PAC IPNU IPPNU Kecamatan Segedong Gelar Pengajian Tentang Aswaja
Connect with us

Citizen Report

PAC IPNU IPPNU Kecamatan Segedong Gelar Pengajian Tentang Aswaja

Published

on

PAC IPNU IPPNU Kecamatan Segedong Gelar Pengajian Tentang Aswaja
PAC IPNU IPPNU Kecamatan Segedong Gelar Pengajian Tentang Aswaja

Gencil News – Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU dan IPPNU Kecamatan Segedong Kabupaten Mempawah mengupas tuntas Aswaja dengan menggelar pengajian.

Dalam hal ini PAC IPNU dan IPPNU memilih melaksanakan kegiatannya di pondok pesantren Mambaul Ulum Al-Hamidiyyah. Kecamatan Segedong minggu(15/11/2020)

Sebanyak 21 peserta dan anggota PAC IPNU IPPNU hadiri pengajian ini. Hadir pula tokoh agama daerah tersebut yaitu Ustadz Hasib.

Ia menerangkan Aswaja Merupakan suatu paham yang berlandaskan sunnah Rasulullah SAW. Menurutnya Aswaja banyak diikuti oleh beberapa golongan islam masyarakat indonesia.

“Mereka percaya bahwa adanya suatu paham aswaja. banyak golongan yang mengikuti aswaja tetapi yang paling menonjol merupakan dari golongan Nahdlatul Ulama (NU), ” ujarnya

Ustadz Hasib juga memaparkan bahwa tidak dapat di pungkiri lagi golongan Nahdlatul Ulama (NU) menganut paham Ahlussunah Wal Jama’ah. Yang merupakan suatu golongan yang mengambil jalan tengah antara ekstrim aqli (rasionalis) dengan kaum ekstrim naqli (skripturalis).

Pada kesempatan tersebut ia memaparkan bahwa sumber pemikiran bagi NU tidak hanya Al-Qur’an, Sunnah,  Ijma’ dan Qiyas saja. Tetapi juga menggunakan kemampuan akal dan juga realita.

Lebih lanjut ia menerangkan NU juga mengikuti empat madzhab yaitu mazhab imam Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hambali. Tetapi pada hakikat nya seluruh Nahdlatul Ulama(NU) berpegang teguh pada madzhab syafi’i.

Terlaksananya kegiatan yang digelar PAC IPNU dan IPPNU Kecamatan Segedong ini selain sebagai wadah pembelajaran anggota. Juga sebagai pembelajaran menjadi pemuda-pemudi yang tauladan.

“Agar menjadi Pemimpin -pemimpin nahdlatul ulama yang bertanggungjawab serta menjadi tauladan. Sehingga menjadi contoh generasi muda yang sekarang maupun generasi muda yang akan mendatang,” pungkasnya

(Citizen Reporter : Sumi)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Citizen Report

Limbah Masker Penyumbang Sampah Di kota Pontianak

Published

on

By

Limbah Masker Penyumbang Sampah Di kota Pontianak

Gencil News – Masker menjadi suatu barang yang pemakaiannya wajib dalam kehidupan sehari-hari. Terutama pada masa pandemi seperti sekarang ini sebagai upaya pencegahan penyebaran covid-19. Seolah-olah masker menjadi sebuah kewajiban seperti KTP.

Erianto selaku Kabid Partisipasi Pembangunan Daerah HMI Cabang Pontianak menyoroti

“Dengan kondisi seperti ini yang sudah berjalan dari bulan Maret hingga sekarang. Sementara dengan jumlah masyarakat yang ada di kota Pontianak 600 sampai 800 ribu jiwa. Jadi berapa banyak masker yang telah di gunakan masyarakat yang ada di kota Pontianak?,” ujarnya

Erianto juga menegaskan keyakinannya akan tidak sedikitnya masker yang tersebar dan digunakan oleh masyarakat kota pontianak. Baik itu masker medis atau non medis. Namun karena kurangnya kebiasaan masyarakat menggunakan masker.

Sehingga banyak yang biasanya lupa membawa, atau bahkan kelupaan menyimpan. Bahkan tak jarang seluruh warkop di Pontianak menyediakan dan menjualnya untuk pengunjung.

