Connect with us

Kabupaten Mempawah

Ikatan Lanceng Praben Mempawah Bagikan Tajin Merah Pote

Published

on

Ikatan Lanceng Praben Mempawah Bagikan Tajin Merah Pote

Gencil News – Ikatan Lanceng Praben Mempawah lestarikan budaya suku madura dengan makanan khas Tajin Merah Pote yang artinya bubur merah putih di Taman Bestari Kabupaten Mempawah. Minggu (27/09/2020)

Sebagai bentuk cinta akan budaya dan mengikstensikan budaya madura, para duta lanceng dan praben mempawah telah merealisasikan agendanya, yaitu membagikan tajin merah pote salah satu makanan khas madura kepada masyarakat Mempawah.

Sebagai duta para lanceng dan praben jebolan ajang pemilihan duta lanceng praben 2019 ini tentu melakukan proses pembuatan tajin merah putih atau bubur merah putih. Sebab sudah menjadi keharusan seorang duta sebuah suku tau seluk beluk budaya dari sukunya termasuk proses pembuatannya.

Para duta ini melakukannya sendiri mulai dari pemarutan kelapa, memasak adonan, packing, hingga pembagian kepada masyarakat di taman bestari mempawah.

Menurut Kholik selaku Duta lanceng. “Tajin Merah poteh merupakan bubur yang dibuat dan mempunyai makna bentuk rasa syukur seorang hamba kepada Allah SWT. Kata Kholik”.

Kemudian Rohmi, Duta Praben Mempawah juga mengatakan. “Bubur merah pote ini sudah menjadi tradisi dikalangan masyarakat madura pada setiap bulan Safar. Tentunya pada setiap bulan Safar inilah suku madura membuat tajin merah pote. Kata Rohmi.


Bubur ini melambangkan keberanian dan kesucian yang mana identik dengan warna merah putih, yaitu merah berarti simbol dari (keberanian) dan putih simbol dari (kesucian).

Selanjutnya para lanceng dan praben mempawah membagikan tajin (bubur) tersebut kepada masyarakat yang berlalu lalang di depan taman bestri mempawah, terkhususnya para penjual makanan yang ada disekitar taman tersebut.

Maksud dari diadakannya pembagian bubur ini selain merupakan bentuk syukur para duta selaku masyarkat suku madura. Juga sebagai bentuk pengenalan budaya madura terhadap masyarakat suku lainnya.

Dengan begitu suku lain mengetahui bahwa suku madura memiliki makanan yang khas dan diwaktu tertentu juga arti tertentu.

Makanan yang bercita rasa manis dan berstektur lembut ini diharapkan dapat disukai oleh kalangan suku lain.

Hingga tidak menutup kemungkinan jika nantinya ini menjadi peluang bisnis bagi masyarakat suku madura.

Citizen Reporter : Ahmad Musleh selaku sekretaris ILP Mempawah

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kabupaten Mempawah

Sutarmidji Resmikan Rumah Retret Santo Johanes Paulus II Anjongan

Published

on

Sutarmidji Resmikan Rumah Retret Santo Johanes Paulus II Anjongan

Gencil News – Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji meresmikan Rumah Retret Santo Johanes Paulus II Anjongan sabtu (24/10/2020).

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalbar dan pribadi. Saya mengucapkan selamat sekaligus turut merasa bangga dan bahagia atas peresmian Rumah Retret Rumah Retret Santo Johanes Paulus II Anjongan. Mudah-mudahan rumah Retret ini menjadi titik singgah bagi mereka yang akan berwisata religi. Karena kalbar ini cukup banyak destinasi wisata tapi untuk terkaitan perenungan atau pendalaman religi itu sangat kurang, kita bersyukur rumah retret sudah diresmikan,” ungkap Gubernur Kalbar saat sambutannya.

Sutarmidji memuji keindahan alam sekitar Rumah Retret Santo Johanes Paulus II. Menurut Sutarmidji suasana yang asri dan tenang dan nyaman.

