RSUD Ketapang Tutup Pelayanan, Dokter dan Nakes Positif Covid 19
Connect with us

Kabupaten Ketapang

RSUD Ketapang Tutup Pelayanan, Dokter dan Nakes Positif Covid 19

Published

on

RSUD Ketapang Tutup Pelayanan, Dokter dan Nakes Positif Covid 19

Gencil News – Manajemen RSUD Agoesdjam Ketapang yang terpaksa tutup pelayanan IGD RSUD Agoesdjam Ketapang hingga 30 Oktober 2020. RSUD Ketapang tutup pelayanan sejak dokter dan tenaga medis terkonfimasi positif covid 19.

Sebanyak 15 Tenaga Kesehatan (Nakes) yang terdiri dari lima dokter dan 10 perawat RSUD Agoesdjam Ketapang terkonfirmasi positif Covid-19. Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Ketapang mengetahui hal tersebut sejak sabtu 24 Oktober 2020.

Rustami Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Ketapang menjelaskan selain dokter dan tenaga kesehatan terdapat 5 orang pegawai administrasi dan tujuh orang dari manajemen RSUD Agoesdjam Ketapang.

Mayoritas dokter dan perawat yang terkonfirmasi positif covid 19 merupakan dokter dan perawat IGD RSUD Ketapang. Sementara dari manajemen bidang keuangan dan kepegawaian.

“Perawat 10 orang itu yang paling banyak perawat dari IGD, Dokter juga dari IGD lima orang,”ungkap Rustami

Ia menjelaskan 15 Tenaga Kesehatan dan 12 pegawai RSUD Agoesdjam itu diketahui positif Covid-19 setelah hasil dari pemeriksaan swab PCR yang dilakukan di fasilitas milik PT WHW di Kendawangan.

Saat ini lima dokter yang terkonfirmasi Covid-19 tersebut, sudah lakukan isolasi dengan fasilitas khusus BSM. Sedangkan untuk perawat ada melakukan isolasi mandiri dan ada juga yang menggunakan fasilitas khusus BSM.

Rustami menerangkan berdasarkan hasil swab ke WHW dapatlah data yang terkonfirmasi positif Covid. Dokter lima dan perawatnya 10 semuanya tanpa gejala cuma ada satu orang yang dengan gejala sedang.

“Guna memastikan ruangan rumah sakit bebas dari virus corona, untuk sementara pelayanan di IGD RSUD Agoesdjam Ketapang ditutup hingga 30 Oktober 2020 mendatang,”jelasnya

Pelayanan IGD kini telah pada tahap sterilisasi penyemprotan namun tetap tutup pelayanan sementara untuk pelayanan lainnya masih berjalan normal.

RSUD Ketapang mengambil kebijakan untuk tutup pelayanan IGD RSUD Ketapang demi minimalisir jumlah dokter dan perawat yang terkonfirmasi positif covid 19.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kabupaten Ketapang

Ketapang Akan Surati Gubernur Kalbar Terkait Kerusakan Ruas Jalan

Published

on

By

Ketapang Akan Surati Gubernur Kalbar Terkait Kerusakan Ruas Jalan

Gencil News – Pj Sekda Ketapang, Suherman menyebut Pemerintah Kabupaten Ketapang akan segera mengirimkan surat ke Gubernur Kalbar melalui Dinas Pekerjaan Umum mengenai ruas jalan provinsi yang mengalami kerusakan.

Selain itu, Pemerintah Daerah Ketapang melalui Dinas Perhubungan akan melakukan koordinasi dengan PT. BGA, menyangkut akses jalan di wilayah perusahaan tersebut.

“Sebelumnya juga telah mengusulkan penanganan ruas-ruas itu dan Pemprov Kalbar telah mengakomodir sebagian ruas jalan itu. Berdasarkan SIPD tahun 2021, walaupun tidak secara keseluruhan, mungkin keterbatasan kemampuan keuangan Pemprov Kalbar. Kita tunggu saja mudah-mudahan terwujud,” kata Suherman, Minggu 31 Januari 2021.

Suherman menilai, Pemerintah Daerah Ketapang bukan tidak ada kepedulian terhadap ruas jalan provinsi yang mengalami kerusakan. 

Sebagaimana yang telah terlampir dalam SK Gubernur Kalimantan Barat Nomor : 505/DINAS-PU/. Tentang penetapan ruas-ruas jalan provinsi Ketapang sebagian ruas jalan dimaksud telah juga diusulkan oleh Bupati Ketapang, Martin Rantan, menjadi jalan Nasional pada 12 Juli 2018.

Beberapa poin kesimpulan pada rapat tersebut antara lain, meminta kepada Pemerintah Daerah Ketapang melalui Dinas Perhubungan untuk lakukan koordinasi dengan pihak perusahaan mengatasi penyebarangan di Sungai Kelampai. 

“Kami juga telah meminta Dinas terkait untuk melakukan pengiriman surat ke Provinsi Kalbar mengenai penanganan ruas jalan provinsi tersebut,” jelasnya.