Berangkat dengan tersebarnya banyak masker di Pontianak. Maka hal ini ternyata juga membuat sesuatu yang harus kita perhatikan seperti masker medis. Menurutnya yang mana sampah masker termasuk dalam kategori limbah B3 yang pengolahannya tidak bisa secara mandiri.

Oleh karena itu, Menurutnya perlu penanganan khusus dari petugas yang memang berkompeten menangani limbah infeksius tersebut.

“Jadikan prinsipnya, limbah B3 itu tidak bisa sembarangan. Perlu adanya trobosan dari pihak pemerintah kota terkait penanganan sampah masker ini. Sehingga sampah masker tersebut bisa teratasi. Misalnya pengadaan TPS secara terpisah sejak di rumah, kemudian di TPS-nya pun dipisahkan,” kata Erianto.

Dengan belum adanya SOP atau trobosan untuk penanganan sampah masker. Maka dari itu masker menjadi salah satu penyebab meningkatnya angka volume sampah yang ada di kota Pontianak

“Saya berharap pemerintah kota Pontianak lebih teliti dan gerak cepat terkait hal ini. Agar kota Pontianak kita tercinta tetap bersih dan terlihat asri dari berbagai macam jenis sampah akibat sampah, khusus nya sampah masker. “Tegasnya

Citizen Reporter ; Erianto

Continue Reading

Citizen Report

Pondok Pesantren Walisongo Pontianak Apresiasi Santri Berprestasi

Published

on

By

Pondok Pesantren Walisongo Pontianak Apresiasi Santri Berprestasi

Gencil News – Pondok Pesantren Walisongo Pontianak secara resmi mengundang para Asatidz dan Asatidzah untuk mengikuti kegiatan upacara pembagian raport.

Hal ini sebagai bentuk penilaian secara akademis, keagamaan dan perilaku santriwan/i. Dengan Penilaian selama satu semester mengikuti pembelajaran kitab kuning di Pondok Pesantren Walisongo.

Lebih dari 650 santriwan/i dari tingkat MTs, MA, SMP dan SMA Walisongo Pontianak. Sementara masing-masing wali kelas Diniyah Salafiyah ikut serta mendampingi. Halaman Kantor Yayasan Walisongo menjadi tempat pelaksanaan upacara tersebut yang di langsung oleh pimpinan Yayasan Pondok Pesantren.

Dalam kegiatan ini, Pondok Pesantren Walisongo memberikan penghargaan berupa tropi, piagam dan hadiah kepada santriwan/i yang berprestasi. Pemberian apresiasi kepada santri tersebut mulai dari juara 1, 2 dan 3. Sebagai bentuk ucapan selamat kepada santriwan/i berprestasi.

Gus Fahmi selaku Mudirul Ma’had Walisongo dalam amanat upacara menyampaikan bahwa para santri berprestasi harus mempertahankan prestasinya. Ia juga mengingatkan agar terus belajar dengan istiqomah akan membuahkan hasil yang maksimal.

Jangan pernah bosan, jangan pernah malas. Karena ustadz-ustadz mu juga pernah berjuang untuk mendapatkan ilmu. Bersusah payah, penuh perjuangan, belajar, hafalan, muroja’ah, melawan hawa nafsu.

” Begitu juga dengan  kamu semua. Sebagai tholabul ilmi, orang yang mencari ilmu. Jangan pernah menyerah, hafalan berat itu biasa, muroja’ah itu harus. Agar ilmu yang telah didapat tetap terekam dalam ingatan kalian.” ujarnya

Menurutnya problem-problem yang terjadi dalam pondok. Baik itu dalam kegiatan pembelajaran mau pun rutinitas keseharian merupakan warna  tersendiri bagi santri dalam proses tersebut.

Selain itu juga menjadi jalan pembekalan secara pengalaman yang sudah tentu sangat berguna di kemudian hari. Ia juga berpesan agar nantinya santri menjadi contoh tauladan bagi lingkungan sekitar.

“Adapun tujuan diadakannya upacara bendera pembagian hadiah santri berprestasi ialah sebagai bentuk penghargaan atas prestasi yang telah dicapai. Selain itu juga untuk memotivasi santri lainnya agar lebih semangat belajar.” Tutur Sukandar sebagai Humas Pondok Pesantren Walisongo Pontianak.

Citizen Reporter ; Siti Sutami.

