Karolin Minta Segera Pendataan Untuk Bantuan Beras Ke Masyarkat
Connect with us

Kabupaten Melawi

Karolin Minta Segera Pendataan Untuk Bantuan Beras Ke Masyarakat

Published

on

Bupati Landak dr. Karolin Margret Natasa intruksikan kepada seluruh desa yang ada di Kabupaten Landak yang telah mencairkan dana desa untuk membentuk Posko penanganan wabah Corona Virus Disease (COVID-19) di desa masing-masing.

“Saya intruksikan kepada Kepala Desa yang telah mencairkan anggaranya untuk secepatnya membuat Posko penanganan dan Pencegahan Corona Virus Disease (COVID-19) di desa, agar bisa membantu Pemerintah Kabupaten melakukan penanganan, jadi kalau desa mengangarkan dana desa misalnya menyemprotkan disinfektan atau sebagainya itu bisa dianggarkan di posko, termasuk penganggaran sarung tangan, masker untuk petugas yang melakukan penyemprotan,” Tegas Karolin.

Hal ini di sampaikan oleh Bupati landak dr. Karolin Margret Natasa pada saat melakukan rapat koordinasi menggunakan video confrence dengan Kepala Desa di Kabupaten Landak untuk membahas rencana kerja kedepan terutama terkait penanganan dan Pencegahan COVID-19, Senin (06/04/20).

Salah satu peran posko penanganan wabah Corona Virus Disease (COVID-19) yang sangat penting Sambung Bupati Landak adalah untuk membantu Pemerintah Kabupaten dan Pemerintahan Provinsi untuk pendataan kepada masyarakat.

“Pendataan ini bertujuan untuk mengetahui orang luar yang masuk di Kabupaten Landak dan mendata jika ada yang bergejala sehingga bisa bantu melapor lebih cepat kepada kami, gejala dari COVID-19 ini dapat kita lihat dari orang yang menderita batuk, pilek, demam, sesak nafas dan bahkan baru-baru ini dirilis juga dari IDI bahwa salah satu gejala adalah sakit mata, jadi banyak sekali gejalanya tapi prinsipnya biasanya mengakibatkan demam dan sesak nafas, jika ada pasien gejalanya seperti itu cepat berkoordinasi dan dibawa ke Puskesmas, Pemerintah Kabupaten Landak telah menyediakan Rapid test, jadi bisa di tes sederhana tapi bagi yang sangat dicurigai itu bisa dilakukan tes cepat dan nantinya akan dikonfirmasi lagi dengan hasil tes yang lebih akurat,” Jelas Karolin.

Bupati Landak juga menyampikan dengan pembentukan posko ini juga bertujuan untuk pendataan kepada masyarakat, untuk penerima bantuan dari pemerintah yang akan memberikan bantuan pangan, seperti pembagian beras kepada masyarakat.

“Pembagian beras yang akan di berikan terlebih dahulu yaitu bantuan beras dari Provinsi, ada lima puluh tujuh ribu dua ratus lima puluh tiga (57.253) rumah tangga yang mendapatkan bantuan dari provinsi, tetapi Pemerintah Kabupaten Landak juga mengangarkan untuk tiga puluh tujuh ribu (37000) rumah tangga yang akan kita berikan bantuan, karena bantuan ini dalam kondisi bencana maka yang akan diberikan bantuan, bukan hanya yang masuk dalam data miskin,” Tegas Karolin.

Ia juga meminta camat dan kepala desa untuk memberikan perhatian khusus kepada daerah yang agak padat penduduk dan masyarakatnya yang di PHK atau di rumahkan karena kondisi saat ini, untuk di data sehingga nanti bisa diberikan bantuan, menyusul bantuan dari provinsi.

“Jadi saya harap pemerintah desa segera bergerak cepat untuk melakukan pendataan, anggaran sudah ada, tetapi untuk bisa mengeluarkan atau mencairkan anggaran pemerintah memerlukan data yang akurat, pemerintah kabupaten Landak sudah menanyakan 8,8 miliar untuk membeli beras.

Kita juga memberikan perhatian khusus kepada daerah yang agak padat penduduk dan masyarakatnya yang di PHK atau di rumahkan karena kondisi saat ini, untuk di data sehingga nanti bisa diberikan bantuan, menyusul bantuan dari provinsi,” Tutup Karolin.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kabupaten Melawi

Daerah Berstatus Zona Merah Covid-19 di Indonesia, Termasuk Melawi

Published

on

Daerah Berstatus Zona Merah Covid-19 di Indonesia, Termasuk Melawi

Gencil News – Satgas penanganan Covid-19 merilis data terbaru mengenai daerah yang berstatus zona merah covid-19. Kabupaten Melawi menjadi daerah satu-satunya di Kalimantan Barat yang saat ini berstatus zona merah penyebaran virus corona.

