Masalah Degradasi Moral Merupakan Tanggung Jawab Semua

GENCIL.NEWS, SAMBAS – Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili mengungkapkan, keberadaan para Tokoh Agama di Sambas, sangat berperan strategis bagi pembangunan Akhlakul Karimah di Kabupaten Sambas.

“Sekarang ini, Indonesia termasuk di Sambas, dihadapkan berbagai macam permasalahan sosial seperti krisis karakter, kemerosotan akhlak atau degradasi moral,” ungkapnya saat menghadiri Bimbingan Teknis para Tokoh Agama Amilin se-Kabupaten Sambas di Hotel Pantura Jaya, Senin (20/11).

Lanjut Atbah, permasalahan itu semua merupakan tanggungjawab bersama seluruh stakeholder.

“Permasalahan sosial ini harus mendapatkan perhatian lebih dari kita semua. Ini tanggung jawab kita semua. Masing-masing memiliki peran untuk menjawab permasalahan itu,”tegasnya.

Bimbingan Teknis Tokoh Agama Amilin Se-Kabupaten Sambas, menurut Atbah adalah bagian dari program kerja yang dia usung guna mewujudkan pembangunan Akhlakul Karimah Kabupaten Sambas.

Dia meminta para amilin lebih aktif lagi berperan dan mengawal akhlakul karimah Kab Sambas.

Baca juga   Wabup Ingatkan Tahun Politik Masyarakat Jangan Terpecah

Disebutkan Atbah, bonus demografi yang akan didapat bangsa ini ke depan, tidak akan banyak bernilai positif, jika dekadensi moral melanda para generasi penerus bangsa ini.

“Kita menghadapi musuh yang nyata, penyalahgunaan narkoba, krisis karakter, krisis moral, maraknya cabul. Bisa jadi, semakin menyebar luasnya krisis-krisis itu dikarenakan sudah berkurangnya perhatian kita terhadap masalah sosial tersebut,”paparnya.

Oleh karena itu, Atbah meminta para tokoh agama termasuk para amilin, mampu menjadi agen perubahan bagi permasalahan sosial yang sedang dihadapi terutama di kalangan remaja Kabupaten Sambas.

Dia meminta, para amilin Kabupaten Sambas memberikan kepedulian yang lebih dan perhatian serius.

“Mari kita bersama-sama fokus mengarahkan remaja kita kearah yang lebih baik dan positif. Tujuan kita adalah terciptanya suatu sistem dalam menanggulangi kemerosotan akhlak dan moral baik kalangan remaja dan dewasa,” tegasnya.

Baca juga   Maksimalkan Anggaran Jalan Capai 15 M

Menurutnya, para amilin adalah ujung tombak atau garda terdepan dalam pembangunan keagamaan.

Profesi ini tutur dia dapat menunjang dan menciptakan serta mengurangi kondisi kerawanan sosial di masyarakat sehingga tercipta sendi-sendi akhlakul karimah yang kokoh.

Bimtek untuk para amilin ini bentuk perhatian pemerintah daerah, atas dedikasi strategis tokoh agama amilin yang telah banyak berjuang tanpa pamrih.

“Pemda memang masih jauh dari cukup dalam memberikan perhatian untuk amilin. Tetapi ke depannya, hal ini tetap menjadi fokus pemda dalam menata pembangunan agama,”ujarnya

 

 

Portal Berita Online Harian Menyajikan Informasi Kalimantan Barat, Nasional,Internasional, Bisnis,Teknologi, Traveling,Budaya, Gaya hidup,Kesehatan, Kuliner, olahraga, Film, Musik, dibangun melalui inovasi dan teknologi terkini.