulit memenuhi kebutuhan dasarnya.

“Karena sektor pertanian saye anggap sangat penting. Jangan anggap sepele petani, karena kalo dak ade petani kita mau makan ape. Banggelah jadi petani, anak dan menantu petani. Dan semoga saye harap kedepan ade anak dari desa ini yang jadi petani sukses dan sejahtera” harap Bupati.

Untuk diketahui, tahun anggaran 2020 Dinas PUPR Kayong Utara melalui APBD murni mendapat alokasi sekitar 80 Milyar sebagai belanja modal untuk pembiayaan proyek air bersih, proyek irigasi pertanian dan beberapa proyek infrasruktur jalan yang menjadi kewenangan kabupaten dan sudah dianggarkan dalam APBD.

Terungkap pula, kesengajaan Citra Duani melakukan aktivitas gotong royong bersama masyarakat dan forkopimda sebagai bentuk tanggung jawab daerah dan menarik perhatian pemerintah provinsi dan pusat agar memberi porsi lebih untuk membangun infrastruktur KKU.

“Atas itulah agar masyarakat memahami dan jangan membuat gaduh yang merugikan proses pembangunan daerah” pungkas Bupati.

Continue Reading

TRENDING