Intensitas Hujan Yang Tinggi, Wabup Pagi Ingatkan Untuk Hati-Hati
Connect with us

Kabupaten Mempawah

Intensitas Hujan Yang Tinggi, Wabup Pagi Ingatkan Untuk Hati-Hati

Published

on

Intensitas Hujan Yang Tinggi, Wabup Pagi Ingatkan Untuk Hati-Hati

Gencil News- Intensitas curah hujan yang tinggi beberapa hari ini di Mempawah masuk dalam kategori waspada menurut data dari BMKG.

Maka dari itu, Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi mengingatkan kepada masyarakat untuk bisa selalu berhati-hati dengan potensi banjir.

“Kita ketahui saat ini cuaca memang tidak normal, dan saya harap masyarakat tetap waspada dengan adanya potensi banjir,” kata wabup Pagi.

Ia mengharapkan kepada masyarakat Mempawah untuk bisa terus waspada dan bisa selalu untuk menjaga lingkungannya.

“Bersama-sama kita antisipasi dini potensi banjir ini, mari kita jaga lingkungan kita,” ujarnya.

Wabup Pagi yang juga merupakan Satgas Penanggulangan Bencana Kabupaten Mempawah juga menjelaskan hal seperti ini memang sudah tugasnya untuk terus memantau serta mengingatkan kepada masyarakat.

“Dalam hal penanggulangan bencana, saya sebagai Wakil Bupati mengemban tanggungjawab sebagai Ketua Satgas Penanggulangan Bencana. Untuk itulah telah kita koordinasikan dengan BPBD agar terus melakukan pemantauan di lapangan, bukan hanya terkait banjir, namun juga karhutla, dll nya,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa dalam penanggulangan bencana untuk daerah Mempawah sudah mengkomunikasikan bersama dengan BPBd terkait deteksi dini mengenai potensi banjir.

“Secara umum jug kita sudah komunikasikan kepada BPBD untuk tetap siaga dan selalu lakukan patroli,”pungkasnya

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kabupaten Mempawah

Karyawan Kalimantan Kelapa Jaya Geruduk Kantor Bupati Mempawah

Published

on

By

Karyawan Kalimantan Kelapa Jaya Geruduk Kantor Bupati Mempawah
Karyawan Kalimantan Kelapa Jaya Geruduk Kantor Bupati Mempawah 📸/sumber : Prokopim Mempawah

Gencil News- Sekira 400an orang karyawan PT. Kalimantan Kepala Jaya mendatangi Kantor Bupati Mempawah.(20/9/2021

Kedatangan karyawan Kalimantan Kelapa Jaya bermaksud untuk menyampaikan aspirasinya terkait minimnya hari kerja yang selama ini ditetapkan pihak perusahaan, yang dinilai merugikan karyawan.

Karyawan Kalimantan Kelapa Jaya mendatangi Kantor Bupati Mempawah dengan membawa poster bertuliskan sejumlah tuntutan.

Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi, Kapolres Mempawah, Sekretaris Daerah Mempawah, Ismail dan Kadis Perindagnaker Johanna Sari Margiani menerima massa tersebut.

“Dimohon tenang. Bapak Ibu sekalian saya harapkan tenang. Terimakasih atas penyampaian aspirasi yang telah berjalan tertib. Semua aspirasi dan tuntutan akan kami tindaklanjuti saat ini juga. Pemerintah daerah akan menjadi mediator,” ucap Muhammad Pagi

Selanjutnya Muhammad Pagi berkenan menemui 8 orang perwakilan karyawan PT. KKJ, di ruang kerjanya.

Dalam mediasi antara karyawan PT. KKJ dan Direktur Operasional PT. KKJ, Hendrik Tani. Muhammad Pagi mengatakan bahwa mediasi yang dilakukan haruslah dengan kepala dingin dan mendapatkan hasil yang tidak merugikan kedua belah pihak.

