Perhatian! Masuk Sambas Wajib Tunjukan Surat Swab Antigen
Connect with us

Kabupaten Sambas

Perhatian! Masuk Sambas Wajib Tunjukan Surat Swab Antigen

Published

on

Perhatian! Masuk Sambas Wajib Tunjukan Surat Swab Antigen

Gencil News – Bagi anda yang ingin melancong ke Kabupaten Sambas, saat ini berlaku peraturan tentang kewajiban untuk menunjukan surat swab antigen. Setiap orang yang lewat atau pun memasuki Sambas surat antigen, dan ini berlaku dari tanggal 6 – 17 mei 2021.

Juru bicara Satgas Covid-19 Sambas, yang merupakan sekaligus Kadinkes Kabupaten Sambas, dr Fatah Maryunani mengatakan sesuai dengan Surat Edaran (SE) Satgas penanganan Covid-19, dengan nomor 12 tertanggal 26 Maret 2021 dan SE 13 tahun 2021 tanggal 7 April 2021. Serta adendum SE 13 tahun 2021 tanggal 21 April 2021.

Pemerintah Daerah diharapkan dapat melakukan pengetatan pada saat pra dan pasca pada masa peniadaan mudik.

Fatah menambahkan, salah satu kewajibannya adalah melengkapi dokumen bepergian, yaitu dokumen hasil swab antigen, ketika akan masuk Kabupaten Sambas.

Surat Swab Antigen tersebut hanya berlaku dua hari (2 x 24 jam) sejak surat tersebut dikeluarkan oleh pihak terkait.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kabupaten Sambas

Bupati Dan Wabup Sambas Baru Diminta Prioritaskan Tangani Covid-19

Published

on

By

Serah terima jabatan Bupati dan Wakil Bupati Sambas
Serah terima jabatan Bupati dan Wakil Bupati Sambas

Gencil News – Acara serah terima jabatan (sertijab) Bupati dan Wakil Bupati Sambas yang terlaksana di Aula Kantor Bupati Sambas, Rabu (16/6/2021).

Bupati dan Wakil Bupati Sambas yang baru diminta tetap memprioritaskan penanganan Covid-19 dan vaksinasi.

Dalam sambutan Gubernur Kalbar yang dibacakan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kalbar, Junaidi mengatakan, untuk segera melakukan konsolidasi dengan seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Sambas dan memberdayakan segenap aparatur birokrasi guna terwujudnya visi dan misi.

“Bupati dan Wakil Bupati terpilih untuk segera konsolidasi seluruh jajaran Pemkab Sambas. Serta memberdayakan segenap aparatur birokrasi di lingkungan Pemkab Sambas guna terwujudnya visi dan misi ke dalam RPJMD,” kata Junaidi

Lanjutnya, sebagaimana dalam Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota, bahwa Kepala Daerah tidak dapat melakukan pergantian Pejabat Struktural di lingkungan Pemkab Sambas dalam jangka waktu enam bulan terhitung sejak pelantikan.

“Saya mintakan kepada saudara Bupati dan Wakil Bupati untuk menjalin komunikasi dan koordinasi dengan DPRD selaku mitra kerja Pemkab Sambas. Dalam penyelenggaraan Pemerintah Daerah, dan kepada Pimpinan dan Anggota DPRD Sambas. Sebagai unsur penyelenggara Pemerintah Daerah, agar dapat mendukung kerja Pemkab Sambas untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera,” katanya.

Tangani stunting di Sambas

Djunaidi membahkan, seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan masyarakat Kalbar yang Beriman. Sehat, Cerdas, Aman, Berbudaya dan Sejahtera, dengan fokus terhadap penanganan stunting agar tidak berada pada posisi yang rendah.

“Saat ini, (kasus Stunting Kalbar) pada posisi 8 dari 10 tertinggi stunting di Indonesia. Karena jika kondisi ini tidak ada perbaikan maka upaya peningkatan SDM sulit. Untuk dicapai dan selalu membangun Komunikasi dan Koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalbar,” tegasnya.

Sedangkan untuk mencegah penularan dan pencegahan penyebaran Covid-19. Pemkab Sambas harus menekan laju penyebaran di wilayahnya dan memprioritaskan penanganan, serta pelaksanaan vaksinasi.

