Hari Jadi ke 4, Komunitas GPS Sambas Gelar Kegiatan Sosial
Connect with us

Kabupaten Sambas

Hari Jadi ke 4, Komunitas GPS Sambas Gelar Kegiatan Sosial

Published

on

Hari Jadi ke 4, Komunitas GPS Sambas Gelar Kegiatan Sosial

Gencil News – Komunitas Gerakan Peduli Sesama (GPS) Sambas kembali melaksanakan kegiatan rutinnya yaitu program sosial sedekah sembako. Kegiatan yang dilaksanakan kali ini merupakan kegiatan spesial dari komunitas ini, yang mana bertepatan dengan hari jadi ke empat.


Program sosial sedekah sembako sekaligus Anniversary 4st ini dilaksanakan di kediaman Yusni yang bertempat tinggal di Dusun Pimpinan, Desa Pipit Teja, Kecamatan Teluk Keramat. Minggu (24/1/2021).
Kegiatan kali ini ikut dihadiri oleh Vijay selaku Kepala Desa Pipit Teja berserta perangkat desa dan warga sekitar.


Kepala Desa Pipit Teja, Vijay mengungkapkan pertama-tama saya mengucapkan terima kasih kepada atas kehadiran kawan-kawan dari Komunitas Gerakan Peduli Sesama (GPS) Sambas dan kami dari Pemerintah Desa Pipit Teja mengucapkan selamat ulang tahun buatKomunitas Gerakan Peduli Sesama (GPS) Sambas yang ke 4 tahun. Semoga GPS semakin jaya, semakin berkembang dan semakin banyak donatur, ucapnya.


Terakhir sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada kehadiran dari kawan-kawan GPS, mudah-mudahan apa yang diberikan pada sore ini menjadi keberkahan dan mudahan rejekinya dilimpahkan oleh Allah SWT. Tutur Vijay.


Menurut Bayu selaku ketua sekaligus penggagas dari Komunitas Gerakan Peduli Sesama (GPS) Sambas ini, mengucapkan banyak terima kasih dan sangat bersyukur karena sampai saat ini komunitas GPS Sambas sudah berusia 4 tahun.


Terima kasih yang tidak terhingga kepada seluruh masyarakat yang telah ikut berpartisipasi demi komunitas ini tetap bisa menjalankan kegiatan rutinnya.


Dengan harapan kedepannya, semoga akan lebih banyak lagi yang peduli kepada sesama, dengan banyaknya yang peduli maka akan banyak pula orang yang membutuhkan dapat terbantu.


Dikatakannya, tujuan komunitas ini untuk memberikan inspirasi dan motivasi kepada para pemuda agar bisa menumbuhkan kepada dirinya sikap kepedulian terhadap sesama. Khususnya bagi mereka yang sedang membutuhkan.

Komunitas GPS Sambas pada hari ini genap berusia 4 tahun. Diketahui terbentuk pada 24 Januari 2017 yang lalu. Selama berjalannya waktu komunitas ini sudah menjalankan beberapa program dan salah satunya yang rutin dilaksanakan yaitu “Sedekah Sembako.” 

Program sosial sedekah sembako sendiri sampai saat ini sudah sedikitnya mengunjungi 70 rumah warga yang membutuhkan di 13 Kecamatan yang ada di Kabupaten Sambas.


Sebagai komunitas sosial, ada beberapa program kegiatan yang telah dilaksanakan diantaranya seperti berikut ini:


