Wisata Ditemajuk Kikis Ketimpangan Ekonomi Masyarakat Desa Dan Kota
Connect with us

Kabupaten Sambas

Wisata Ditemajuk Kikis Ketimpangan Ekonomi Masyarakat Desa Dan Kota

Published

on

Wisata Ditemajuk Kikis Ketimpangan Ekonomi Masyarakat Desa Dan Kota
Direktur Utama Perusda Aneka Usaha Kalbar H. Syariful Hamzah dan masyarakat desa Temajuk

Gencil News – Provinsi Kalimantan Barat memiliki sejumlah objek wisata alam yang sangat menarik untuk dikunjungi. Bagi pencinta pantai Kalimantan Barat banyak menyimpan keindahan alami yang dapat memanjakan mata.

Salah satunya adalah Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, yang memiliki Pantai Temajuk. Pantai- pantai yg masih perawan dan mempesona dan menjadi nilai plus Desa Temajuk tersebut.

Lokasi ini telah menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan lokal untuk melihat keindahaan Pantai Temajuk. Kawasan ini berada di dekat perbatasan Indonesia – Malaysia. Bahkan dapat menarik wisatawan dari malaysia melalui border Teluk Melano.

Direktur Utama Perusda Aneka Usaha Kalbar H. Syariful Hamzah menyampaikan bahwa potensi wisata Pantai Temajuk yang berlokasi di Sambas ini dapat pemerintah dan masyarakat untuk terus menggali dan mengembangkan potensi yang ada. Sehingga ketimpangan ekonomi masyarakat perdesaan dan perkotaan dapat terkikis.

“Ekonomi kemasyarakatan ialah sebuah perekonomian yang tangguh, Sekalipun adanya terjangan ombak politik, sekalipun multikrisis, ekonomi kerakyatan harusnya tetap maju,” Ujar Syariful Hamzah

Syarifulmengatakan, Pemerintah Provinsi Kalbar saat ini intens mengembangkan destinasi wisata di perdesaan. Hal itu untuk membuka lapangan kerja daerah perdesaan sekaligus pemberdayaan masyarakat sekitar destinasi wisata.

Ia mengatakan perlu adanya kolaborasi antara pemerntah provinsi, pemerintah kabupaten dan berbagai pihak dalam mengembangkan potensi tersebut. Salah satunya dengan menjadikan daerah wisata temajuk sebagai salah satu daerah priortas wisata kalbar.

“Hal inilah yg coba pemerintah inisiasi oleh perusda kalbar dan komisi 5 dan 2 DPRD Prov Kalbar dengan melakukn kunjungn kerja ke sana. Banyak informasi yang dapat kita peroleh baik mlalui masyarakat disana yang terwakili oleh kades temajuk,” jelasnya

Prioritas Wisata Kalbar

Atong salah satu pelopor pembangunan wisata temajuk dan UPT KPH wilayah sambas selaku pengelola kawasan hutan lindung gunung raya sambas. Nantinya akan melakukan koordinasi lebih lanjut untuk penyusunan program priortas. Pengembangan desa temajuk sebagai daerah priortas wisata kalbar..

Untuk menuju ke Pantai Temajuk, wisatawan bisa menggunakan kendaraan roda empat atau roda dua. Sekitar kawasan Pantai Temajuk juga lengkap dengan fasilitas yang cukup lengkap bagi pengunjung. Seperti beberapa villa dan penginapan yang bagus dan pengelolaan secara profesional oleh penduduk lokal.

Selain memiliki potensi pantai yg indah bahkan lebih indah dari bali jika pengelolaanya dengan baik. Pantai temajuk juga ada potensi keindahan hutan lindung gunung raya yang akan menjadi suatu kombinasi yang luar biasa yang tidak dimiliki daerah lain.

Pada saat-saat tertentu ada momen panen ubur-ubur, panen lobster, pelepasan tukik (anak penyu) yang masih terjaga dengan baik bisa mnjadi potensi luar biasa bagi peningkatan ekonomi dan IPM disana.

Ia berharap kemudahan akses ke wilayah ini selalu mendapat perhatian agar kawasan wisata ini benar-benar memberikan kesan untuk terus menarik pengunjung.

