Kadis Perhubungan Pontianak Larang Anak Ke Sekolah Pakai Motor

 

GENCIL – NEWS Kepala Dinas Perhubungan Pontianak, Utin Srilena Candramidi, meminta para orang tua tegas melarang anaknya untuk membawa motor ke sekolah, menginngat kata dia persoalan ini akar masalahnya ada di orang tua.

“Jika orang tua melarang, Saya yakin pelajar tak kan berani pakai motor ke sekolah,” katanya, kemarin.

Pihaknya bersama Satlantas melakukan razia dibeberapa sekolah yang terletak di Kecamatan Pontianak Selatan. Hasilnya, ditemukan puluhan pelajar gunakan motor ke sekolah.

Ia menuturkan agar tidak mengulang, motor pelajar kata Utin akan langsung ditilang pihak kepolisian. Pengambilan kendaraan tidak boleh diwakilkan. Harus orang tua dari pelajar tersebut. Nanti saat pengambilan motor, para orang tua dikumpulkan sekaligus diperingatkan untuk tidak mengulang kesalahannya.

“Seperti yang walikota instruksikan kepada kita, maka kita tilang motor para pelajar ini karena menurut laporan yang masuk ke kita, mereka tetap saja bandel membawa motornya. Untuk itu peran orang tua sangat penting dalam mencegah anaknya bawa motor. Antarkan anaknya ke sekolah, orang tua jangan  lepas tangan dengan memberikan kepercayaan penuh sang anak naik motor ke sekolah,” terang dia.

Baca juga   Program Siswa Mengenal Nusantara Dipersembahkan Untuk Negeri

Terpisah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pontianak, Mulyadi mengatakan upaya penerapan aturan larangan pelajar SMP bawa motor  ke sekolah sudah dilakukan pihak sekolah bahkan sampai kerjasama dengan Dinas Perhubungan dan Kepolisian.

“Sekolah sudah menerapkan aturan larangan pelajar SMP bawa motor. Saya rasa aturan itu sudah dijalankan maksimal. Bahkan Dishub dan Kepolisian juga sudah turun tangan menindak. Sekarang jika orang tua membiarkan anaknya bawa motor ke sekolah, akan susah menerapkan aturannya. Temuan pasti akan ada. Persoalan ini sebenarnya ada di orang tua,” terangnya.

Kenyataannya sekarang seperti ini. Orang tua justru memberi izin anaknya menggunakan motor ke sekolah. Anehnya, orang tua justru bangga melihat anak pergi sekolah pakai motor. Hal ini biasa ia jumpai di mana justru anak bonceng orang tua. Sampai di sekolah, barulah orang tua bawa kendaraannya pulang.

Baca juga   Alat Simulasi Bantu Guru dan Siswa di AS Hadapi Insiden Penenembakan

Mengenai penerapan aturan sebenarnya sudah dilakukan oleh Pemerintah. Tidak hanya penerapan aturan, namun pemerintah juga memberi solusi dengan menyediakan bus untuk digunakan ke sekolah. Namun kenyataan belum berjalan maksimal karena belum semua pelajar mau menggunakan jasa tersebut.

“Jika alasannya takut terlambat kalau menggunakan bus, tak bakal terjadi kalau pelajar bangun pagi.

Pada hari libur sekolah, ia juga sering melihat pelajar berkeliaran pakai motor. Harusnya orang tua tak izinkan anaknya pakai motor. Kalau terjadi kecelakaan siapa yang disalahkan.

“Kuncinya ada di orang tua. Kami juga tak bisa memberhentikan anak karena bawa motor. Itu tak boleh. Saya minta orang tua bisa kerjasama. Jika sayang anak maka laranglah anak agar tak lagi bawa motor,” ucapnya. (all)

Portal Berita Online Harian Menyajikan Informasi Kalimantan Barat, Nasional,Internasional, Bisnis,Teknologi, Traveling,Budaya, Gaya hidup,Kesehatan, Kuliner, olahraga, Film, Musik, dibangun melalui inovasi dan teknologi terkini.