Kabupaten Kubu Raya Gelar Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) VI
Connect with us

Kabupaten Kubu Raya

Kabupaten Kubu Raya Gelar Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) VI

Published

on

Kabupaten Kubu Raya

Kabupaten Kubu Raya Gelar Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) VI –Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) VI Kabupaten Kubu Raya resmi dimulai, Minggu (28/7). Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan membuka MTQ di Lapangan Sepak Bola Perkasa Desa Selat Remis, Kecamatan Teluk Pakedai, Kabupaten Kubu Raya, yang ditandai penekanan sirine.

Pembukaan MTQ berlangsung semarak. Defile kafilah dari sembilan kecamatan melintas dengan iringan Mars MTQ yang dimainkan Drumband SD 11 Desa Pematang Tujuh Kecamatan Rasau Jaya. Menyempurnakan kesemarakan yang sebelumnya dihadirkan para siswa yang menampilkan atraksi tari massal.

Dalam sambutannya Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan menyebut aset terbesar Kubu Raya adalah sumber daya manusia. Dalam konteks tilawatil Quran, kata Muda, generasi Kubu Raya yang notabene baru berusia 12 tahun telah mampu menunjukkan prestasi di tingkat provinsi bahkan nasional. Hal itu, menurut dia, menjadi kebanggaan daerah.

“Karena kita memiliki modal sosial yang luar biasa, dengan memiliki masyarakat yang majemuk dan basis religius yang tinggi sebagai tempat pendidikan keagamaan yang terbanyak dan terbesar di Provinsi Kalimantan Barat ini,” kata Muda.

Modal itu, lanjut Muda, merupakan bagian dari peluang yang harus dikelola sehingga bisa menjadi pondasi kehidupan masyarakat. Ia menyebut momen MTQ harus dijadikan titik berangkat dan pondasi bersama dalam membentuk anak-anak Kubu Raya sebagai generasi Qurani yang cerdas.

“Tidak hanya cerdas secara religius, tidak hanya shaleh secara spiritual, namun juga cerdas secara sosial dan cerdas juga secara intelektual. Yang tentunya harus selalu diberikan penajaman agar generasi di daerah ini benar-benar mampu bersaing di tingkat level yang lebih tinggi lagi,” tuturnya.

Muda menyatakan MTQ menjadi momen untuk membangkitkan semangat dan antusiasme anak-anak daerah agar dapat memahami dan menyerap nilai-nilai agama lebih baik lagi.

“Sehingga hal ini Insya Allah akan membentengi generasi kita dalam kesehariannya yang ditentukan oleh rumah tangga-rumah tangga,” ucapnya.

Muda menjelaskan saat ini Kubu Raya telah berkembang pesat dengan jumlah penduduk 604 ribu jiwa dan 163 ribu rumah tangga. MTQ, menurutnya, punya andil dalam upaya membangun aspek mental spiritual dari para individu dan rumah tangga tersebut.

“Karena momen MTQ ini bisa dijadikan pondasi cara berfikir, cara pandang yang selalu akan mengiringi para generasi kita untuk hari ini maupun yang akan datang,” jelasnya.

Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Kubu Raya Yusran Anizam mengatakan, MTQ merupakan agenda tahunan yang lekat dalam kultur masyarakat khususnya di Kubu Raya. Namun begitu, ia meminta agar MTQ tidak dianggap sebuah tradisi semata tanpa ada pesan dakwah di dalamnya.

“Di setiap event MTQ seperti ini sepatutnyalah kita selalu memperbaharui dan memantapkan niat, bahwa penyelenggaraan MTQ ini dalam rangka ibadah. Karena yang dimusabaqahkan adalah ‘qalam’ dan firman Allah Taala,” kata Yusran.

Yusran memaparkan, penyelenggaran MTQ selalu diarahkan pada upaya menumbuhkan kecintaan dan menggairahkan masyarakat untuk selalu mempelajari dan memahami Alquran sebagai pedoman insan yang paripurna. Sungguh sangat keliru, sebutnya, jika pelaksanaan MTQ hanya difahami dari segi kegiatan syiar keagamaan tanpa mampu memaknai lebih komprehensif akan nilai-nilai manfaat dan kemaslahatan yang menyertainya.

“Pemahaman dan kesadaran inilah yang perlu dibangun,” ujarnya.

