Connect with us

Kabupaten Kubu Raya

Gonjang-Ganjing Mundurnya Sujiwo Bikin Tanda Tanya Banyak Pihak

Published

on

Gonjang-Ganjing Mundurnya Sujiwo Bikin Tanda Tanya Banyak Pihak
Gonjang-Ganjing Mundurnya Sujiwo Bikin Tanda Tanya Banyak Pihak - Foto Equator.id

GENCIL NEWS – Gonjang-ganjing mundurnya Wakil Bupati Kubu Raya Sujiwo menuai tanda tanya banyak pihak. Ketua DPD Partai Nasdem Kubu Raya, Syarif Amin Assegaf merasa partainya tidak dilibatkan dalam komunikasi mundurnya Sujiwo dari kursi Wakil Bupati Kubu Raya.

Syarif Amin Assegaf mempertanyakan kapasitas Ketua DPD Partai Demokrat Kubu Raya, Usman yang menyampaikan pernyataan batal mundurnya Sujiwo.

“Usman ini siapa, tiba-tiba mengeluarkan statement seperti itu, dia tidak pernah berkomunikasi. Saya dapat informasi, Ketua Hanura Kubu Raya juga tidak dilibatkan dalam komunikasi,” kata Amin kepada Suara Pemred, Senin (29/6).

Amin tidak mempermasalahkan jika memang Sujiwo berniat mundur dari jabatan Wakil Bupati Kubu Raya. Karena selain dirinya dan partai pengusung pasangan Muda – Jiwo tidak pernah diajak komunikasi dalam hal ini. Dan ia menyanyangkan pernyataan ini tidak keluar dari Sujiwo, melainkan lewat orang lain.

“Kalo tidak jadi mundur tidak apa-apa. Tapi disampaikan langsung, jangan melalui orang lain. Ini juga akan menimbulkan pertanyaan di masyarakat, benar apa tidak Pak Jiwo ini batal mundur, sementara kami partai pengusung saja tidak tahu,” ungkap Amin. – suarapemred.

“Ke depan jangan ekspos ke media dan buat kegaduhan, berjiwa besar lah. Silakan hubungi (partai) koalisi untuk cari masukan,” sarannya –suarapemred.

Pada saat Sujiwo menyatakan mundur dari jabatannya. Partai Nasdem Kubu Raya menyampaikan sikap menghormati atas keputusan yang dibuat Sujiwo. Partai Nasdem memilih untuk tidak berkomentar dan mereka menyatakan menghormati keputusan tersebut karena merupakan hak individu.

Syarif Amin memastikan saat ini DPD Nasdem Kubu Raya belum menerima surat pengunduran diri Sujiwo dari Wabup Kubu Raya. Surat tersebut pun kata dia seharusnya disampaikan ke Mendagri.

Partai Nasdem adalah pengusung pasangan Muda Mahendrawan dan Sujiwo pada pilkada serentak Kubu Raya 2018. Pasangan ini diusung oleh tujuh parpol, yakni PPP, PKS, Demokrat, Hanura, Gerindra, PDIP, dan Nasdem.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Kabupaten Kubu Raya

Kazidam XII/Tpr Awasi Langsung Pembangunan Laboratorium PCR

Published

on

Kazidam XIITpr Awasi Langsung Pembangunan Laboratorium PCR
Kazidam XII/Tpr Awasi Langsung Pembangunan Laboratorium PCR - Foto PendamXII/Tpr

GENCIL NEWS – Guna memastikan hasil sesuai yang diinginkan. Kepala Zeni Kodam (Kazidam) XII/Tanjungpura, Kolonel Czi Sukamdi mengawasi langsung pembangunan laboratorium PCR yang sedang dilaksanakan pengerjaannya di Rumah Sakit Tingkat II Kartika Husada.

Dalam kegiatan pengawasan ini Kazidam XII/Tpr bersama dengan Karumkit Tk. II Kartika Husada, Kolonel Ckm dr. Noerjanto Raharjo, Sp. PD.

Kazidam XII/Tpr, Kolonel Czi Sukamdi mengatakan, laboratorium PCR merupakan bangunan yang bersifat khusus, untuk itu dalam pengerjaannya harus dilakukan pengawasan yang ketat.

“Kita lakukan pengawasan agar sesuai dengan bestek yang telah ditentukan,” kata Kazidam XII/Tpr.

Selain itu katanya, agar proses pembangunannya sesuai dengan target yang telah ditentukan. Karena lab ini sangat penting untuk penanganan Covid-19.

