Connect with us

Kabupaten Landak

RDTR Kawasan Perkotaan Ngabang Dipastikan Berlanjut

Published

on

RDTR Kawasan Perkotaan Ngabang Dipastikan Berlanjut – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang memastikan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) kawasan Perkotaan Ngabang tetap dilanjutkan.

Hal itu dikonfirmasi oleh pihak Dinas PUPR Provinsi Kalbar dalam rapat pembahasan rekomendasi Gubernur rancangan peraturan daerah (Raperda) RDTR kawasan perkotaan Ngabang melalui video conference bersama Bupati Landak, Kementerian ATR/BPN, Direktur Pembinaan Petencanaan Tata Ruang dan Pemanfaatan Ruang Daerah, Direktur Perencanaan Penataan Ruang, Tim koordinasi Penataan Ruang Daerah Provinsi Kalimantan Barat dan Tim koordinasi Penataan Ruang Daerah Kabupaten Landak, Selasa (05/05/20).

Diadakan rapat pembahasan ini merupakan tahap untuk mendapatkan persetujuan Gubernur rencana detail tata ruang kawasan perkotaan Ngabang. Mengingat tahapan ini merupakan syarat untuk dapat dilaksanakannya persetujuan substansi oleh Kementerian ATR/BPN.

Rencana detail tata ruang kawasan perkotaan Ngabang merupakan kegiatan penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) untuk mendukung Online Single Submission (OSS), dimana sebelumnya telah dilaksanakan beberapa tahapan mulai dari konsultasi publik dalam pengusunan materi teknis RDTR ditingkat pemerintah daerah pada tahun 2019 lalu.

Kemudian telah dilakukan ekspose dengan pemerintah Provinsi Kalimantan Barat pada bulan Desember tahun lalu, dilanjutkan rapat lintas sektor pada bulan Februari 2020 oleh Kementerian ATR/BPN. Selain itu, juga telah dilaksanakan validasi KLHS RDTR kawasan perkotaan Ngabang di Dinas Lingkungab Hidup dan Kehutanan Provinsi Kalbar dan telah dilakukan pembahasan oleh OPD beserta tim koordinasi penataan ruang daerah kabupaten Landak di Ngabang.

Bupati Landak berharap rencana ini dapat segera mendapat rekomendasi dari Gubernur untuk menuju ketahap selanjutnya.

“Besar harapan kami dengan dilaksanakan kegiatan ini dapat terlaksananya pembahasan dari rencana detail tata ruang kawasan perkotaan Ngabang serta mendapat rekomendasi Gubernur untuk menuju ketahap selanjutnya yaitu persetujuan substansi,” ujar Karolin.

Bupati Landak juga menjelaskan bahwa koordinasi yang baik dengan pemerintah Provinsi bisa mempercepat seluruh proses ini termasuk dalam tahapan proses rekomendasi Gubernur.

“Terus terang kalau tidak didampimgi dari tim pusat maupun provinsi, Pemda Landak sendiri tentu memiliki keterbatasan terutama hal-hal yang berkaitan dengan hal teknis kami banyak sekali bimbingan dan kami juga coba lihat daerah-daerah yang sedang menyusun RDTR. Walaupun ini simpel sepertinya tapi proses yang diikuti tidak segampang itu. Apalagi kita menata daerah yang sudah ada kotanya,” ungkap Karolin.

Untuk kawasan RDTR di Kabupaten Landak sendiri mencakup tujuh desa. Hingga saat ini Pemerintah kabupaten Landak masih terus berupaya melengkapi beberapa persyaratan yang diminta mulai dari pembebasan lahan, penyediaan ruang terbuka hijau, masalah batas wilayah dan lain sebagainya.

Terkait hal ini Karolin menyampaikan siap melanjutkan koordinasi dengan berbagai pihak terkait agar semua tahapan tapat diproses sesuai dengan harapan.

“Pada prinsipnya kami siap untuk melanjutkan koordinasi yang sudah kita mulai beberapa tahun terakhir ini, mudah-mudahan dapat segera kita proses sesuai dengan harapan dari pemerintah pusat, untuk kabupaten Landak sebenarnya diharapkan diawal tahun sudah selesai, tetapi karena situasi sekarang apa boleh buat,” pungkas Karolin.(pemkab landak)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Kabupaten Landak

Karolin: Dampak COVID-19 Pembangunan Terhambat

Published

on

Karolin: Dampak COVID-19 Pembangunan Terhambat
Karolin: Dampak COVID-19 Pembangunan Terhambat - Foto/Data : Pemkab Landak

Gencil News – Bupati Landak Karolin Margret Natasa saat melakukan kunjungan kerjanya beberapa waktu lalu (05/08/20) dalam rangka menyalurkan benih padi dan alat mesin pertanian di beberapa desa di Kecamatan Ngabang juga menyempatkan diri untuk meninjau jalan penghubung antar desa dan kecamatan serta beberapa jembatan yang rusak.