Sebelumnya, kemeriahan pelaksanaan MTQ telah diawali pawai taaruf yang dibuka Sekretaris Daerah Kabupaten Kubu Raya Yusran Anizam. Pawai diikuti perwakilan kafilah sembilan kecamatan dan majelis taklim serta siswa sekolah yang ada di Kecamatan Teluk Pakedai. Ketua Umum Panitia MTQ, Rasudi, berharap MTQ menjadi bentuk komunikasi sekaligus syiar kepada masyarakat agar antusias mendukung pergelaran MTQ di Kecamatan Teluk Pakedai.

“Masyarakat benar-benar sangat antusias. Ini dibuktikan dengan banyaknya lampu yang mereka pasang secara khusus di rumah-rumah masing masing,” ucapnya.

Secara khusus Rasudi berharap MTQ dapat berkontribusi dalam peningkatan keimanan dan ketakwaan masyarakat khususnya di Kecamatan Teluk Pakedai.

“Yang paling utama sebenarnya ini adalah syiar. Harapannya mudah-mudahan dengan adanya MTQ, masyarakat semakin meningkat keimanan dan ketakwaannya kepada Allah Taala,” ucapnya.

Turut hadir pada pembukaan MTQ Ketua TP PKK Rosalina Muda Mahendrawan, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Atzebi Yatu Lensi Sujiwo, dan Ketua Dharma Wanita Persatuan Dyah Indah Setyasari Yusran Anizam. Pembukaan MTQ didahului pelantikan dan pengambilan sumpah Dewan Hakim MTQ VI.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kabupaten Kubu Raya

Gedung SMKN 1 Sungai Raya Hangus Terbakar Karena Karhutla

Published

on

By

Gedung SMKN 1 Sungai Raya Hangus Terbakar Karena Karhutla

Gencil News – Gedung Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 di Jalan HM Soeharto, Desa Kuala II, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat hangus terbakar pada Sabtu, 27 Februari 2021.

Kepala Kepolisian Polres Kubu Raya AKBP Yani Permana mengatakan, sudah memerintahkan Kasat Reskrim. Untuk menyelidiki kasus terbakarnya bangunan gedung sekolah SMKN 1.

Ia mengungkapkan, apabila penyebabnya ada unsur kesengajaan membuka lahan dengan cara membakar, agar dilakukan upaya hukum.

“Saya sudah minta agar Satreskrim melakukan penyelidikan dan upaya hukum apabila penyebab terbakarnya gedung SMKN 1. Ada unsur kesengajaan dari membuka lahan yang berimbas gedung SMKN terbakar,” ujar Yani pada Minggu, 28 Februari 2021.

Yani mengatakan, terjadinya kebakaran lahan yang tidak jauh dari SMKN 1 sudah terjadi sejak satu hari lalu. Dan lahan yang terbakar sekitar bangunan sekolah tidak kunjung padam.

Tapi, saat mengetahui terjadi kebakaran bangunan tersebut, kata dia langsung menuju ke tempat kejadian. Dan memerintahkan personel penanganan karhutla Polres Kubu Raya untuk lakukan upaya pemadaman.

“Terjadinya gedung SMKN 1 ini terbakar, menurut keterangan saksi yang kita temui bahwa terjadinya kebakaran lahan pada hari Jumat, 26 Februari. Sekitar 200 meter dari bangunan sekolah dan pada Sabtu, 27 Februari 2021 muncul titik api di Sebelah arah Utara sekolah,” ungkapnya

Kronologi kebakaran SMKN 1 Sungai Raya

Sementara, kronologi kebakaran tersebut terjadi sekita pukul 13.00 api mulai membesar dibelakang sekolah sampai menjalar ke ruangan kantin. Kemudian merambat ke ruangan perpustakaan dan ruangan kelas sehingga ada 4 ruangan yang terbakar.

Sementara untuk kerugian atas peristiwa kebakaran ruang sekolah belum bisa kita perkiran.

Yani melanjutkan, salah satu saksi yaitu Abdulrohim (28) warga setempat membenarkan bahwa pada Jumat, 26 Februari. Tampak ada lahan yang terbakar sekitar 200 meter dari sekolahan. Kemudian pada hari Sabtu, 27 Februari api sudah membakar bangunan sekolah SMKN 1.

“Hingga saat ini bangunan yang terbakar sudah mulai padam dan tim penanganan karhutla bersama pemadam swasta. Masih lakukan penyemprotan di sekitar area sekolah,” katanya.

