Tidak Ada Open House, Bupati Landak dan Jajarannya
Connect with us

Kabupaten Landak

Tidak Ada Open House, Bupati Landak dan Jajarannya

Published

on

Tidak Ada Open House, Bupati Landak dan Jajarannya

Gencil News – Bupati Landak Karolin Margret Natasa pada Natal 2020 menyatakan tidak ada open house. Kebijakan tidak ada open house pada natal 2020 juga berlaku kepada Kadis, Camat, Kades dan yang lainya.

“Akibat pandemi COVID-19 yang masih dialami Indonesia saat ini tak terkecuali di Kabupaten Landak. Turut berpengaruh pada perayaan hari besar umat Kristiani yaitu Natal. Karena masih dalam situasi yang belum normal tersebut. Saya menyatakan bahwa pada hari raya Natal tahun ini kami tidak mengadakan kegiatan open house. Yang lazimnya diadakan setiap tahun di rumah dinas Bupati Landak,” kata Karolin.

Karolin juga mengingatkan kepada pejabat Kabupaten Landak untuk tidak mengadakan kegiatan sambang griya pada natal 2020.

“Saya ingatkan kepada pejabat di Kabupaten Landak mulai dari Kades, Camat, Kadis dan yang lainnya tidak membuka open house, karena mengumpulkan orang yang dapat menjadi salah satu tempat penyebaran COVID-19,” tegas Karolin.

Hal ini dilakukan demi mencegah kerumunan orang sesuai dengan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah guna mencegah penularan COVID-19.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kabupaten Landak

Pemkab Landak Canangkan Zona Integritas di PN Kelas II Ngabang

Published

on

Pemkab Landak Canangkan Zona Integritas di PN Kelas II Ngabang
Pemkab Landak Canangkan Zona Integritas di PN Kelas II Ngabang - Foto/Data Pemkab Landak

Gencil News – Bupati Landak Karolin Margret Natasa yang didampingi Ketua Pengadilan Negeri Ngabang, Ketua DPRD Landak, Kapolres Landak dan Perwakilan dari Kejaksaan Negeri Landak melakukan Pencanangan Pembangunan Zona Integritas di Pengadilan Negeri Ngabang Kelas II, kamis (21/01/21).

Pembangunan zona integritas merupakan program pemerintah yang bertujuan untuk membangun program reformasi birokrasi untuk melakukan penataan terhadap sistem penyelenggaraan pemerintah yang baik, efektif dan efisien, sehingga dapat melayani masyarakat secara cepat, tepat dan professional.

Dalam sambutannya Bupati Landak mengatakan bahwa pembangunan zona integritas tersebut menargetkan tercapainya tiga sasaran utama yaitu peningkatan kapasitas dan akuntabilitas organisasi pemerintah yang bersih dan bebas KKN serta pelayanan publik.

“Saya mendorong Pengadilan Negeri Ngabang untuk memberikan pelayanan hukum secara prima serta bersih dan bebas KKN kepada masyarakat pencari keadilan sehingga berdampak positif terhadap kredibilitas, akuntabilitas dan kinerja Pengadilan Negeri Ngabang Kelas II yang nantinya akan menjadi contoh atau teladan oleh instansi atau lembaga pelayanan publik di Kabupaten Landak,” ucap Karolin.

Selain itu, Bupati Karolin berpesan kepada Pengadilan Negeri Ngabang Kelas II untuk menyiapkan rencana aksi yang kongkrit, terus bekerja dan saling bersinergi dalam melaksanakan tugas untuk mewujudkan zona integritas menuju wilayah bebas korupsi dan wilayah birokrasi bersih dan melayani.

“Secara moral dan psikologi ada tanggung jawab baru bagi bapak dan ibu yang ada di Kantor Pengadilan Negeri Ngabang ini untuk bisa menjalankan amanah dengan sungguh-sungguh, demi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Landak,” terang Karolin.

Ketua Pengadilan Negeri Ngabang Kelas II Estafana Purwanto menjelaskan gerakan zona integritas merupakan salah satu kewajiban bagi lingkungan Mahkamah Agung termasuk di Pengadilan Negeri Ngabang Kelas II, selain itu Pengadilan Negeri saat ini tidak hanya bekerja dalam sebuah perkara saja tetapi juga ada pelayanan non perkara.

“Untuk di Pengadilan Negeri Ngabang ini sendiri selain bekerja menangani masalah perkara, Kami juga melakukan pelayanan non perkara seperti pemberian Surat Keterangan, pendaftaran Badan Usaha serta konsultasi di Pengadilan Negeri Ngabang. Dari januari ini saja pelayanan Surat Pengadilan Negeri Ngabang itu sudah ad 1249 surat dan Kita sudah melayani dengan baik yakni pemberian surat tersebut tidak dikenakan biaya tambahan apapun kecuali BNBP Rp. 20.000,- saja,”ungkap Estafana.

Estimated reading time: 2 minutes

Continue Reading

Kabupaten Landak

Pengungsi Sudah Kembali Pulang, Bantuan Terus Distribusikan

Published

on

Pengungsi Sudah Kembali Pulang, Bantuan Terus Distribusikan
Pengungsi Sudah Kembali Pulang, Bantuan Terus Distribusikan - Foto/Data : Pemkab Landak

Gencil News – Pasca banjir di Kabupaten Landak dengan kondisi air sejak kemarin sudah tidak lagi menggenangi wilayah-wilayah yang terendam seperti di seputaran Kota Ngabang yakni jalan utama, desa raja, desa hilir tengah kini sudah kembali normal dan bisa diakses masyarakat untuk beraktifitas kembali.