Kabaputen Melawi saat ini berstatus zona merah penyebaran covid-19. Penetapan status zona merah berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat.

“Berdasarkan data, cakupan vaksinasi terhadap lansia di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Melawi baru 112 orang atau 0,71 persen pada tahap pertama dan 78 orang atau 0,5 persen tahap kedua. Padahal target sasarannya 15.743 orang,” kata Harisson, Kadiskes Provinsi Kalbar. (01/06/2021).

Saat ini terdapat 112 kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Melawi. Jumlah tersebut merupakan yang tertinggi kedua setelah Kota Pontianak, dengan kasus aktif 155 orang. Selain itu, dalam kurun waktu mulai 20 Mei hingga 27 Mei 2021, sebanyak 10 warga Kabupaten Melawi, meninggal dunia akibat terinfeksi virus corona.

“Sebagian besar korban meninggal memiliki komorbid atau penyakit bawaan darah tinggi dan diabetes. Mereka baru teridentifikasi terinfeksi Covid-19 saat kondisinya telanjur parah,” ujar Harisson.

Berikut daftar zona merah Covid-19 di Indonesia:

Sumatera Utara

Dairi

Sumatera Selatan

Kota Palembang Kota Prabumulih

Sumatera Barat

Solok

Kota Solok

Agam

Pasaman Barat

Riau

Kota Pekanbaru

Kepulauan Riau

Batam

Kalimantan Barat

Melawi

Jawa Tengah

Kudus

Jambi

Tanjung Jabung Barat

Bengkulu

Bengkulu Utara

Untuk menetapkan sebuah daerah berstatus zona merah, ada beberapa indikator sebagai cara untuk menghitung Zona Risiko Covid-19.

Untuk menghitung status zona risiko Covid-19 di Indonesia, yaitu: epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat, dan pelayanan kesehatan.

Sutarmidji Minta Transportasi Melawi-Kalteng Ditutup

Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji meminta setiap kabupaten tegas dalam memperketat protokol kesehatan.

Berdasarkan data resiko Kenaikan Kasus Covid-19 Kabupaten/Kota Provinsi Kalbar per 30 Mei 2021. Kabupaten Melawi menduduki posisi tertinggi angka keterjangkitan dan kematian akibat Covid-19.

Sementara, untuk Kabupaten Sekadau, Bengkayang, Landak, Kota Pontianak saat ini masih zona orange.

Kabupaten Mempawah, Sanggau, Ketapang, Kapuas Hulu, Kubu Raya, Kayong Utara, , Sintang, Sambas dan Kota Singkawang zona kuning.

Sutarmidji mengatakan bahwa sebelumnya ia juga sudah mewanti-wanti kepada Pemerintah daerah untuk memperketat pintu masuk.

“Sejak awal saya sudah wanti-wanti kepada bupatinya,” katanya, Selasa (01/06/2021)

Ia mengungkapkan bahwa alat transportasi Kabupaten melawi masih tetap beroperasi dengan mengantar penumpang dari Melawi ke Kalimantan Tengah (Kalteng)

Sementara menurutnya, waktu itu Kalteng masih dengan kasus tertinggi angka keterjangkitan Covid-19.

“Seharusnya Pemerintah Kabupaten menutup atau memperketat. Sukamara Ketapang ada juga angkutan yang ke Kalteng. Nah, karna kita lupa menutup itu akhirnya dua daerah ini tinggi,” terangnya

Sutarmidji mengingatkan agar Bupati melawi tidak takut untuk disorot dan terus kerjakan secara maksimal. Ia menyebut provinsi hanya bisa membackup, sementara yang menjalankan itu sudah ada Satgas pada setiap kabupaten dan kota.

“Jangan semuanya salahkan ke provinsi, misalnya tracing dan testing harus dilakukan maksimal supaya bisa menjaring orang yang positif. Jangan sampai ke rumah sakit lalu pakai oksigen,” tegasnya.

Rumah sakit di Melawi dan Bengkayang saat ini menurut Kemenkes bahwa BOR nya tinggi diatas 80 persen namun sudah agak turun.

Continue Reading

Kabupaten Melawi

Melawi Zona Merah, Sutarmidji Minta Transportasi Melawi-Kalteng Ditutup

Published

on

By

Sutarmidji Memilih Terapkan Hasil Tes PCR Negatif Daripada Harus PSBB
Gubernur Kalimantan Barat H. Sutarmidji, S.H, M. Hum,

Gencil News – Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji meminta setiap kabupaten tegas dalam memperketat protokol kesehatan.