Sedangkan Karumkit Tk. II Kartika Husada menyampaikan, sangat berterima kasih dengan adanya pembangunan lab PCR. Dengan adanya lab menurutnya akan mempermudah mengetahui pasien terkonfirmasi Covid-19 atau tidak.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kasad yang telah melengkapi rumah sakit kami dengan lab PCR,” ucapnya. (Pendam XII/Tpr) 

Continue Reading

Kabupaten Kubu Raya

Pemkab Kubu Raya Maksimalkan Potensi Ekonomi Melalui Gerakan Riset

Published

on

Pemkab Kubu Raya Maksimalkan Potensi Ekonomi Melalui Gerakan Riset

GENCIL NEWS – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya merintis kerja sama bidang penelitian dan pengembangan potensi ekonomi dengan Universitas Tanjungpura, Guangxi University for Nationalities China, dan Kamar Dagang dan Industri Kalimantan Barat.

Penandatanganan dokumen notulen pertemuan sebagai naskah kesepakatan sementara dilakukan di Ruang Praja Utama Kantor Bupati Kubu Raya, Selasa (7/8). 

Yang menjadi fokus kerja sama adalah riset di sektor kelautan dan bioteknologi. Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan menyebut kerja sama tersebut sangat penting untuk mengetahui lebih jauh potensi alam di Kubu Raya. Termasuk industri turunannya.

Menurutnya, kolaborasi dengan dunia akademis perguruan tinggi dan dunia usaha sangat strategis untuk pengembangan ekonomi. 

“Terutama pada masyarakat di perdesaan. Apalagi Kubu Raya memiliki potensi laut, garis pantai, dan perkebunan yang cukup luas. Akan tetapi perlu penelitian dan pengembangan mendalam agar ada inovasi sehingga industrinya bisa tumbuh,” tuturnya.

Muda mengatakan masih banyak potensi sektor perikanan dan perkebunan yang dapat dikembangkan. Karena itu, kerja sama di sektor ilmu maritim dan bioteknologi sejalan dengan misi Pemerintah Kabupaten Kubu Raya. 

“Kita saat ini memang tengah gencar melakukan pemetaan pertanian pangan dan hortikultura. Begitu juga hasil perkebunan, peternakan, perikanan, dan hasil laut lainnya melalui pemanfaatan potensi yang ada,” terangnya.

Rektor Universitas Tanjungpura Garuda Wiko menyebut sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha industri sangat diperlukan. Menurutnya, hasil riset para peneliti Universitas Tanjungpura seharusnya dapat diaplikasikan di dunia nyata termasuk untuk industri dan investasi.

“Apalagi bila hasil penelitian itu bisa menjadi acuan dan membantu masyarakat di perdesaan serta usaha mikro kecil menengah untuk meningkatkan pendapatannya,” jelas dia.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Kalimantan Barat, Santyoso Tio, mengatakan dunia usaha sangat membutuhkan riset dan data sebagai acuan berinvestasi.

Bahkan penelitian menjadi kunci bagi negara-negara maju untuk meningkatkan hasil produksi dan nilai tambah produknya. Dia mencontohkan Provinsi Guangxi di Republik Rakyat Tiongkok, yang mengembangkan ubi kayu atau singkong berskala besar.

“Di sana menjadi penghasil singkong terbesar di RRT. Selain itu ada puluhan industri produk turunan singkong di sana. Mulai dari makanan, kosmetik, obat-obatan, dan lainnya. Saya bertemu Gubernur Provinsi Guangxi dan bertanya kenapa daerahnya yang beriklim subtropis bisa seperti itu. Ternyata karena mereka gencar melakukan riset sehingga bisa melakukan inovasi dan treatment agar hasil produksinya maksimal,” tutur Santyoso.

Santyoso mengatakan Kubu Raya selain dianugerahi potensi alam, juga memiliki keunggulan infrastruktur dibanding daerah lain.

Kubu Raya adalah satu-satunya daerah di Kalimantan Barat yang memiliki bandara udara internasional. Juga dekat dengan pelabuhan laut untuk mengirim produk ke pasar domestik dan ekspor. 

“Saya rasa investor juga tertarik untuk ke sini. Namun penelitian yang kami harapkan juga diarahkan untuk UMKM dan masyarakat desa. Karena mereka tidak mungkin mengeluarkan dana untuk penelitian. Kalau perusahaan besar mereka ada bujet riset sendiri,” terangnya.