1. Sedekah sembako

2. One Week Seven Kilogram of Rice

3. Bedah Rumah

4. Berbagi Alat Tulis Sekolah untuk Anak Yatim

5. Buka Bersama dengan Anak Yatim

6. Berbagi Baju Lebaran untuk Anak Yatim

7. Berbagi Baju Layak Pakai untuk Anak Yatim dan Dhuafa

8. Khitanan Massal untuk Anak Yatim

9. Berbagi Paket Lebaran untuk Dhuafa

10. Berbagi THR untuk Dhuafa

11. Berbagi Zakat untuk Dhuafa

12. Sedekah untuk Anak Yatim dan Dhuafa

13. Sedekah Jumat untuk Dhuafa

14. Sedekah Ramadhan untuk Dhuafa

“Ketika kita memberikan kebahagiaan kepada orang lain, maka kita juga ikut bahagia,” tuturnya. “Berbagi dengan orang lain adalah bentuk terbaik mensyukuri apa yang telah kita dapatkan. Ayo kita sedekah, sebab dengan bersedekah Allah akan memberikan kemudahan di segala aktivitas kita,” tutupnya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kabupaten Sambas

UKK Imigrasi Mempawah Berikan Kemudahan Urusan Paspor Bagi Warga

Published

on

UKK Imigrasi Mempawah Berikan Kemudahan Urusan Paspor Bagi Warga

Gencil News –  Unit Kerja Kantor (UKK) Imigrasi Mempawah hadir untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat Kabupaten Mempawah yang ingin  membuat atau memperpanjang paspor.

Selama ini masyarakat Mempawah untuk membuat atau memperpanjang paspor. Biasanya harus menempuh jarak yang jauh, yaitu ke Singkawang atau Pontianak.

Bupati Mempawah Erlina mengaku bersyukur karena salah satu layanan terbaik UKK Mempawah yang diijinkan untuk diberikan kepada masyarakat adalah adanya penerbitan paspor elektronik.

“Layanan paspor elektronik yang berlaku di seluruh dunia ini punya banyak keunggulan dibandingkan paspor biasa. Jika kita pergi ke Jepang selama 15 hari kunjungan akan mendapatkan bebas visa,” terangnya.

Selain itu, paspor elektronik dengan menggunakan chip cukup digesek dan tidak perlu antian panjang lagi, sehingga dapat memberikan kemudahan bagi pemiliknya.

“Dari tujuh daerah yang memiliki Kantor Imigrasi di Kalbar, baru Kota Pontianak yang bisa menerbitkan paspor elektronik. Oleh karena UKK Mempawah berada di bawah Imigrasi Pontianak, maka disini diperbolehkan penerbitan paspor elektronik,” ungkapnya.

Erlina mengucapkan terima kasih, kepada Dirjen Imigrasi Kemenkumham RI, Johni Ginting, dan Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pontianak, Tatang Suheryadin, yang sudah menyetujui dan mendukung dibukanya UKK di Kabupaten Mempawah.

“Keberadaan pelayanan pembuatan paspor sudah lama diinginkan masyarakat, apalagi pelabuhan Internasional Kijing akan segera beroperasi. Saya berharap dengan adanya UKK ini, dapat mendukung pelayanan keimigrasian bagi masyarakat Kabupaten Mempawah,” pungkasnya.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pontianak, Tatang Suheryadin mengatakan, untuk pelayanan UKK Imigrasi Mempawah, selain paspor RI (SPRI), juga paspor untuk Warga Negara Asing. Untuk aplikasinya juga akan disambungkan semuanya.

“Jadi disini ada dua jenis yang dilayani, yaitu paspor Indonesia, dan paspor Warga Negara Asing. Agar lebih memudahkan, baik Warga disini maupun Warga Asing yang datang ke Mempawah dapat langsung melapor di UKK Mempawah,” ungkapnya.

Continue Reading

Kabupaten Sambas

Potensi Atlet Bridge Sambas Terbukti Menjuarai Tingkat Provinsi

Published

on

By

Potensi Atlet Bridge Sambas Terbukti Menjuarai Tingkat Provinsi
Atlet Bridge Sambas

Gencil News – Cabang Olahraga Bridge Sambas kembali meraih prestasi tingkat Provinsi Kalbar yang diwakili Bagus Setiadi dan Jamhari. Pasangan itu meraih runner-up.

Hal ini sebagaimana pernyataan Ketua Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (Gabsi) Kabupaten Sambas, Supardi Djafar, Senin (1/2) di Sambas.