Berdasarkan data resiko Kenaikan Kasus Covid-19 Kabupaten/Kota Provinsi Kalbar per 30 Mei 2021. Kabupaten Melawi menduduki posisi tertinggi angka keterjangkitan dan kematian akibat Covid-19.

Sementara, untuk Kabupaten Sekadau, Bengkayang, Landak, Kota Pontianak saat ini masih zona orange.

Kabupaten Mempawah, Sanggau, Ketapang, Kapuas Hulu, Kubu Raya, Kayong Utara, , Sintang, Sambas dan Kota Singkawang zona kuning.

Sutarmidji mengatakan bahwa sebelumnya ia juga sudah mewanti-wanti kepada Pemerintah daerah untuk memperketat pintu masuk.

“Sejak awal saya sudah wanti-wanti kepada bupatinya,” katanya, Selasa (01/06/2021)

Ia mengungkapkan bahwa alat transportasi Kabupaten melawi masih tetap beroperasi dengan mengantar penumpang dari Melawi ke Kalimantan Tengah (Kalteng)

Sementara menurutnya, waktu itu Kalteng masih dengan kasus tertinggi angka keterjangkitan Covid-19.

“Seharusnya Pemerintah Kabupaten menutup atau memperketat. Sukamara Ketapang ada juga angkutan yang ke Kalteng. Nah, karna kita lupa menutup itu akhirnya dua daerah ini tinggi,” terangnya

Sutarmidji mengingatkan agar Bupati melawi tidak takut untuk disorot dan terus kerjakan secara maksimal. Ia menyebut provinsi hanya bisa membackup, sementara yang menjalankan itu sudah ada Satgas pada setiap kabupaten dan kota.

“Jangan semuanya salahkan ke provinsi, misalnya tracing dan testing harus dilakukan maksimal supaya bisa menjaring orang yang positif. Jangan sampai ke rumah sakit lalu pakai oksigen,” tegasnya.

Rumah sakit di Melawi dan Bengkayang saat ini menurut Kemenkes bahwa BOR nya tinggi diatas 80 persen namun sudah agak turun.

Continue Reading

Kabupaten Melawi

Sebut Petugas Penyekatan Tarik Biaya, Japri Warga Melawi Minta Maaf

Published

on

Sebut Petugas Penyekatan Tarik Biaya, Japri Warga Melawi Minta Maaf
Sebut Petugas Penyekatan Tarik Biaya, Japri Warga Melawi Minta Maaf - Foto/Data PPID Polda Kalbar

Gencil News – Japri Melawi adalah seorang warga Desa Tebing Karangan Kabupaten Melawi yang terciduk Polisi, karen menyebut petugas atau Satgas Penanganan Covid-19 di Pos Penyekatan Desa Batu Nanta, meminta sejumlah uang kepada masyarakat.

Japri Melawi pria berusia 29 tahun membuat sebuah unggahan komentar di Facebook, menyampaikan berita hoaks tersebut. Japri Melawi menyebut, bahwa ada petugas yang meminta sejumlah uang di Posko Penyekatan.

Polres Melawi yang melakukan patroli pada medsos, menemukan unggahan berupa komentar pada Grup Facebook Melawi Informasi. Japri Melawi menyampaikan komentarnya sebagai respon dari unggahan dari Bagus Afrizal di Melawi Informasi.

“Akun Facebook Japri Melawi mengomentari postingan Bagus Afrizal di grup Melawi Informasi dengan kata-kata, Kalau penjagaan diperpanjang lusa, kira kira pekerja buruh jika dilarang beraktivitas bawa kuali periuk ke pos penjagaan minta kebutuhan pokok pada yang jaga, lalu dia berkomentar lagi, Ada mereka minta duit 250.000, pada hari Senin 17 Mei 2021,” Jelas Paur Humas Polres Melawi Bripka Arbain

Komentarnya itu mendapat reaksi warganet, terutama Petugas Satgas Gabungan yang berjaga pada Pos Penyekatan Batu Nanta.

Untuk menciptakan situasi Kamtibmas agar tetap kondusif. Polres Melawi kemudian meminta Japri Melawi untuk datang ke Polsek Nanga Pinoh untuk mempertanggungjawabkan komentarnya.

Kamis 20 Mei 2021, Japri mendatangi Mapolsek Nanga Pinoh. Selanjutnya membuat surat pernyataan dan Video permintaan maaf kepada masyarakat dan Satgas.

Bripka Arbain juga mengingatkan agar masyarakat bijak dalam bermedia sosial, baik dalam meneruskan informasi, berkomentar bahkan membuat postingan.

