Upacara Tolak Bala Masyarakat Mempawah, Ria Norsan Ajak Lestarikan Budaya Robo - robo
Connect with us

Kabupaten Mempawah

Upacara Tolak Bala Masyarakat Mempawah, Ria Norsan Ajak Lestarikan Budaya Robo – robo

Published

on

Upacara Tolak Bala Masyarakat Mempawah, Ria Norsan Ajak Lestarikan Budaya Robo - robo
Upacara Tolak Bala Masyarakat Mempawah, Ria Norsan Ajak Lestarikan Budaya Robo - robo
Upacara Tolak Bala Masyarakat Mempawah, Ria Norsan Ajak Lestarikan Budaya Robo – robo
foto : Humas Prov Kalbar

Upacara Tolak Bala Masyarakat Mempawah, Ria Norsan Ajak Lestarikan Budaya Robo – robo – Robo-robo merupakan aset budaya Kabupaten Mempawah dan menjadi salah satu Warisan Budaya Tak Benda Indonesia yang ditetapkan pada tanggal 27 Oktober 2016 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dan sejak saat itu masuk dalam kalender wisata nasional dan menjadi agenda wisata budaya setiap tahun nya.

Kisah ini bermula dari Opu Daeng Manambon dari Kerajaan Matan Tanjungpura (Kabupaten Ketapang) yang datang diiringi sekitar 40 perahu.

Saat masuk di Muara Kuala Mempawah, rombongan disambut dengan suka cita oleh masyarakat Mempawah. Penyambutan itu dilakukan dengan memasang berbagai kertas dan kain warna warni di rumah-rumah penduduk yang berada di pinggir sungai.

Bahkan, beberapa warga pun menyongsong masuknya Opu Daeng Manambon ke Sungai Mempawah dengan menggunakan sampan. Terharu karena melihat sambutan rakyat Mempawah yang cukup meriah.

Opu Daeng Manambon pun memberikan bekal makanannya kepada warga yang berada di pinggir sungai untuk dapat dinikmati mereka juga. Karena saat kedatangannya bertepatan dengan hari Minggu terakhir bulan Syafar, lantas rombongan tersebut menyempatkan diri turun di Kuala Mempawah.

Selanjutnya Opu Daeng Manambon berdoa bersama dengan warga yang menyambutnya, memohon keselamatan kepada Allah SWT agar dijauhkan dari bala dan petaka.

Usai melakukan doa, kemudian dilanjutkan dengan makan bersama. Prosesi itulah yang kemudian dijadikan sebagai awal digelarnya hari Robo-robo,yang setiap tahun rutin dilakukan warga Mempawah, dengan melakukan makan di luar rumah bersama sanak saudara dan tetangga.

Robo-robo adalah upacara tolak bala oleh masyarakat Kota Mempawah, Kalimantan Barat, Indonesia. Upacara ini digelar pada hari Rabu pekan terakhir bulan Safar, Hijriah.

Tujuan digelarnya ritual ini juga untuk memanjatkan doa menolak bala dan petaka dan memperingati napak tilas perjalanan Opu Daeng Manambon.

Rabu (23/10) Wakil Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menghadiri Even Budaya Robo’-Robo’ di Dermaga Pelabuhan Regional Kuala Mempawah.

Event ini sangat penting dan strategis, karena rangkaian prosesi even-nya syarat dengan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, serta menghargai jasa para leluhur yang telah membuat karya besar membangun Kerajaan Amantubillah Mempawah.

“Diharapkan acara Robo’-Robo’ tetap konsisten mempertahankan keaslian sejarah pendiri Kota Mempawah,” harapnya

“Marilah kita bersama-sama seluruh elemen masyarakat melindungi karya budaya yang ada di Kalbar. Ini juga akan menumbuhkan generasi muda untuk mencintai budaya yang ada di negeri Ini ini,. Negara yang besar adalah negara yang mencintai budayanya,” ajaknya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kabupaten Mempawah

Sutarmidji Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Kijing Di Mempawah

Published

on

By

Sutarmidji Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Kijing Di Mempawah
Pelabuhan Kijing Di Mempawah

Gencil News – Gubernur Kalimanat Barat Sutarmidji tinjau langsung progres pembangunan pelabuhan Kijing Di Kabupaten Mempawah. Menurut Sutarmidji pembangunan pelabuhan ini akan menjadi pelabuhan internasional.