Bupati Landak Karolin Margret Natasa mengatakan saat ini para pengungsi yang berada di Posko Penanganan Darurat Banjir di Kantor Camat Ngabang juga sudah pulang ke rumah mereka masing-masing.

“Hari ini pemulangan pengungsi dari dusun pulau bendu, desa hilir tengah sebanyak 16 orang dari 6 kk pengungsi kembali ke rumah masing-masing, para pengunsi yang ada di posko sejak kemarin sudah ada yang pulang juga. Kita bersyukur air sudah mulai turun tetapi untuk wilayah hilir seperti di daerah Sebangki mulai naik dan akan kita follow up hari ini,” ucap Karolin, selasa (19/01/21).

Selain pemulangan para pengungsi, penyaluran bantuan kepada korban terdampak juga terus didistribusikan hingga pada pasca banjir agar mereka yang baru terkena musibah bencana ini tetap mendapatkan sembako untuk kebutuhan mereka.

Bupati berharap peran serta aparat Desa juga harus proaktif mengingat keterbatasan personil yang menyalurkan distribusi sangat terbatas.

“Kami berupaya semaksimal mungkin untuk mendistribusikan kepada masyarakat sehingga Saya tidak mau ada penumpukan logistik, makanya Kita atur arus keluar masuk barang ini dengan menyalurkan secara bertahap sejak 2 hari yang lalu. Jadi bantuan yang Kita berikan itu merupakan gabungan baik dari bantuan Pemda landak maupun dari sumbangan pihak-pihak yang sudah berpastisipasi membantu korban banjir ini. Saya meminta pihak desa lebih proaktif agar Kita sama-sama bergotong royong membantu masyarakat Kita,” terang karolin

.Hingga sampai saat ini bantuan yang sudah di salurkan di 7 Kecamatan yang terdampak banjir yakni beras sebanyak 6555 kg, mie instan sebanyak 285 dus, dan sembako sebanyak 390 paket. Adapun rumah yang terendam banjir sebanyak 4107 rumah, 11349 jiwa dari 4107 kepala keluarga.

Continue Reading

Kabupaten Landak

Karolin: Paling Efektif adalah Pembelajaran Secara Luring

Published

on

Karolin: Paling Efektif adalah Pembelajaran Secara Luring
Bupati Landak Karolin Margret Natasa menyampaikan bahwa berdasarkan hasil evaluasi metode pembelajaran yang efektif diterapkan diwilayah kabupaten Landak saat ini yaitu luring (luar jaringan). - Media Center Pemkab Landak

Gencil News – Pemerintah telah mengambil kebijakan untuk tidak mengijinkan sekolah tatap muka akibat Pandemi COVID-19 yang belum berakhir. Untuk itu pilihan metode pembelajaran yang dianjurkan yaitu secara online atau daring (dalam jaringan) dan luar jaringan (luring) atau kombinasi keduanya.

Bupati Landak Karolin Margret Natasa menyampaikan bahwa berdasarkan hasil evaluasi metode pembelajaran yang efektif diterapkan diwilayah kabupaten Landak saat ini yaitu luring (luar jaringan).

“Kalau kita lihat yang paling efektif metode luring, jadi tiap minggu diberikan tugas, kemudian nanti orang tua atau perwakilan datang ke sekolah ngambil tugas kemudian mengumpulkan tugas yang lama. Ini yang kami lihat paling efektif dan tidak terlalu memberatkan bagi siswa,” ungkap Karolin di Ngabang, Jum’at (08/01/21).

Karolin menambahkan, dengan metode luring setiap sekolah mengatur jadwal siswa datang kesekolah untuk mengambil dan mengumpulkan tugas, hal ini dilakukan untuk meninimalisir kerumunan.

Bupati landak

“Jadi diatur jadwalnya datang ke sekolah, tidak sekaligus satu kelas datang semua, atau semua kelas datang semua ke sekolah. Jadi senin sampai sabtu ada jadwal mengambil tugas, itu yang paling efektif berdasarkan hasil evaluasi kami, luring,” tambah Karolin.

Menurut Karolin, metode luring lebih efektif karena tidak terlalu banyak mengalami kendala, tidak seperti metode daring yang memerlukan SDM yang siap, sarana dan prasara memadai, hingga faktor geografis.

“Memang tidak ideal, banyak sekali kendala dilapangan baik dari segi SDMnya, kemudian dari sisi geografis, sarana prasarana sangat tidak ideal, sedih juga, cuma bagaimana? “, kata Karolin.

Terkait belum diterapkannya pembelajaran tatap muka di Sekolah, Karolin mengungkapkan situasi saat ini yang belum normal karena pandemi, sehingga kesehatan hal yang sangat penting.

“Keselamatan yang utama, sesuai dengan situasi diberlakukankannya Undang-Undang kesehatan sehingga kita tetap mengutamakan kesehatan,” kata Karolin.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Landak Heri Muliyadi mengatakan bahwa dinas sudah mengeluarkan surat edaran terkait belajar tatap muka di sekolah.

“Sesuai dengan arahan Bupati Landak, Kita sudah memberikan surat edaran untuk menunda kegiatan belajar tatap muka di Kabupaten Landak. Untuk itu, Kita masih melakukan pembelajaran dari rumah yakni metode daring dan luring,” terang Heri Muliyadi.

Continue Reading

TRENDING