“Saya tadi liat pemandangannya sangat luar biasa. Dan ini adalah pilihan sangat tepat. Ini tempat perenungan sangat bagus jauh dari keramaian dan alamnya sangat mendukung serta masih alami. Kalau pagi-pagi udaranya sangat bersih sehingga paru-paru kita terjaga. Ssaya ucapkan terimakasih kepada Monsieur Agustinus Agus telah membuat tempat ini yang sangat bagus,” ujarnya.

Gubernur Akan Tambah Wisata Alam dan Religi

Sutarmidji yang meresmikan Rumah Retret Santo Johanes Paulus II Anjongan sabtu (24/10/2020). Juga menyampaikan akan menambah wisata alam dan religi Kalimantan Barat.

Gubernur juga berharap Provinsi Kalbar harus ada tempat wisata religi. Sehingga wisatawan dari luar kalbar bisa memiliki paket wisata religi untuk meningkatkan dan memajukan daerah setempat.

Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji meresmikan Rumah Retret Santo Johanes Paulus II Anjongan sabtu (24/10/2020).

“Kedepan kalbar ini harus kita bangun adalah wisatanya. Baik desitnasi wisata alam dan wisata religi, sehingga wisatawan bisa mempunyai pilihan paket destinasi wisata yang ada. Bagi saya kita bersama-sama membangun kalbar ini,” kata Gubernur Kalbar H. Sutarmidji S.H., M.Hum.

Uskup Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Kalbar yang telah meresmikan Rumah Retret Santo Johanes Paulus II Anjongan.

“Saya Uskup Agung Pontianak mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Provinsi Kalbar. Terutama kepada bapak Gubernur telah meresmikan Rumah Retret Santo Johanes Paulus II ini,”ungkap Uskup Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus.

“Untuk konsep rumah retret ini, menggambil nama buah buahan tanam buah-buahan asli kalbar. Karena bagi kami manusia hidup tidak bisa lepas dari alam itu sendiri dengan memakai simbolik seperti itu bahwa kita manusia tidak boleh hanya menggarap alam. Menggunakan alam tapi kita juga harus memelihara alam,” ujarnya.




Continue Reading

Kabupaten Mempawah

Tradisi Robo’-Robo’ Masyarakat Doakan Pandemi Segera Berakhir

Published

on

By

Tradisi Robo’-Robo’ Masyarakat Doakan Pandemi Segera Berakhir

Gencil News – Tradisi Robo’-Robo’ Masyarakat Doakan Pandemi Segera Berakhir. Robo’-robo’ merupakan tradisi tolak bala oleh masyarakat Kota Mempawah, Kalimantan Barat, Indonesia. Tradisi ini digelar pada hari Rabu pekan terakhir bulan Safar, Hijriah. Meski masa pandemi sejumlah daerah tetap melakukan tradisi robo’-robo’.

Tradisi yang identik dengan pembacaan doa tolak bala karena dipercaya pada bulan ini banyak diturunkan mara bahaya atau petaka ke muka bumi. Momentum ini tidak dilewatkan pada masa pandemi yang diharapkan pandemi ini segera berakhir.

“ Tujuannya meminta doa supaya terhindar dari mara bahaya karena bulan ini dipercaya turunnya berbagai macam petaka dimuka bumi terutama adanya wabah covid 19 yang masih menghantui seluruh dunia   ”kata ahmad masyarakat mempawah

Sejarah Tradisi Robo’-Robo’

Pada awalnya tradisi ini digelar untuk menyambut Opu Daeng Menambon dari Kerajaan Matan (Tanjungpura) di Kabupaten Ketapang ke Kerajaan Mempawah yang dahulu bernama Panembahan Senggaok di Kabupaten Pontianak pada tahun 1737 M atau 1448 H.

Opu Daeng Menambon adalah keturunan Kerajaan Luwu, Sulawesi Selatan. Opu Daeng Menambon datang ke Mempawah untuk menyebarkan agama Islam.

Selain menyebarkan agama Islam, Opu Daeng Menambon juga meneruskan tahta kerajaan Panembahan Senggaok yang pada saat itu dirangkap oleh sultan di Kerajaan Matan Tanjunpura.