“Apa-apa yang menjadi tuntutan karyawan kita carikan solusinya disini, solusi yang saling menguntungkan baik untuk karyawan maupun perusahaan PT. KKJ,” pungkas Muhammad Pagi.

Setelah berlangsung mediasi dan negosiasi diantara kedua belah pihak, kesepakatan pun akhirnya tercapai pada sore hari.

Di hadapan para pengunjuk rasa yang sedari tadi menunggu di halaman kantor, Muhammad Pagi membacakan langsung surat perjanjian yang telah ditandatangani kedua belah pihak dan mediator.

Berikut isi Perjanjian Bersama yang ditandatangani kedua belah pihak dan disaksikan oleh pihak-pihak terkait dari pemerintah daerah dan kepolisian.

Bertindak sebagai Pihak Pertama adalah Hendrik Tani, Direktur Operasional PT. Kalimantan Kelapa Jaya. Sementara Pihak Kedua adalah Maswandi, karyawan divisi MP PT. Kalimantan Kelapa Jaya yang bertindak atas nama 800 karyawan PT. KKJ.

Berdasarkan ketentuan UU nomor 2 Tahun 2004 Pasal 13 ayat (1), maka kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan penyelesaian perselisihan hubungan insdustrial sebagai berikut.

Pertama, pihak pertama dan pihak kedua sepakat selama bahan baku kelapa tidak ada dan bagian divisi MP terpaksa di off-kan, maka kelapa putih tidak diperbolehkan masuk, serta divisi lain juga di off-kan, kecuali divisi boiler, WTP dan UHT.

Kedua, pihak pertama berkomitmen mulai tanggal 4 Oktober 2021 pihak kedua dipekerjakan selama delapan hari kerja dalam satu periode penggajian. Dan secara bertahap akan dinaikkan hari kerjanya maksimal 12 hari kerja dalam satu periode penggajian apabila operasional perusahaan sudah berjalan normal.

Ketiga, bahwa apabila karena kondisi perusahaan mengalami kendala dalam beroperasional, baik karena mesin rusak atau sebab lainnya, kecuali bahan baku yang tidak dapat dihindari perusahaan, sehingga mengakibatkan pekerja tidak dapat dipekerjakan perusahaan, maka pihak pertama bersedia membayarkan upah tunggu dalam sisa hari dari delapan hari periode penggajian dengan besaran upah tunggu 50 persen dari gaji pokok.

Keempat, bahwa pihak pertama bersedia menyediakan fasilitas keselamatan dan kesehatan kerja untuk pihak kedua secara bertahap.

Kelima, pihak kedua sepakat untuk melaksanakan peraturan perusahaan sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dan apabila pihak kedua melakukan pelanggaran terhadap peraturan perusahaan, maka pihak kedua siap menerima sanksi sesuai dengan peraturan perusahaan yang berlaku.

Keenam, bahwa dengan telah ditandatangani dan dilaksanakannya perjanjian bersama ini maka kedua belah pihak telah menyatakan akan melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab.

Continue Reading

Kabupaten Mempawah

Menteri Pertanian; Pelabuhan Kijing Berpeluang Ekspor Produk Lokal

Published

on

By

Menteri Pertanian; Pelabuhan Kijing Berpeluang Ekspor Produk Lokal
Temu Lapang dan Panen Padi Varietas Unggul Baru (VUB)

Gencil News – Kedatangan Menteri Pertanian RI ke Kabupaten Mempawah pada Minggu 12 September 2021 kemarin menemukan berbagai temuan potensi pertanian.

Pada acara Temu Lapang dan Panen Padi Varietas Unggul Baru (VUB) tersebut Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, bahwa ia mensupport kegiatan tersebut untuk menemukan berbagai potensi yang bisa diakselerasi lebih kuat.

