Kapolda Pimpin Langsung Penyegelan Perusahaan Yang Bakar Lahan

Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono beserta jajaran Pemprov Kalbar, lakukan penyegelan terhadap lahan perkebunan sawit milik PT PSL yang dianggap lalai saat terjadi Karhutla di wilayahnya foto : Nur imam tribun

Kapolda Pimpin Langsung Penyegelan Perusahaan Yang Bakar Lahan-Kapolda Kalbar Irjen Pol H Didi Haryono memimpin langsung penyegelan terhadap perusahaan perkebunan sawit PT PSL (Putra Sari Lestari) di Desa Sungai Nanjung, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang. Rabu (11/09/2019).

Dilansir dari tribunkalbar, Kapolda Kalbar Irjen Pol H Didi Haryono yang berangkat dari Pontianak menggunakan helikopter bersama rombongan langsung menyambangi perkebunan sawit milik PT PSL dan melakukan pemasangan plang police line sebagai bentuk penyegelan dan larangan aktivitas sementara waktu di lokasi lahan tersebut.

Menurut Kapolda pihaknya sengaja secara langsung datang untuk memberikan sanksi tegas kepada pihak perusahaan yang secara sengaja membakar lahan untuk membuka perkebunan baru atau lalai dalam menjaga kawasan perkebunan sehingga terjadi kebakaran, sesuai Peraturan Gubenur (Pergub) Kalimantan Barat nomor 23 tahun 2019.

Baca juga   Sinergi Kodam XII Tanjung Pura dan Pemprov Kalbar Bantu Masyarakat di Beginci Darat

“Ini yang kedua, kami langsung turun melakukan penyegelan. Kita sebelumnya sudah menurunkan tim dari TNI, Polri, Pemda untuk melakukan pendeteksian, dan disini (PT PSL) telah lalai, terbukti telah melakukan tindak pidana lingkungan hidup,” terang Irjen Pol Didi Haryono. 

Lebih lanjut, dirinya belum dapat memberikan keterangan secara detail terkait luasan lahan PT PSL yang terbakar, namun diakuinya dari data perusahaan yang menyebut hanya 300 hektare yang terbakar, dirinya tidak meyakini data tersebut, karena menurutnya secara kasat mata luasan lahan yang terbakar sangat luas. 

“Menurut mereka 300 Hektare, tapi kalau dilihat dari ujung sana lebih sekali ini, jadi tidak mungkin,” tandasnya.

Diakui Kapolda, saat ini sudah ada 58 orang yang sudah di proses dan dilakukan pendalaman terhadap kasus karhutla.

Baca juga   Jembatan Pawan 5 Ketapang diresmikan, Majukan Perekonomian Daerah

“Dua perusahaaan di Sanggau dan ini satu lagi, kalau masih ada lagi laporkan ke kita,” harapnya.

Sebelum meninggalkan lokasi, Kapolda juga mengimbau kepada semua pihak untuk tidak lagi melakukan aktivitas yang dapat melanggar aturan, khususnya pembakaran lahan yang menurutnya saat ini menjadi atensi semua pihak, tidak hanya dari Kepolisian. 

Penulis : as
Editor : Gencil News
Sumber : tribun kalbar