“Saat mengomentari sesuatu, yakinlah anda tau hal itu. Jangan hanya kata si A atau si B. Bijaklah bermedia sosial, jangan sampai gara-gara jempol, anda berurusan dengan hukum karena menyebarkan Hoaks,” tegasnya.

Continue Reading

Kabupaten Melawi

Polsek Nanga Pinoh Lakukan Swab PCR WargaYang Kontak Erat Saat Pemakaman

Published

on

Polsek Nanga Pinoh Lakukan Swab PCR WargaYang Kontak Erat Saat Pemakaman
Polsek Nanga Pinoh bersama Tim Dinas kesehatan Kabupaten Melawi Melawi di dampingi Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Melawi melaksanakan tes swab PCR kepada puluhan masyarakat Desa Tanjung Sari yang kontak erat dengan pasien meninggal dunia terkonfirmasi positif Covid-19. Foto/Data : ppid Polda Kalbar

Gencil News –  Polsek Nanga Pinoh bersama Tim Dinas kesehatan Kabupaten Melawi Melawi di dampingi Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Melawi melaksanakan tes swab PCR kepada puluhan masyarakat Desa Tanjung Sari yang  kontak erat dengan pasien meninggal dunia terkonfirmasi positif Covid-19.

Pemakaman warga tersebut tidak dilakukan dengan protokol kesehatan karena penolakan dari pihak keluarga. di balai Desa Tanjung sari Kecamatan Nanga Pinoh Kabupaten Melawi. (29/04).

Nampak hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Nanga Pinoh (Iptu Bhakti Juni Ardhi), Kabid P2 Dinkes Melawi beserta Staf Dinkes Kabupaten Melawi, Anggota Koramil Nanga Pinoh, Anggota Polres Melawi dan Polsek Nanga Pinoh, Anggota BPBD Melawi, Anggota Sat Pol PP Melawi, Anggota Dishub Melawi serta masyarakat yang kontak erat dengan pasien meninggal dunia terkonfirmasi positif Covid-19.

Kapolres Melawi AKBP Sigit Eliyanto Nurharjanto, S.I.K melalui Kapolsek Nanga Pinoh Iptu Bhakti Juni Ardhi menyampaikan sebelum berangkat terlebih dahulu dilaksanakan apel pemberangkatan dipimpin oleh Kapolsek Nanga Pinoh di Mako Polsek Nanga Pinoh selanjutnya berangkat menuju Balai Desa Tanjung Sari Kecamatan Nanga Pinoh.

Kapolsek Nanga Pinoh dan Kabid P2 dinkes Melawi melakukan himbauan protokol kesehatan kepada masyarakat desa tanjung sari dan selanjutnya tim dari dinas kesehatan melaksanakan tes swab PCR  terhadap 19 (sembilan belas) orang masyarakat desa tanjung sari.

“Dilakukannya tes swab PCR kepada warga yang kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif untuk menulusuri penularan Covid-19 di Desa Tanjung Sari”Ucapnya.

“Akan terjadi penularan yang lebih serius apabila tim satgas Covid-19 tidak secara intensif menangani kasus covid-19 di Desa Tanjung Sari Kec Nanga Pinoh mengingat masih ada warga yang belum dilakukan tes swab PCR” Jelasnya.

“Kami berharap Satuan Tugas Covid-19 Kabupaten Melawi melakukan upaya penyemprotan desinfektan dan tracing warga yang belum terdata saat tes swab PCR di Desa Tanjung Sari dan kami kan upayakan Bhabinkamtinmas mengawasi dan memberikan himbauan kepada warga yang sudah tes swab PCR untuk tidak beraktifitas di luar rumah sebelum hasi tes swab PCR keluar” Tutupnya.

Sementara itu Kepala bidang pencegahan dan pengendalian penyakit (Kabid P2 Dinkes Kab Melawi) Endang Susilawati S.Sos., M.A.P menyampaikan masyarakat desa Tanjung Sari kooperatif setelah di jelaskan dari pihak Dinkes dan Kapolsek.

“Alhamdulillah masyarakat Desa Tanjung Sari kooperatif setelah di jelaskan dari pihak Dinkes dan Kapolsek, dan mereka yang hadir sebanyak 19 org, dengan suka rela serta tidak ada pemaksaan untuk melakukan pemeriksaan swab PCR” Ucapnya.

“Sembilan belas orang ini mereka ada kontak erat dengan almarhum, ada yang ikut Fardu Kifayah (memandikan jenazah) dan ada juga yg hanya sekedar melayat” Jelasnya.

Continue Reading

Advertisement

DOWNLOAD APLIKASI GENCILNEWS

Advertisement

TRENDING