Sutarmidji secara langsung melihat kondisi dermaga pelabuhan yang tepat berada ditengah laut. Ia menyampaikan jika pelabuhan kijing ini nantinya dapat memuat aktivitas kapal sebanyak 50 sampai 100 ribu DWT.

“Sampai saat ini progres pembangunan realisasi Pelabuhan Kijing untuk di dermaga mencapai 82,74 persen,” kata Sutarmidji

Sementara saat ini untuk pengiriman CPO Keluar Kalbar sudah mulai lewat Pelabuhan Kijing Kabupaten Mempawah. Berbeda dengan sebelumnya pengiriman CPO ke Lampung terlebih dahulu kemudian ke Belawan Surabaya.

Setelah itu baru di ekspor, Sehingga Kalbar tidak tercatat sebagai pintu ekspor.. Tapi sekarang sudah melalui pelabuhan kijing.

Untuk mempermudah operasional pelabuhan kijing, Sutarmidji menyebut jika nanti akan ada pipadan mesin pendorong sampai ke pertengahan menuju dermaga oleh Pelindo.

Sehingga nantinya mobil tangki tidak perlu lagi masuk ke dermaga, karena sudah ada pipa.

“Seluruh ekspor apa saja bisa, import dari Pelabuhan Kijing juga bisa karena ini pelabuhan internasional,” jelasnya

Namun saat ini masih ada pembangunan Smelter dan pancangnya. Karena untuk bongkar muat barang yang datang dari luar negeri terutama untuk CPO.

Sutarmidji mengungkap Kalbar sebagai penghasil CPO terbesar, yaitu dalam satu tahunnya mencapai 2.7 Ton. Selain CPO, Kalbar juga sebagai penghasil Bouksit dengan jumlah 24 juta ton pertahunnya.

“Sedangkan untuk Ekport Alumunia akan lebih efisien apabila melalui Pelabuhan Kijing,” katanya

Lebih lanjut Sutarmidji mengatakan seharusnya antara Provinsi dan pusat sudah mulai meningkatkan daya dukung jalan provinsi maupun jalan negara. Karena pasti akan menggunakan kontainer ukuran besar melalui jalan untuk akses ke Pelabuhan Kijing yang bisa mencapai 40 feet (termasuk high cube container).

” Intinya pembangunan ini sudah melalui kajian yang besar,” pungkasnya

Continue Reading

Kabupaten Mempawah

BPBD Kabupaten Mempawah Sebut 8 Kecamatan Rawan Bencana

Published

on

By

BPBD Kabupaten Mempawah Sebut 8 Kecamatan Rawan Bencana

Gencil News – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Kabupaten Mempawah sebut 8 dari 9 Kecamatan wilayah Kabupaten Mempawah. Berpotensi sebagai Kawasan Rawan Bencana (KRB), baik , berupa banjir, maupun Puting beliung.

Kecamatan Anjongan menjadi kawasan yang tidak termasuk dalam KRB. Akan tetapi kecamatan ini berpotensi tanah longsor.

” Untuk Kecamatan Anjongan hanya berpotensi tanah longsor, karena kawasan perbukitan. Namun saat ini belum terjadi,” ujar Kepala BPBD Kabupaten Mempawah, Hermansyah.

Berdasarkan data BPBD 8 Kecamatan yang berpotensi rawan bencana yaitu Sungai Kunyit, Mempawah Hilir, Mempawah Timur, Sadaniang, Toho, Segedong dan Jongkat.

Ia juga menerangkan kondisi cuaca pada akhir tahun 2020 akan mengalami curah hujan yang cukup tinggi. Sehingga potensi bencana yang akan terjadi pada kawasan Kabupaten Mempawah ini yaitu bencana banjir.