“Dalam situasi dan kondisi pandemi Covid-19 saat ini, saya minta kepada Bupati dan Wakil Bupati Sambas selaku ketua satgas Covid-19. Tetap prioritaskan penanganannya betul-betul mengutamakan penanganan dan pelaksanaan vaksinasi,” imbaunya.

Ia mewakili Pemprov Kalbar juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bupati dan Wakil Bupati Sambas Periode 2016-2021, yang telah membangun Kabupaten Sambas selama lima tahun masa pengabdiannya.

“Kami juga mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bupati dan Wakil Bupati Sambas Masa Jabatan 2016-2021, atas jasa dan pengabdiannya selama menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sambas, Semoga Allah Swt., Tuhan yang maha kuasa membalas semua dedikasi yang telah saudara berikan untuk kemajuan Kabupaten Sambas selama ini,” pungkasnya.

Continue Reading

Kabupaten Sambas

Lismaryani Minta Bupati Sambas Dorong Kemajuan PKK Dan Dekranasda

Published

on

By

Lismaryani Minta Bupati Sambas Dorong Kemajuan PKK Dan Dekranasda
Pelantikan Yunisa Satono sebagai Ketua Tim Penggerak PKK. Sekaligus Ketua Dekranasda, dan Bunda PAUD Kabupaten Sambas masa bakti 2021-2026 pada Senin (14/6/2021).

Gencil News – Ketua Tim Penggerak PKK Kalbar, Lismaryani Sutarmidji melantik Yunisa Satono sebagai Ketua Tim Penggerak PKK. Sekaligus Ketua Dekranasda, dan Bunda PAUD Kabupaten Sambas masa bakti 2021-2026 pada Senin (14/6/2021).

Dalam sambutannya, Lismaryani meminta dukungan dan peningkatan koordinasi kepada Bupati Sambas. Selaku Pembina TP PKK, dan juga DPRD, serta lembaga lain yang terkait. Ia menjelaskan, dalam 10 Program Pokok PKK yang dirumuskan secara operasional dalam Pokja I sampai dengan Pokja IV. Memiliki program berbasis kegiatan Dasawisma yang menyentuh langsung ke masyarakat.

“Mengingat Dasawisma sebagai kelompok potensial dan ujung tombak dari Gerakan PKK dalam Sepuluh Program Pokok PKK,” ujarnya

Ia mengatakan, apabila program pokok PKK dapat diterapkan di setiap keluarga. Maka akan tercipta ketahanan keluarga yang dapat menjadikan situasi dan kondisi keluarga menjadi sehat, terutama di masa pandemi Covid-19.

Lebih lanjut, Lismaryani mengatakan dengan menerapkan protokol kesehatan di lingkungan keluarga masing-masing, akan membantu pemerintah dalam mencegah penyebaran wabah Covid-19.

“Untuk mendukung efektivitas pelaksanaan Sepuluh Program Pokok PKK, Program Dekranasda, dan Program Kerja Bunda PAUD. Laksanakanlah tertib administrasi dan kelembagaan, terutama tertib administrasi,” tegasnya.

Tentang Dekranasda, Lismaryani yang juga ketua Dekranasda Provinsi Kalbar, meminta agar Dekranasda Kabupaten Sambas. Mampu menggunakan teknologi informasi dalam pengumpulan dan pengolahan data perajin.

Ia mencontohkan penggunaan produk-produk kerajinan lokal dan nusantara, serta penyusunan program kerja selama lima tahun ke depan. Akan lebih baik bila melibatkan kelompok milenial, anak-anak muda yang bertalenta tinggi, kreatif, dan inovatif.

Optimalkan Sumber Dana

Sementara, Ia berharap Bunda PAUD dapat mengoptimalkan sumber dana. Untuk penyelenggaraan program berkualitas seperti dana desa, dana APBD, CSR, dan sumber dana lainnya yang ada di masyarakat.

Lismaryani juga berpesan, agar mendorong peningkatan konsumsi makanan sehat, bergizi, dan berkualitas bagi anak usia dini.

“Bunda PAUD Kabupaten Sambas untuk segera membentuk kelompok kerja Bunda PAUD di Kabupaten Sambas. Sekali lagi saya harapkan dukungan Bupati Sambas untuk membantu Tim Penggerak PKK dalam melaksanakan sepuluh program Pokok PKK. Program-program Dekranasda, dan Bunda PAUD, demi mewujudkan peningkatan kualitas kesejahteraan keluarga dan ketahanan keluarga serta masyarakat. Semoga Kabupaten Sambas semakin bertambah maju, aman, tentram, damai, dan penduduknya lebih sehat dan sejahtera,” pungkasnya.