Continue Reading

Kabupaten Kubu Raya

Lapas Perempuan Kelas IIA Pontianak Lakukan Kegiatan Mentoring

Published

on

Lapas Perempuan Kelas IIA Pontianak Lakukan Kegiatan Mentoring
Sumber Foto : Laman Instagram Kemenkumham Kalbar

Gencil News– Sejumlah 20 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Pontianak. Mengikuti kegiatan Mentoring Penyuluhan Tentang Kesehatan Mental, Jumat(26/02/2021).

Bertempat pada Aula Lapas Perempuan Kelas IIA, Kubu Raya. Kegiatan tersebut d ibuka oleh Kepala Bidang Kamkeswat dan Lola Basan Baran, Surianto.

Setelah membuka acara, Surianto juga memberikan materi tentang pentingnya ilmu dalam kehidupan.

“Ilmu merupakan faktor yang penting bagi seseorang dalam perjalanan hidupnya. Dengan ilmu kita dapat mengetahui resiko dari suatu perbuatan yang kita lakukan”, ujar Surianto.

Ia berharap Warga Binaan dalam Lapas Perempuan ini kedepannya tidak melakukan hal-hal yang melanggar hukum dan kembali ke Lapas lagi.

Sumber Foto : Laman Instagram Kanwil Kemenkumham Kalbar

Kegiatan berlanjut dengan mentoring berupa penyuluhan kesehatan mental oleh Psikolog Klinis dari Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kalbar, Amalia.

WBP peserta penyuluhan mendapatkan pre-test yang harus mereka kerjakan terlebih dahulu, pre-test ini berkaitan dengan kesehatan mental.

Setelah itu, warga binaan lapas perempuan kelas IIA Pontianak berikutnya mendapat materi lebih lanjut mengenai kesehatan mental.

Dengan demikian, kegiatan Mentoring Penyuluhan Tentang Kesehatan Mental pada 20 WBP Lapas Perempuan Pontianak sekiranya dapat menambah wawasan dan kesadaran peserta tentang menjaga kesehatan mental.

Lebih lanjut, Warga Binaan Perempuan bisa mengimplementasikan apa yang dijelaskan pada mentoring ini dalam keseharian.

Continue Reading

Kabupaten Kubu Raya

Kubu Raya Jadi Kabupaten Pertama Dikalbar Gunakan GeNose COVID-19

Published

on

By

Kubu Raya Jadi Kabupaten Pertama Dikalbar Gunakan GeNose COVID-19

Gencil News – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya melakukan pengambilan sampel GeNose COVID-19. Pada percobaan pertama ini dilakukan terhadap guru dan murid di SMA Negeri 1 Sungai Raya, Kamis, 25 Februari 2021.

Alat screening COVID-19 ini pertama kali hadir di Kalimantan Barat. Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan mengatakan alat ini gunanya untuk melakukan screening di sekolah. Karena akan melakukan proses belajar mengajar tatap muka.

“Kita kemarin sudah ambil sampel SD, SMP, SMA. Ini menjadi penyemangat untuk sekolah tatap muka, dan melihat mereka menerapkan protokol kesehatan. Kita melakukan upaya motivasi semangat dan mengingatkan uji coba screening awal untuk guru-guru utama. Ini sangat penting untuk ketahui situasinya aman sejak awal,” jelasnya.

Hadirnya GeNose COVID-19 pertama di Kalbar ini, Muda Mahendrawan berharap dapat mengurangi keresahan guru dan murid. Untuk melakukan proses belajar mengajar tatap muka.

Screening ini pakai GeNose untuk kita semua jadi tidak merasa ada hal yang mungkin agak kurang nyaman kita hindari. Ini ringan, akurasinya juga baik, dan sensor terhadap partikel udara. Guru-guru nanti boleh setiap 2 minggu sekali screening di puskesmas terdekat,” paparnya.

Muda juga mengatakan, nantinya akan menempatkan screening GeNose ke beberapa puskesmas wilayah Kubu Raya, yang masuk zona kuning atau oranye.

“Puskesmas juga akan digunakan pada beberapa daerah di titik kecamatan, terutama desa yang padat dan zona kuning atau oranye. Untuk screening transportasi saya kira juga penting, seperti pelabuhan, dermaga, Rasau Jaya, dan dermaga kecil, terminal antar negara juga. Saya prioritaskan sekolah dulu,” imbuhnya.

Selain itu, Muda menerangkan jika pemeriksaan GeNose COVID-19 ini gratis untuk masyarakat.

“Ini pemeriksaannya gratis, kita memberikan layanan tidak berbiaya karena pemerintah melayani kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.

Continue Reading

Advertisement

KORAN GENCIL NEWS

TRENDING