Salah satu yang tak luput dari perhatian Bupati Landak yaitu ruas jalan Ngabang menuju desa Muun yang saat ini mengalami kerusakan cukup parah.

Usai memantau langsung kondisi jalan tersebut, Karolin menyampaikan bahwa sebenarnya perbaikan jalan sudah direncanakan tahun ini, tetapi karena situasi pandemi COVID-19 sehingga berpengaruh pada keuangan negara yang membuat pembangunan tertunda.

“Tadi saya lewat jalan ini dari Taras ke Muun yang sekarang parah, Saya mengecek sekalian. Sebenarnya tahun ini Kita anggarkan untuk perbaikan dari Ngabang-Muun. Tapi karena COVID tahun ini batal, tahun depan Kita anggarkan lagi, titiknya nanti akan kita tentukan berdasarkan situasi dilapangan.” terang Karolin saat melakukan kunker beberapa waktu lalu.

Karolin meminta masyarakat untuk bersabar dengan keadaan saat ini, dirinya mengatakan pembangunan yang tertunda pada tahun ini akan diusulkan kembali untuk anggran tahun depan.

“Saya berharap tahun depan bisa kami usulkan kembali. Walaupun setiap tahun sedikit-sedikit kita coba anggarkan, tapi tahun ini memang sulit benar, mudah-mudahan tahun depan bisa, nanti kami prioritaskan untuk tahun 2021,” katanya.

Tdak bisa dipungkiri, situasi COVID ini memang sulit karena sangat mempengaruhi kehidupan ekonomi. Hal ini turut berpengaruh terhadap keuangan negara dan pemasukan negara yang merupakan sumber pembangunan.

“Kalau ekonomi macet, negara juga ekonominya macet, uang negara juga macet. Nah, makanya banyak sekali anggaran yang belum bisa kita laksanakan untuk bidang pembangunan,”tukas Bupati Landak.

Continue Reading

Kabupaten Landak

Bupati Landak Imbau Masyarakat Tidak Membakar Lahan

Published

on

Bupati Landak Imbau Masyarakat Tidak Membakar Lahan
Bupati Landak Imbau Masyarakat Tidak Membakar Lahan - Foto Pemkab Landak

GENCIL NEWS – Bupati Landak Karolin Margret Natasa dalam setiap kesempatan melakukan kunjungan kerja ke desa selalu mengajak masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan dengan tujuan dapat menekan titik hotspot dan akibat yang terjadi ketika terjadi bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Bupati Landak meminta masyarakat terutama pada petani untuk dapat membuka lahan dengan cara tidak membakar lahan seperti melakukan pertanian sawah ataupun memberikan racun rumput agar dapat membuka lahan secara aman dari karhutla.

“Saya meminta kepada masyarakat jangan lagi melakukan pembakaran jika membuka lahan pertanian, karena Saya tidak mau lagi masyarakat berurusan dengan aparat keamanan. Untuk para petani yang mendapatkan bantuan ini Saya juga sudah memberikan bantuan untuk racun rumput agar dapat membersihkan rumput ketika membuka lahan pertanian, sehingga kita bisa menekan titik hot spot di Kabupaten Landak dan dampak asapnya tidak mengganggu orang lain,” ungkap karolin saat melalukan kunjungan kerja di Desa Sebangki, Kamis (30/07/20).

Karolin mengatakan jika memang harus melakukan pembakaran lahan akan diatur secara Peraturan Bupati tentang tata cara melakukan pembakaran hutan secara aman dan tidak menyebabkan dampak yang besar dari Karhutla tersebut.

“Kalaupun terpaksa harus dibakar, Saya hanya memberikan ijin pembakaran hanya untuk tanam padi saja tidak untuk yang lainnya apalagi untuk lahan sawit, itu tidak boleh. Dan dalam waktu dekat ini Saya akan mengeluarkan Peraturan Bupati tentang tata cara membuka lahan dengan cara dibakar, tetapi Saya meminta masyarkat agar melakukan cara lain selain membakar lahan,” terang Bupati Landak.

Berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 103 Tahun 2020 tentang Pembukaan Area Lahan Berbasis Kearifan Lokal, Pemerintah Kabupaten Landak juga akan mengeluarkan Peraturan Bupati terkait dengan hal tersebut.

“Salah satu isi dari Perbup tersebut yakni setiap kepala keluarga hanya boleh melalukan pembakaran seluas 2 hektare saja tidak boleh lebih. Selain itu, pembakaran lahan dilakukan secara bergantian dan diawasi bersama oleh masyarakat, nanti kepala desa akan menjadwalkan waktu pembakaran lahan yang sudah disetujui oleh camat dan instansi terkait. Ini akan segera kita lakukan,” jelas Bupati Landak. (pemkab landak)

Continue Reading

Kabupaten Landak

Sekolah Dibuka 1 Agustus, Bupati Landak Tinjau Kesiapan Sekolah

Published

on

Sekolah Dibuka 1 Agustus, Bupati Landak Tinjau Kesiapan Sekolah

 GENCIL NEWS – Sesuai pernyataan dari Gubernur Kalimantan Barat beberapa waktu lalu (21/07/20), bahwa sekolah sudah bisa melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah mulai Agustus mendatang.

Walau belum untuk semua kelas. Untuk itu segala persiapan harus segera dilakukan mulai dari melakukan swab test terhadap guru dan murid. Penyediaan fasilitas cuci tangan disekolah, hingga pengaturan kelas.

Menindaklanjuti hal ini, Bupati Landak Karolin Margret Natasa didampingi kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta pihak Dinas Kesehatan telah turun meninjau sekolah di SMA Negeri 1 Ngabang yang memulai persiapan awal yaitu melakukan pemeriksaan swab terhadap para guru dan siswa, Selasa (28/07/20).

“Sesuai arahan pak Gubernur, kita lakukan pemeriksaan swab untuk anak-anak kelas XII SMA. Ini sebagai tahap awal uji coba pembelajaran tatap muka,” terang Karolin.

Selain itu Bupati Landak juga meninjau kesiapan sekolah apakah sudah menyediakan fasilitas yang diminta sesuai protokol kesehatan, mulai dari penyediaan tempat cuci tangan, hingga pengaturan ruang kelas yang standar.

“Selain itu kesiapan sekolah juga hari ini kita lihat, Kami harapkan nanti ada kebijakan dari pemerintah Provinsi yang katanya sudah siap untuk belajar tatap muka, ada konsekuensi-konsekuensinya mulai tes swab dan mempersiapkan ruang kelas,” jelas Bupati Landak.

Lebih lanjut Bupati Landak mengatakan bahwa jika semua persiapan sudah matang dan telah memenuhi standar, baru sekolah akan dibuka dengan tetap dilakukan evaluasi berkala.

“Tunggu sampai siap semua baru ini buka dan baru kita evaluasi berkala, nanti kalau dibuka pun akan terus kami monitor.Kalau ditemukan kasus positif kita tutup lagi,” tukas Karolin.

Untuk pemeriksaan swab yang dilakukan di SMA Negeri 1 Ngabang ini sebagai tahap awal dilakukan kepada 376 orang yang terdiri dari 318 siswa, dan 58 orang guru beserta Staf Tata Usaha. Hal ini disampaikan oleh Waka Kesiswaan Sisilia.

“376 orang terdiri siswa kelas dua belas dan guru beserta Staf, 318 orang siswa, guru dan TU itu 58 orang,” ungkapnya.

Sisilia berharap semua hasil pemeriksan swab ini nantinya negatif agar sekolah bisa melaksanakan pemmbelajaran tatap muka sesuai yang diharapkan pemerintah.

“Harapan kita semuanya hasilnya negatif, agar nanti kita bisa melaksanakan apa yang diharapkan oleh pemerintah untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka secara bertahap,” kata Sisilia.

Terkait penyediaan fasilitas sesuai protokol kesehatan, Sisilia menyampaikan pihak sekolah pasti berupaya menyediakan apa yang dimminta.

“Kita nanti akan menyiapkan seperti apa yang diminta sesuai dengan pencegahan COVID-19, nanti kita akan menyiapkan tempat cuci tangan dengan air mengalir, dan untuk pembagian kelas nanti kita akan sesuaikan kondisinya memungkinkan itu akan mengadakan satu kelas dibagi dua, kita akan buat jadwal,” tambahnya. (pemkab landak)

Continue Reading

TRENDING