Pada pertemuan tersebut Kadin bersama Gerakan Pengusaha Kalbar Peduli juga menyerahkan donasi kepada Pemerintah Kabupaten Kubu Raya.

Donasi berupa alat kesehatan terdiri atas 500 unit Rapid Diagnostic Test (RDT), 500 hazardous material suit atau baju hazmat, 7.500 masker N95, 50 unit kacamata medis, dan alat kesehatan lainnya.

   “Ini sudah yang kesekian kalinya kami salurkan ke Pemkab Kubu Raya. Merupakan hasil donasi yang kami kumpulkan sebagai bentuk dukungan dalam memerangi pandemi Covid-19,” pungkasnya. (SUMBER : humas Kubu Raya)

Continue Reading

Kabupaten Kubu Raya

Desa Ampera Raya di Kubu Raya Tujuh Tahun Tak Terima Dana Desa

Published

on

Desa Ampera Raya di Kubu Raya Tujuh Tahun Tak Terima Dana Desa
Kades Ampera Raya, Kubu Raya, Junaidi

GENCIL NEWS – Desa Ampera Raya telah tujuh tahun lamanya tidak menerima Dana Desa (DD) dari pemerintah pusat dan selama ini hanya mengandalkan Alokasi Dana Desa (ADD) dari Pemda Kabupaten.

Kades Ampera Raya. Junaidi menjelaskan hal tersebut terjadi lantaran desa yang dipimpinnya itu belum juga mendapatkan kode desa dari Kemendagri.

Desa Ampera Raya merupakan satu diantara desa yang berada di Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya. Luas Wilayah daratan kurang lebih 181,21 H.

Desa Ampera Raya terdiri dari Tiga dusun. 6 RW dan 23 RT. Adapun dusun-dusun yang terdapat di Desa Ampera Raya antara lain .Dusun Ampera, Dusun Perumnas IV dan Dusun Anom.

“Kode atau nomor desa itulah yang kami tunggu selama tujuh tahun ini, kalau itu keluar dapatlah dana desa, Efeknya pembangunan di Desa Ampera Raya tidak besar, karena hanya mengandalkan ADD dari Kabupaten, namun tetap ada pembangunan,” ujarnya, Rabu (01/07/2020).

Dampak yang paling terasa dari tujuh tahun tidak menerima dana desa itu, dikatakan Junaidi ialah saat pandemi covid 19 melanda.

Masyarakat yang semestinya mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Desa terpaksa tidak mendapatkan karena memang tidak ada dananya. Ia pun merasa kasihan dengan masyarakat yang terdampak dari virus yang juga belum ditemukan vaksinnya hingga saat ini.

“Kasian juga dengan masyarakat yang terdampak covid 19,” kata Junaidi.

Bupati dan jajaran, disebutkannya terus mensupport program dan setiap kegiatan desa walaupun belum mendapat kode desa. Dikatakannya pula agar para pengurus desa dan jajaran bersabar karena semua yang diperlukan untuk kode desa telah dipenuhi tinggal memang dari Kemendagri.

“Saya mengharapkan Pak Gubernur juga berperan untuk kode desa ini agar disampaikan ke Kemendagri,” harap dia.

Seperti diketahui, Dana Desa (DD) merupakan kewajiban Pemerintah Pusat untuk mengalokasikan anggaran transfer ke Desa di dalam APBN. Sebagai wujud pengakuan dan penghargaan Negara kepada Desa.

Alokasi Dana Desa (ADD) adalah kewajiban Pemerintah Kabupaten/Kota untuk mengalokasikan anggaran untuk Desa yang diambilkan dari Dana Bagi Hasil (DBH) dan Dana Alokasi Umum (DAU) yang merupakan bagian Dana Perimbangan.

Keluhan Junaidi ternyata mendapat respon pula dari politisi PKB di DPRD Provinsi Kalbar, H Irsan. Ketua Komisi III ini berharap seluruh elemen kepala daerah dapat segera mencarikan solusi agar desa yang dimekarkan dapat berkembang.

“di Desa Ampera Raya tujuh tahun belum mendapat kode desa. Secara otomatis mereka tidak mendapat dana desa dan desa tidak bisa berkembang, jangan hanya menciptakan suatu pemekaran namun saat pemekaran terlaksana masih ada beberapa desa yang belum mendapat kode desa,” kata H Irsan.

Continue Reading

TRENDING