“Semoga kawasan wisata ini menjadi perhatian pemerintah pusat, seperti halnya 5 wilayah pengembangan super strategis  yaitu Danau Toba, Borobudur, Lombok Mandalika, Labuan Bajo, dan Manado-Likupang-Bitung,”Pungkasnya

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kabupaten Sambas

Hari Jadi ke 4, Komunitas GPS Sambas Gelar Kegiatan Sosial

Published

on

Hari Jadi ke 4, Komunitas GPS Sambas Gelar Kegiatan Sosial

Gencil News – Komunitas Gerakan Peduli Sesama (GPS) Sambas kembali melaksanakan kegiatan rutinnya yaitu program sosial sedekah sembako. Kegiatan yang dilaksanakan kali ini merupakan kegiatan spesial dari komunitas ini, yang mana bertepatan dengan hari jadi ke empat.


Program sosial sedekah sembako sekaligus Anniversary 4st ini dilaksanakan di kediaman Yusni yang bertempat tinggal di Dusun Pimpinan, Desa Pipit Teja, Kecamatan Teluk Keramat. Minggu (24/1/2021).
Kegiatan kali ini ikut dihadiri oleh Vijay selaku Kepala Desa Pipit Teja berserta perangkat desa dan warga sekitar.


Kepala Desa Pipit Teja, Vijay mengungkapkan pertama-tama saya mengucapkan terima kasih kepada atas kehadiran kawan-kawan dari Komunitas Gerakan Peduli Sesama (GPS) Sambas dan kami dari Pemerintah Desa Pipit Teja mengucapkan selamat ulang tahun buatKomunitas Gerakan Peduli Sesama (GPS) Sambas yang ke 4 tahun. Semoga GPS semakin jaya, semakin berkembang dan semakin banyak donatur, ucapnya.


Terakhir sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada kehadiran dari kawan-kawan GPS, mudah-mudahan apa yang diberikan pada sore ini menjadi keberkahan dan mudahan rejekinya dilimpahkan oleh Allah SWT. Tutur Vijay.


Menurut Bayu selaku ketua sekaligus penggagas dari Komunitas Gerakan Peduli Sesama (GPS) Sambas ini, mengucapkan banyak terima kasih dan sangat bersyukur karena sampai saat ini komunitas GPS Sambas sudah berusia 4 tahun.


Terima kasih yang tidak terhingga kepada seluruh masyarakat yang telah ikut berpartisipasi demi komunitas ini tetap bisa menjalankan kegiatan rutinnya.


Dengan harapan kedepannya, semoga akan lebih banyak lagi yang peduli kepada sesama, dengan banyaknya yang peduli maka akan banyak pula orang yang membutuhkan dapat terbantu.


Dikatakannya, tujuan komunitas ini untuk memberikan inspirasi dan motivasi kepada para pemuda agar bisa menumbuhkan kepada dirinya sikap kepedulian terhadap sesama. Khususnya bagi mereka yang sedang membutuhkan.

Komunitas GPS Sambas pada hari ini genap berusia 4 tahun. Diketahui terbentuk pada 24 Januari 2017 yang lalu. Selama berjalannya waktu komunitas ini sudah menjalankan beberapa program dan salah satunya yang rutin dilaksanakan yaitu “Sedekah Sembako.” 

Program sosial sedekah sembako sendiri sampai saat ini sudah sedikitnya mengunjungi 70 rumah warga yang membutuhkan di 13 Kecamatan yang ada di Kabupaten Sambas.


Sebagai komunitas sosial, ada beberapa program kegiatan yang telah dilaksanakan diantaranya seperti berikut ini:


1. Sedekah sembako

2. One Week Seven Kilogram of Rice

3. Bedah Rumah

4. Berbagi Alat Tulis Sekolah untuk Anak Yatim

5. Buka Bersama dengan Anak Yatim

6. Berbagi Baju Lebaran untuk Anak Yatim

7. Berbagi Baju Layak Pakai untuk Anak Yatim dan Dhuafa

8. Khitanan Massal untuk Anak Yatim

9. Berbagi Paket Lebaran untuk Dhuafa

10. Berbagi THR untuk Dhuafa

11. Berbagi Zakat untuk Dhuafa

12. Sedekah untuk Anak Yatim dan Dhuafa

13. Sedekah Jumat untuk Dhuafa

14. Sedekah Ramadhan untuk Dhuafa

“Ketika kita memberikan kebahagiaan kepada orang lain, maka kita juga ikut bahagia,” tuturnya. “Berbagi dengan orang lain adalah bentuk terbaik mensyukuri apa yang telah kita dapatkan. Ayo kita sedekah, sebab dengan bersedekah Allah akan memberikan kemudahan di segala aktivitas kita,” tutupnya.

Continue Reading

Kabupaten Sambas

Pemkab Sambas Terima Hibah 80 Ton Gula Pasir Dari Bea Cukai Kalbar

Published

on

By

Pemkab Sambas Terima Hibah 80 Ton Gula Pasir Dari Bea Cukai Kalbar
Bea Cukai Kalbar Hibahkan 80 Ton Gula Pasir Ke Pemerintah Kabupaten Sambas

Gencil News – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Barat. Menghibahkan 80 ton gula pasir ke Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas, Rabu 13 Januari 2021.