Continue Reading

Citizen Report

Kohati Pontianak Bersama IKAMI Sulsel Gelar Kohati Kosya Berbagi

Published

on

By

Kohati Pontianak Bersama IKAMI Sulsel Gelar Kohati Kosya Berbagi
Korps HMI Wati (KOHATI) - Foto Istimewa

Gencil News – Korps HMI Wati (KOHATI) Komisariat Syariah Cabang Pontianak gelar “Kohati  Kosya Berbagi. Program ini bekerjasama dengan Ikatan Kekeluargaan Mahasiswa/ Pelajar Indonesia Sulawesi Selatan (IKAMI SULSEL) Cabang Pontianak. Sabtu, (28/11) pukul 20.00 sampai selesai.

“Kohati Kosya Berbagi” adalah program kerja milik Bidang Hubungan Antar Lembaga Kohati Kosya. Yang mana kegiatan tersebut membagikan nasi gratis kepada mereka yang kurang mampu. Kemudian yang tinggal di tepi jalan atau dengan rumah yang kurang layak huni.

“Sebelumnya kegiatan Nabung Kohati (Sekarang Kohati Kosya Berbagi) ini sudah di selenggarakan oleh pengurus-pengurus yang lalu. Awal Nabung Kohati ini di selenggarakan pada tahun 2018 hingga sampai kepengurusan yunda Nina Munawara, Nabung Kohati masih berlanjut.

Untuk progja saya sendiri Nabung Kohati ini selama kepengurusan saya menjadi Kabid HAL . Saya menargetkan untuk 5 kali mengadakan nabung kohati dalam 1 periode kepengurusan,” tutur Tiara Giovani Rahman selaku Kepala Bidang Hubungan Antar Lembaga Kohati Kosya.

Menurut Tiara bahwa tidak ada kesulitan berarti bagi Kohati Kosya dalam memberikan hidangan terbaik bekerjasama dengan IKAMI SULSEL Cabang Pontianak.

“Para Kohati tentunya membantu untuk memberikan hidangan terbaik untuk Nabung Kohati ini. Ya walupun nabung kohati kali ini pertama kalinya untuk kepengurusan Yunda Nina. Kemudian saya sebagai Kabid HAL juga bekerja sama dengan IKAMI SULSES .  Untuk kesulitan alhmdulilah tidak ada, saya sangat senang melihat antusias Kohati dan juga Kohawan dari komisariat saya sendiri,” terangnya.

Nina Munawara selaku Ketua Umum Kohati Komisariat Syariah Cabang Pontianak berharap agar pengurusnya semakin solid terkhusus Bidang HAL.

“Pesan saya untuk kepengurusan KOHATI Komisariat Syariah tahun ini. Semoga semakin solid dan tetap pertahankan rasa berteman lebih dari saudara. Terkhusus bidang HAL teruskan dan selalu semangat dalam menjalankan agenda yang bermanfaat untuk orang lain.

Tunjukkan bahwa kita sebagai kader HmI khususnya HMI-WATI juga mampu bergerak dan membantu orang-orang yang memerlukan bantuan. Terus buat dan jalankan kegiatan yang positif baik untuk komisariat maupun luar komisariat,” tegasnya.

Nina juga menjelaskan sedikit tentang “Kohati Kosya Berbagi” agar kader yang baru bergabung di Komisariat Syariah mengenal progja mereka.

“Teruntuk kader HmI Komisariat Syariah terkhususnya kader  HMI-WATI yang baru bergabung di Komisariat Syariah. Kegiatan KOHATI KOSYA BERBAGI ini adalah kegiatan yang rutin setiap bulannya yang mengikuti setiap periode masing-masing kepengurusan,”

“Kegiatan ini merupakan bentuk syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan banyak sekali nikmat kepada kita. Sehingga kita perlu berbagi kepada orang yang membutuhkan. Tetap semangat untuk kita semua, dalam hal apapun selama kegiatan itu positif terus saja untuk mengikuti.

” Karena banyak hal yang akan kita temui kedepannya, hasil akan ditentukan oleh bagaimana cara kita berproses. Jayalah kohati bahagia HMI, yakin usaha sampai!,” tutupnya.

Citizen Reporter: Melani Safitri (Anggota Bidang HAL Kohati KoSya)

Continue Reading

TRENDING