“Saya yakin lahan yang ada di Kabupaten Mempawah ini, adalah Kabupaten yang memiliki bukit, gunung. Bahkan air serta tanah yang subur, yang masih menanti upaya-upaya Pemerintah untuk mengakselerasi kepentingan yang ada. Kemudian juga menemukan sumber-sumber ekonomi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Syahrul Yasin Limpo yakin dan percaya dengan adanya Pelabuhan Internasional Kijing di Mempawah. Dapat membuka peluang ekspor produk lokal pertanian ke mancanegara.

“Dengan adanya pelabuhan yang bertaraf Internasional di Kabupaten Mempawah ini. Tentu saja ekspor bisa keluar dari ruang-ruang yang telah pemerintah buka,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Mempawah, Erlina menyambut baik dan turut gembira, serta bersyuku. Karena setiap tahun para petani desa ini telah berhasil mengelola lahan pertaniannya dengan baik.

“Saya juga ingin menggunakan kesempatan yang berbahagia ini untuk mengucapkan selamat kepada para petani. Khususnya poktan usaha bersama yang telah berhasil mengolah sawah, sehingga sukses panen seperti sekarang ini,” ujarnya.

Erlina menerangkan, tanaman padi yang baru saja dipanen merupakan kerjasama BPTP Kalbar dengan Pemkab Mempawah. Yang mana pelaksaaan pada salah satu kelompok penangkar benih, yaitu kelompok usaha bersama di Kecamatan Toho.

“Penerapan Varietas Unggul Baru (VUB), teknologi dan inovasi sesuai dengan spesifik lokasi yang dilakukan BPTP Kalbar. Saya berharap mampu membantu petani dalam meningkatkan produksi pertanian. Sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani khususnya di Kabupaten Mempawah,” harapnya.

Continue Reading

Kabupaten Mempawah

Bupati Mempawah Antisipasi Perkembangan Konflik Jemaah Ahmadiyah

Published

on

By

Bupati Mempawah Antisipasi Perkembangan Konflik Jemaah Ahmadiyah
Rakor mengatisipasi kewaspadaan dini situasi dan perkembangan konflik yang terjadi di Kabupaten Sintang terkait dengan Jemaah Ahmadiyah, Senin (13/09/2021)

Gencil News – Untuk mengatisipasi kewaspadaan dini situasi dan perkembangan konflik yang terjadi di Kabupaten Sintang terkait dengan Jemaah Ahmadiyah. Bupati Mempawah, Erlina dan jajarannya melakukan rapat koordinasi.

Bupati Erlina mengungkapkan tujuan rakor tersebut untuk mengantisipasi kewaspadaan dini dalam menyikapi kondisi, dan situasi. Khususnya di kabupaten mempawah terkait peristiwa perusakan masjid  milik jemaah ahmadiyah  yang terjadi di Kabupaten Sintang pada tanggal 3 September 2021 lalu.

Ia khawatir permasalahan ini akan berujung perbuatan menghilangkan nyawa orang lain yang sebagaimana yang terjadi di Kabupaten Mempawah sebelumnya.

Dengan itu, ia menulai perlu adanya kerja sama untuk menyikapi situasi dan kondisi tersebut.

“Dengan adanya kerja sama dalam menyikapi situasi, dan kondisi tersebut. Saya berharap orang-orang yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan peristiwa ini dengan menciptakan kondisi yang tidak kondusif diwilayah kita,” ujarnya.

“Selama ini kondusifitas Kabupaten Mempawah sangat aman dan terkendali. Hal tersebut tentunya berkat sinergitas semua pihak baik TNI, Polri, Pemerintah Daerah. Juga Forkopimda, tokoh agama dan ormas, serta partisipasi masyarakat,” ungkap Erlina.

Meski demikian, lanjutnya, tetap tidak boleh lengah dan hendaknya selalu terus melakukan upaya kewaspadaan dini. Terhadap kemungkinan munculnya potensi konflik yang dapat menimbulkan ancaman, tantangan. Serta gangguan dan hambatan terhadap situasi dan kondisi keamanan dan ketertiban di tengah-tengah masyarakat.