Supardi mengatakan bahwa kegiatan tersebut berlangsung di Kota Pontianak pada 30-31 Januari 2021. Atlet Bridge Sambas berhasil menjadi runner-up salah satu cabang lomba.

“Alhamdulillah pasangan atlet kita, Bagus Setiadi dan Jamhari bisa melaju ke final dan meraih runner-up Cabang Pasangan Swiss. Kegiatan ini terlaksana di Aula Fakultas Teknik Untan kemarin,” ungkapnya.

Pada kompetisi tersebut terdapat beberapa cabang Bridge yakni beregu, pasangan swiss dan side event.

“Ada juga kelas junior, tapi kita tidak menurunkan tim. Kita turun dua tim di beregu, cuma kalah tidak masuk semifinal,” katanya.

Sementara itu, peraih runner-up kelas pasangan swiss, Bagus Setiadi mengatakan, Kabupaten Sambas memiliki potensi yang sangat baik di cabang olahraga bridge.

“Kuncinya memang memperbanyak even pertandingan dan sparring atau uji tanding non resmi. Hal ini akan menambah pengetahuan atlet bridge Sambas dan bisa meraih lebih banyak prestasi di tingkat yang lebih tinggi,” katanya.

Bagus Setiadi yang juga Anggota DPRD Kabupaten Sambas ini juga mengatakan, kehadiran olahraga bridge masih belum diketahui secara luas oleh masyarakat Sambas.

“Mungkin hampir sama dengan daerah lainnya, bridge belum terlalu populer, namun kita memiliki potensi di olahraga tersebut. Atlet junior yang kita miliki sangat berbakat dan akan kita siapkan untuk menjadi andalan olahraga ini kedepannya,” pungkas Bagus

Continue Reading

Kabupaten Sambas

Pemkab Sambas Terima Hibah 80 Ton Gula Pasir Dari Bea Cukai Kalbar

Published

on

By

Pemkab Sambas Terima Hibah 80 Ton Gula Pasir Dari Bea Cukai Kalbar
Bea Cukai Kalbar Hibahkan 80 Ton Gula Pasir Ke Pemerintah Kabupaten Sambas

Gencil News – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Barat. Menghibahkan 80 ton gula pasir ke Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas, Rabu 13 Januari 2021.

Gula pasir sebanyak 160 karung yang menjadi barang sitaan negara tersebut merupakan hasil pengamanan. Oleh Detasemen Intelejen Kodam XII/Tanjungpura dengan dugaan berasal dari Malaysia. Dan akan masuk ke wilayah Indonesia melalui pintu perbatasan tanpa dokumen resmi.

sebelumnya Kodam XII/Tanjungpura sudah melimpahkan gula pasir tersebut ke pihaknya pada 15 Juni 2020 lalu. Setelah dilakukan pemeriksaan dan penelitan hingga batas waktu yang ditentukan.

Pemiliknya masih juga tidak diketahui, maka pihaknya kemudian menetapkan gula tersebut sebagai barang milik negara.

Humas Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Barat, Ferdinand Ginting mengatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan BPOM Pontianak.

“Kita sudah berkoordinasi dengan BPOM Pontianak bahwa gula ini masih layak dan memenuhi syarat untuk dikonsumsi masyarakat. Dan hari ini kita hibahkan kepada Pemda Sambas,” ungkapnya

Ginting berharap gula tersebut dapat Pemda Sambas manfaatkan sebaik mungkin untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di sana. Terlebih dalam situasi pandemi yang menyulitkan perekonomian masyarakat.

“Tak hanya itu, hibahan ini nantinya bisa menciptakan sinergitas yansg lebih massif baik dengan Pemda Sambas. Maupun TNI dan Polri yang bertugas di wilayah perbatasan Kabupaten Sambas,” tambahnya.


Sebelumnya Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Barat. Telah melakukan hibah 413 liter cairan pembersih ke Pemda Ketapang. Enam ton gula ke Kabupaten Mempawah dan 3,55 ton gula ke Kabupaten Sanggau

Continue Reading

Advertisement

KORAN GENCIL NEWS

TRENDING