Berlayarnya Opu Daeng Manambon dari Kerajaan Matan T anjungpura (Kabupaten Ketapang) diiringi sekitar 40 perahu.Saat masuk di Muara Kuala Mempawah, rombongan disambut dengan suka cita oleh masyarakat Mempawah.

Penyambutan itu dilakukan dengan memasang berbagai kertas dan kain warna warni di rumah-rumah penduduk yang berada di pinggir sungai.

Bahkan, beberapa warga pun menyongsong masuknya Opu Daeng Manambon ke Sungai Mempawah dengan menggunakan sampan.

Terharu karena melihat sambutan rakyat Mempawah yang cukup meriah, Opu Daeng Manambon pun memberikan bekal makanannya kepada warga yang berada di pinggir sungai untuk dapat dinikmati mereka juga.

Karena saat kedatangannya bertepatan dengan hari Minggu terakhir bulan Syafar, lantas rombongan tersebut menyempatkan diri turun di Kuala Mempawah.

Selanjutnya Opu Daeng Manambon berdoa bersama dengan warga yang menyambutnya,mohon keselamatan kepada Allah agar dijauhkan dari bala dan petaka. Usai melakukan doa, kemudian dilanjutkan dengan makan bersama.

Prosesi itulah yang kemudian dijadikan sebagai awal digelarnya hari Robo-robo,yang setiap tahun rutin dilakukan warga Mempawah, dengan melakukan makan di luar rumah bersama sanak saudara dan tetangga.

Continue Reading

Kabupaten Mempawah

Videotron dari Pelindo, Pemkab Mempawah Manfaatkan Untuk Sosialisasi

Published

on

Videotron dari Pelindo, Pemkab Mempawah Manfaatkan Untuk Sosialisasi
Videotron dari Pelindo, Pemkab Mempawah Manfaatkan Untuk Sosialisasi - foto dan data MC mempawah

Gencil News – Pemerintah Kabupaten Mempawah mendapat hibah dua unit videotron dari PT. Pelindo II melalui PT. Pengembang Pelabuhan Indonesia (PT.PPI) sebagai sarana Sosialisasi informasi pemerintah daerah dan progress pelabuhan Internasional – Terminal Kijing.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Mempawah, Rudi, ketika dihubungi membenarkan, di kabupaten Mempawah kini telah ada dua unit videotron yang dipasang sejak seminggu lalu.

“Ukurannya 3×4 meter dan dibangun di dua titik, yakni di Taman Bestari Mempawah dan Terminal Sungai Pinyuh. Kedua videotron ini merupakan hibah dari PT.Pelindo II melalui PT.PPI kepada Pemkab Mempawah yang dituangkan dalam perjanjian kerjasama (PKS),” kata Rudi.

Keberadaan videotron, tambahnya, diyakini sangat efektif sebagai salah satu sarana penyebarluasan informasi kepada masyarakat, mengingat tampilan teknologi lampu LED yang bisa menarik perhatian siapapun yang melihatnya.

Dilansir dari Suara Kalbar, sesuai kesepakatan antara Pemkab Mempawah dan PT. Pelindo II melalui PT. PPI, konten videotron ini memuat materi informasi pemerintah daerah dan progress pembangunan Pelabuhan Internasional -Terminal Kijing di Sungai Kunyit.

“Kedepan diharapkan bagi seluruh perangkat daerah, instansi vertikal maupun jajaran forkopimda dapat memanfaatkan videotron ini sebagai sarana penyampaian informasi maupun promosi daerah. Sementara pengisian konten, merupakan tugas kami dari Dinas Kominfo Kabupaten Mempawah,” imbuh Rudi.

Terkait maintenance atau perawatan, ia menambahkan, sesuai perjanjian kerjasama, maka di tiga tahun pertama masih dilaksanakan PT.PPI. Baru pada tahun keempat dan seterusnya, menjadi tanggung jawab Pemkab Mempawah melalui Dinas Kominfo.

Continue Reading

TRENDING