Gula pasir sebanyak 160 karung yang menjadi barang sitaan negara tersebut merupakan hasil pengamanan. Oleh Detasemen Intelejen Kodam XII/Tanjungpura dengan dugaan berasal dari Malaysia. Dan akan masuk ke wilayah Indonesia melalui pintu perbatasan tanpa dokumen resmi.

sebelumnya Kodam XII/Tanjungpura sudah melimpahkan gula pasir tersebut ke pihaknya pada 15 Juni 2020 lalu. Setelah dilakukan pemeriksaan dan penelitan hingga batas waktu yang ditentukan.

Pemiliknya masih juga tidak diketahui, maka pihaknya kemudian menetapkan gula tersebut sebagai barang milik negara.

Humas Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Barat, Ferdinand Ginting mengatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan BPOM Pontianak.

“Kita sudah berkoordinasi dengan BPOM Pontianak bahwa gula ini masih layak dan memenuhi syarat untuk dikonsumsi masyarakat. Dan hari ini kita hibahkan kepada Pemda Sambas,” ungkapnya

Ginting berharap gula tersebut dapat Pemda Sambas manfaatkan sebaik mungkin untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di sana. Terlebih dalam situasi pandemi yang menyulitkan perekonomian masyarakat.

“Tak hanya itu, hibahan ini nantinya bisa menciptakan sinergitas yansg lebih massif baik dengan Pemda Sambas. Maupun TNI dan Polri yang bertugas di wilayah perbatasan Kabupaten Sambas,” tambahnya.


Sebelumnya Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Barat. Telah melakukan hibah 413 liter cairan pembersih ke Pemda Ketapang. Enam ton gula ke Kabupaten Mempawah dan 3,55 ton gula ke Kabupaten Sanggau

Continue Reading

Kabupaten Sambas

Sebanyak 95 Sekolah Di Sambas Menyatakan Siap Belajar Tatap Muka

Published

on

By

Sebanyak 95 Sekolah Di Sambas Menyatakan Siap Belajar Tatap Muka
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sambas Bersama Bupati Sambas Memberikan Arahan Pada Siswa Yang Mulai Belajar Tatap Muka

Gencil News – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sambas, H Sabhan mengatakan ada sebanyak 95 sekolah se-Kabupaten Sambas. Yang menyatakan siap belajar tatap muka tahun akademik 2020/2021.

Kendati banyak sekolah yang menyatakan siap. Mereka masih meminta untuk melakukan pertemuan dengan orangtua siswa.

Sementara itu saat ini yang melakukan belajar tatap muka baru 20 sekolah se-kabupaten Sambas. Yang mana pada jajaran siswa-siswi PAUD, TK, SD, SMP di Kabupaten Sambas, yang dilakukan tatap muka.

“Baru 20 sekolah yang memulai tatap muka, sedangkan yang lainnya masih bertemu orang tua dulu. Kemungkinan Senin depan baru bisa lebih dari itu. Dan ini tetap memantau penyebaran Covid-19, dan akan kita lakukan evaluasi secara bertahap setiap Minggu,”

Hal itu dia sampaikan pada saat mendampingi Bupati Atbah Romin Suhaili meninjau dua SMP Negeri di Sambas. Yang sudah mulai melaksanakan sekolah tatap muka.

“Terkait dengan apakah semua sekolah yang melaksanakan sekolah tatap muka, kita tegaskan bahwa saat ini masih sangat-sangat terbatas. Awalnya hanya 20 sekolah yang sudah melakukan pengisian data verivikasi dari Kemendikbud. Tentang kesiapan sekolah tatap muka,” ujarnya.

Dengan demikian kata Sabhan, setelah di isi data kesiapan sekolah dan di verifikasi Kemendikbud, maka baru diizinkan untuk masuk sekolah.

“Setelah kita lakukan pemantauan, di Sambas ini saja baru ada 2 SMP yang melaksanakan tatap muka. SD belum ada, PAUD ada satu. Sementara itu di Sebawi belum ada sama sekali, di tebas sudah ada sekolah yang siap,” katanya.

“Dan setelah kita pantau, memang sekolah ini benar-benar sudah menerapkan protokol kesehatan. Dan harapannya bisa menjadi percontohan bagi sekolah-sekolah lainnya yang ada di Sambas,” tutur Sabhan.

Continue Reading

Advertisement

TRENDING