“Jadi, bencana ini tak bisa dipastikan, apakah karhutla atau bencana banjir maupun lainnya,” kata Hermansyah

Menurutnya hal tersebut karena cuaca saat ini dengan potensi curah hujan yang tinggi. Hermansyah menyebut BPBD Kabupaten Mempawah telah siap siaga dengan menyiapkan peralatan dan personil untuk penanggulanan bencana.

” Sedangkan kita sudah mempersiapkan baik berupa peralatan maupun, personil sudah siap,” ujarnya

Diakuinya pihaknya tentu akan kekurangan peralatan jika terjadi bencana secara merata. Tidak hanya itu ia juga menerangkan bahwa jumlah personilnya hanya 14 orang yang tentunya akan kewalahan dan kurang jika terjadi pemerataan bencana.

“Jadi, untuk personil kita hanya sekitar 14 orang, Namun jika terjadi bencana merata tentunya akan terjadi kekurangan,” terangnya

Untuk itu Hermansyah menghimbau masyarakat Kabupaten Mempawah khususnya 8 Kecamatan tadi untuk berhati-hati.

“Kami imbau kepada masyarakat untuk selalu berhati hati, karena akan berpotensi terjadinya bencana banjir,” pungkasnya.


Continue Reading

Citizen Report

PAC IPNU IPPNU Kecamatan Segedong Gelar Pengajian Tentang Aswaja

Published

on

By

PAC IPNU IPPNU Kecamatan Segedong Gelar Pengajian Tentang Aswaja
PAC IPNU IPPNU Kecamatan Segedong Gelar Pengajian Tentang Aswaja

Gencil News – Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU dan IPPNU Kecamatan Segedong Kabupaten Mempawah mengupas tuntas Aswaja dengan menggelar pengajian.

Dalam hal ini PAC IPNU dan IPPNU memilih melaksanakan kegiatannya di pondok pesantren Mambaul Ulum Al-Hamidiyyah. Kecamatan Segedong minggu(15/11/2020)

Sebanyak 21 peserta dan anggota PAC IPNU IPPNU hadiri pengajian ini. Hadir pula tokoh agama daerah tersebut yaitu Ustadz Hasib.

Ia menerangkan Aswaja Merupakan suatu paham yang berlandaskan sunnah Rasulullah SAW. Menurutnya Aswaja banyak diikuti oleh beberapa golongan islam masyarakat indonesia.

“Mereka percaya bahwa adanya suatu paham aswaja. banyak golongan yang mengikuti aswaja tetapi yang paling menonjol merupakan dari golongan Nahdlatul Ulama (NU), ” ujarnya

Ustadz Hasib juga memaparkan bahwa tidak dapat di pungkiri lagi golongan Nahdlatul Ulama (NU) menganut paham Ahlussunah Wal Jama’ah. Yang merupakan suatu golongan yang mengambil jalan tengah antara ekstrim aqli (rasionalis) dengan kaum ekstrim naqli (skripturalis).

Pada kesempatan tersebut ia memaparkan bahwa sumber pemikiran bagi NU tidak hanya Al-Qur’an, Sunnah,  Ijma’ dan Qiyas saja. Tetapi juga menggunakan kemampuan akal dan juga realita.

Lebih lanjut ia menerangkan NU juga mengikuti empat madzhab yaitu mazhab imam Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hambali. Tetapi pada hakikat nya seluruh Nahdlatul Ulama(NU) berpegang teguh pada madzhab syafi’i.

Terlaksananya kegiatan yang digelar PAC IPNU dan IPPNU Kecamatan Segedong ini selain sebagai wadah pembelajaran anggota. Juga sebagai pembelajaran menjadi pemuda-pemudi yang tauladan.

“Agar menjadi Pemimpin -pemimpin nahdlatul ulama yang bertanggungjawab serta menjadi tauladan. Sehingga menjadi contoh generasi muda yang sekarang maupun generasi muda yang akan mendatang,” pungkasnya

(Citizen Reporter : Sumi)

Continue Reading

TRENDING