Kekhawatiran Bupati Erlina

Selain itu, Erlina mengatakan peristiwa yang menjurus kepada sara ini. Dengan berbagai cara dapat diciptakan oleh mereka yang memang menginginkan situasi ini menjadi tidak kondusif.

Dari pertemuan ini nantinya, Erlina berharap kepada para tokoh agama, ormas islam, TNI, dan Polri  dapat membantu Pemerintah Daerah dalam merumuskan langkah- langkah yang perlu dilakukan sesuai dengan tugas dan fungsinya, serta dapat menyampaikan informasi, dan pemahaman kepada masyarakat dalam upaya menciptakan situasi yang kondusif.

“Semoga dengan Rakor ini, dapat menjadi jalan kita bersama-sama. Untuk menciptakan situasi dan kondisi yang aman di Kabupaten Mempawah yang kita cintai ini,” harapnya

Rapat yang berkaitan dengan antisipasi perkembangan konflik ini menghadirkan Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi. Kemudian Sekretaris Daerah, Ismail, Kapolres, Dandim 1201/Mph, Kajari, Kepala Kemenag Mempawah. Kepala Diskominfo, Plt Kepala Satpol PP, Anggota Badan Intelejen Daerah, Asisten Tata Paraja, dan para tokoh agama serta tokoh ormas Islam se-Kabupaten Mempawah.

Continue Reading

Kabupaten Mempawah

Pemkab Mempawah Terima 1 Ambulans dan 6 Unit Konsentrator Oksigen

Published

on

By

Pemkab Mempawah terima bantuan ambulans
Penyerahan bantuan mobil ambulans dan konsentrator oksigen

Gencil News – Kabupaten Mempawah pada bulan Agustus 2021 menjadi daerah yang mendapatkan bantuan dari Pemprov Kalbar.

Bantuan dari Pemprov Kalbar, yaitu berupa 1 mobil ambulans dan 6 konsentrator oksigen.
Penyerahan bantuan dari Pemprov Kalbar, diterima secara langsung oleh Bupati Mempawah, Erlina. Senin (30/8/2021).

Ambulan Infeksius ini nantinya akan digunakan khusus bagi pasien yang terinfeksi virus Corona.

“Saya sangat berterima kasih atas bantuan 1 unit mobil ambulans dari Pemprov Kalbar. InshaAllah, ambulans ini akan kami pergunakan sebaik-baiknya untuk masyarakat Kabupaten Mempawah, sehingga mempermudah operasional masyarakat yang membutuhkan. Di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, kami sangat membutuhkan bantuan-bantuan dari pemerintah pusat dan Pemprov Kalbar,” ungkap Erlina.

Mobil ambulans bantuan Pemprov nantinya penggunaannya untuk vaksin keliling. Namun teknis lapangan akan Sutarmidji menyerahkan sepenuhnya kepada pemkab/pemkot yang menerima bantuan ini.

“Saya memilih mobil yang besar agar sesuai dengan standar ambulans. Kemudian, mobil ini juga bisa digunakan untuk vaksin keliling. Vaksinator dapat menggunakan mobil ambulans ini menuju tempat vaksinasi,” jelas orang nomor satu di Kalimantan Barat.

Ambulannya besar dan fasilitasnya cukup lengkap. Selanjutnya 6 unit Konsentrator oksigen ini nantinya akan disiagakan di RSUD Rubini. Untuk menghindari kelangkaan oksigen seperti beberapa waktu lalu, saat kasus konfirmasi (covid-19) meningkat.

“Insyaa Allah bantuan tersebut akan sangat membantu penanganan pandemi Covid-19 khususnya di Kabupaten Mempawah” pungkas Erlina

Continue Reading

Advertisement

DOWNLOAD APLIKASI GENCILNEWS

Advertisement

TRENDING