Continue Reading

Kabupaten Sambas

Bupati Sambas Janji Prioritaskan Sektor Pendidikan Dan Pariwisata

Published

on

By

Bupati Sambas Janji Prioritaskan Sektor Pendidikan Dan Pariwisata
Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Sambas

Gencil News – Bupati Sambas terpilih Satono dan Wakil Bupati Sambas Fahrur Rofi menjalani pelantikan. Pengesahan pengangkatan kepala daerah dan wakil kepala daerah hasil pemilihan kepala daerah serentak Tahun 2020 di Kabupaten pada Provinsi Kalimantan Barat, di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Senin (14/6/2021).

Pada prosesi pelantikan tersebut, Gubernur Kalbar Sutarmidji mengungkapkan bahwa Nilai Tukar Petani (NTP) Kabupaten Sambas atas produktivitas padi masih rendah. Sehingga membuat para petani belum sejahtera.

“Petani untuk sektor padi itu NTPnya baru 94 persen, ini membuat petani belum sejahtera. Tapi petani di palawija NTP-nya sudah 100 persen, bahkan lebih jadi petani tersebut sudah jauh sejahtera,” tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Satono dan Fahrur Rofi berjanji akan menjalankan amanah kepercayaan dari masyarakat Kabupaten Sambas sebaik-baiknya. Dan menyejahterakan masyarakat Kabupaten Sambas.

“Alhamdulilah Gubernur hari ini melantik kami. Saya Santono dan wakil saya Fahrur Rofi akan menjalankan titipan amanah masyarakat Sambas untuk lima tahun ke depan,” ungkap Bupati Sambas

Lanjutnya, untuk pesan dari gubernur ia mengatakan akan memperioritaskan permasalahan sektor pendidikan dan pariwisata serta menjadikan Kabupaten Sambas sebagai lumbung padi.

“Ke depan bagaimana kita bisa merumuskan pontensi-pontensi lokal seperti wisata, pertanian, dan pendidikan, menjadikan prioritas utama kami. Di mana Kabupaten Sambas, sebagai lumbung beras bagi daerah Kalbar,” tegasnya.

Continue Reading

Kabupaten Sambas

Hilang 3 Hari Di Tengah Hutan Sambas, Nenek Ini Selamat

Published

on

By

Hilang 3 Hari Di Tengah Hutan Sambas, Nenek Ini Selamat

Gencil News- Seorang nenek yang hilang selama 3 hari dihutan Kabupaten Sambas berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Nenek yang berumur 80 tahun ini hilang sejak hari jumat, Nenek Salamah masuk kedalam hutan untuk mencari sayur.

Namanya nenek Salamah. Ia tinggal di Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas. Salamah hilang sejak hari Jum’at 4 Juni 2021.

Semenjak kehilangannya Tim SAR gabungan Sambas langsung melakukan pencarian. Namun pencarian itu tidak kunjung bertemu.

Tiba hari Senin (7/6/2021) pada pagi hari. Nenek Salamah akhirnya dapat ditemukan selamat dalam hutan yang tak jauh dari posisi terakhir ia terlihat. Ketika ditemukan nenek salamah dalam keaadaan selamat dengan kondisi yang lemas.

“Sekitar jam 9 pagi korban ditemukan sekitar 200 meter dari lokasi terakhir. Ia ditemukan dalam keadaan selamat,”kata Handoko, Komandan Pos Sar Sintete

Evakuasi nenek salamah pun tak berlangsung lama, ia langsung dibawa dengan tandu ke Puskesmas Kelambu agar mendapat penananganan medis.

“Korban selanjutnya kami bersama dengan tim SAR gabungan, dia kami evakuasi dan dibawa ke Puskesmas Desa Batu Mak Jage untuk penanganan medis lebih lanjut,” tuturnya

Kepala basarnas, Yopi Haryadi menjelaskan bahwa dalam pencarian ini pihaknya juga mendapatkan bantuan oleh tim dari Polsek Tebas, Koramil Tebas, Puskesmas Batu Mak Jage, Aparatur Desa Batu Mak Jage serta warga dan keluarga korban.

“Setelah ditemukan korban. Operasi pencarian dihentikan,”pungkasnya

Continue Reading

Advertisement

DOWNLOAD APLIKASI GENCILNEWS

Advertisement

TRENDING