Continue Reading

Kabupaten Ketapang

Bandara Di Ketapang Buka Posko Pengaduan Keluarga Korban Sriwijaya

Published

on

By

Bandara Di Ketapang Buka Posko Pengaduan Keluarga Korban Sriwijaya

Gencil News – Kepala Bandara Rahadi Oesman Ketapang, Amran mengatakan pihak bandara Rahadi Oesman telah membuka posko pengaduan. Dan layanan informasi bagi keluarga korban penumpang Sriwijaya Air SJ 182 yang berasal dari Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

“Posko pengaduan sudah kami buka sejak tadi malam dan baru siang ini (Minggu). Ada dari anak laki-laki korban yang datang sekitar pukul 11.00 Wib melapor untuk ke Pontianak. Karena ingin melakukan tes DNA dengan menggunakan pesawat NAM air pukul 14.00 Wib,” kata Amran, Minggu 10 Januari 2021.

Amran menjelaskan bahwa warga yang datang ke posko pengaduan merupakan anak dari korban bernama Razanah. Razanahmerupakan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang saat ini bekerja di Dinas Perkim-LH Ketapang.

“Posko masih tetap kami buka, yang mana posko selain tempat informasi juga kami fasilitasi keluarga korban yang ingin bertemu dengan pihak airline,” ujarnya.

Ia mengaku kalau pihaknya belum bisa memberikan informasi jelas soal jumlah warga asal Ketapang. Yang menjadi penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang terjatuh di Kepulauan Seribu rute Jakarta – Pontianak.

“Kami masih terus mencari informasi termasuk ke maskapai soal apakah ada penumpang dari Ketapang. Dari informasi pihak maskapai bahwa ada 4 penumpang yang namanya ada di manifest pesawat yang jatuh itu hendak melanjutkan perjalanan ke Ketapang pada hari ini dan besok,” pungkasnya


Continue Reading

Kabupaten Ketapang

Pemda Ketapang Berbenah Percepat Pembangunan Fasilitas Umum

Published

on

By

Pemda Ketapang Berbenah Percepat Pembangunan Fasilitas Umum
istimewa

Gencil News – Kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang saat ini tampak mulai berbenah.

Sejumlah fasilitas seperti tempat duduk dan jalur pedestrian yang luas, juga tampak di kawasan jalan tersebut.

Kepala Dinas Perumahan, Permukiman Penduduk dan Lingkungan Hidup (Perkim LH) Ketapang, Dennery, mengatakan penataan kawasan Jalan Sudirman pengerjaannya tahun ini dan akan terus berlanjut tahun ke tahun.

Mulainya penataan dari pelebaran dan peningkatan jalan, pembangunan jalur pedestrian dan pemasangan kursi serta pot bunga juga lampu penerangan jalan.

“Pembangunan jalur pedestrian sudah selesai. Tinggal menambah aksesoris di sepanjang jalur tersebut, mulai dari simpang MTs hingga ke Kantor Bupati,” kata Dennery

Dennery menjelaskan, pedestarian atau jalur khusus pejalan kaki cukup lebar.

Karena tidak hanya khusus untuk pejalan kaki, namun juga dapat berfungsi tempat bersantai bagi masyarakat Ketapang.

Bahkan, pihaknya bekerjasama dengan sejumlah pihak swasta akan menyediakan 19 kursi dan meletakkannya pada sepanjang kawasan itu.

“Kursi ini sumbangan dari pihak swasta sebagai partisipasi masyarakat dalam penataan kawasan ini. Kalau ada yang ingin berpartisipasi silakan,” ujarnya.

Sementara pemesanan kursi-kursi tersebut sengaja pesan dari Yogyakarta dengan kualitas bahan yang cukup kuat sehingga bisa tahan lama.

“Kami harap masyarakat bisa menjaganya dan memanfaatkannya untuk bersantai. Ini untuk keindahan Kota Ketapang,” jelasnya.

Selain memasang kursi, pihaknya juga akan segera meletakkan sejumlah pot bunga dan tempat sampah di kawasan tersebut.

Untuk menambah daya pikat kawasan tersebut nantinya juga ada pemasangan sejumlah lampu penerangan agar kawasan tersebut bisa untuk bersantai pada malam hari.

“Tapi untuk pemasangan lampu ini penganggarannya tahun 2021. Mudah-mudahan bisa cepat terealisasi,” timpalnya.

Tak hanya itu, Dennery menambahkan Dinas Perkim LH juga telah mengusulkan untuk pembangunan Tugu Kedondong di simpang MTs.

Tugu Kabupaten Ketapang Dibongkar

Pemda Ketapang saat ini juga sedang melakukan pembongkaran tugu yang lama. Karena nantinya akan bergani dengan tugu yang baru sesuai ciri khas Kabupaten Ketapang.

“Tak hanya tugu, akan ada penataan untuk kawasan sekitar tugu. Sehingga lebih memperindah kawasan ini. Kita sudah usulkan di tahun 2021 sebesar Rp 1,6 miliar untuk pembangunan dan penataan di kawasan tugu,” paparnya.

Ia menambahkan mengenai penataan kawasan tersebut tidak hanya untuk memperindah. Namun agar kawasan itu menjadi salah satu ikon Kota Ketapang.

“Kota-kota besar memiliki ikon. Setiap orang yang datang dan berfoto di tempat-tempat itu. Kita ingin Ketapang juga seperti itu. Mempunyai ikon sebagai tujuan orang saat datang ke Ketapang. Itu tujuan kita,” pungkasnya. 


Continue Reading

Advertisement

KORAN GENCIL NEWS

TRENDING